- 3 -

Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
17 - 07 - 1430 هـ
10 - 07 - 2009 مـ
11:41 مساءً
_______


Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (69)
Maha Benar Allah..


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, sholawat dan salam ke atas penutup para nabi dan rasul, ke atas keluarganya yang suci dan para pengikut kebenaran hingga Hari Pembalasan..

Saudaraku yang mulia, semoga Allah meneguhkanmu di jalan yang lurus, jalan yang membimbing menuju (keredhaan) Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus". (56)
Maha Benar Allah
[Hud]


Penyebab engkau beroleh petunjuk ke jalan kebenaran adalah engkau tidak menginginkan selain kebenaran, dan kebenaranlah yang lebih layak untuk diikuti, kerana itu engkau telah mengerahkan dirimu untuk mencari jalan kebenaran, sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada para pencari kebenaran dari kalangan hamba-hamba-Nya, untuk memberikan petunjuk-Nya dan membimbing mereka ke jalan kebenaran menuju-Nya

Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji-Nya, engkau telah datang ke laman web kami dalam ketentuan yang telah ditetapkan dalam Kitab yang tertulis, di era hiwar Al Imam Al Mahdi sebelum muncul, agar engkau termasuk kalangan anshar pendahulu terbaik

Pembenaran terhadap janji Allah yang hak dalam muhkam Kitab-Nya:
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keredhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (69)
Maha Benar Allah
[Al 'Ankabuut]


Sekiranya engkau termasuk kalangan penuntut ilmu, maka ketahuilah bahawa Allah telah meletakkan syarat-syarat bagi penuntut ilmu seperti berikut:

Hendaklah penuntut ilmu tidak mengikuti perkara yang tidak diketahuinya, selagimana orang alim belum mempengaruhi dan menguasaimu dengan ilmu pengetahuan dan dalil hujjah yang jelas, dengan syarat ianya dapat diterima akal fikiran dan dapat membuatkan hatimu tenang

Allah melarang engkau dari mengikuti Nasser Mohammed Al Yamani secara membuta tuli, selagimana engkau penuntut ilmu yang hak, tidak cukup hanya dengan berbaik sangka dengan Nasser Mohammed Al Yamani, bahawa dia tidak mengatakan terhadap Allah selain kebenaran, tidak sekali-kali.. kerana ini adalah perkara yang besar dan bahaya, tidak berguna hanya dengan berbaik sangka padanya, selagi engkau tidak temukan dalil hujjah Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani itu diperkuatkan dengan dalil hujjah ilmu pengetahuan yang meyakinkan, dapat diterima akal fikiran dan logik dari Kitabullah dan sunnah Rasulullah yang benar

Sebab itu Allah memerintahkan kalian untuk menggunakan akal fikiran, yang tidak buta sekiranya kalian menjadikannya sebagai hakim pemutus perkara, dalam memikirkan dan merenungkan dalil hujjah ilmu pengetahuan orang yang menyeru, apakah adanya pertentangan dengan akal fikiran dan logik
?
Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (36)
Maha Benar Allah
[Al Israa]


Sesungguhnya yang menyebabkan terjadinya kesesatan umat-umat dari jalan kebenaran, adalah kerana mereka mengikuti secara membuta tuli, mengikuti umat yang sebelum mereka dari nenek moyang dan ulama mereka, mengikuti perkara yang mereka dapatkan dari nenek moyang mereka tanpa menggunakan akal fikiran mereka sedikitpun; adakah perkara itu dapat diterima akal fikiran dan logik
?
Contohnya mereka dapatkan nenek moyang mereka menyembah berhala, lalu mereka mengikutinya secara membuta tuli dengan berbaik sangka pada nenek moyang mereka, bahawa nenek moyang mereka itu lebih tahu dan lebih berhak menentukan, kerana itu Allah Ta'ala berfirman:

Dan demikianlah, Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatanpun dalam suatu negeri, melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: "Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka". (23)
Maha Benar Allah
[Az Zukhruf]



Kerana itu Allah murka terhadap mereka dan nenek moyang mereka, disebabkan mereka mengikuti secara membuta tuli, tanpa mempergunakan akal fikiran yang telah dianugerahkan kepada mereka oleh Allah.

Firman Allah Ta'ala:
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah," Mereka menjawab: "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". "(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?". (170)
Maha Benar Allah
[Al Baqarah]


Justeru itu Allah melarang hamba-hamba-Nya dari mengikuti umat-umat sebelum mereka secara membuta tuli, Allah menyeru mereka untuk menggunakan akal fikiran mereka dan memikirkan perkara yang mereka dapatkan dari nenek moyang mereka, adakah ianya dapat diterima akal fikiran, ataupun mereka temukan logika dari ucapan sang penyeru yang diutus oleh Allah kepada mereka, yang mengajak mereka kepada kebenaran, dan melarang mereka dari mengikuti secara membuta tuli
?
Allah Ta'ala berfirman:
Katakanlah: "Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu suatu hal saja, yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri; kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad) tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu. Dia tidak lain hanyalah pemberi peringatan bagi kamu sebelum (menghadapi) azab yang keras. (46)
Maha Benar Allah
[Saba]


Demikian itu kerana syaitan tidak akan membiarkan mereka berada di jalan yang benar, setelah Allah menunjukkan mereka ke jalan itu di era para rasul, kemudian para nabi untuk jinn dan manusia wafat, lalu syaitan beserta penolongnya dari kalangan syaitan jinn dan manusia, meneruskan usaha mereka buat menghalangi dan merintangi jalan yang lurus, melalui para penolongnya dari kalangan syaitan jinn dan manusia dari generasi ke generasi, agar syaitan-syaitan itu dapat memalingkan umat dari agama mereka, dan mengeluarkan manusia dari jalan yang lurus

Allah Ta'ala berfirman:
Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang diturunkan Allah". Mereka menjawab: "(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (21)
Maha Benar Allah
[Luqman]


Demikian itu kerana Iblis telah bersumpah untuk menyesatkan Adam dan keturunannya, dengan segala macam helah dan cara hingga hari kebangkitan

Allah Ta'ala berfirman:
Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. (11) Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab Iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (12) Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". (13) Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan". (14) Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh". (15) Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, (16) kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (17) Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya". (18)
Maha Benar Allah
[Al A'raaf]


Para syaitan telah menyesatkan umat-umat merentas generasi setelah rasul-rasul wafat, dan setiap umat mengikuti umat sebelum mereka secara membuta tuli, kerana itu engkau dapati umat-umat itu menjatuhkan alasan dan melemparkan dakwaan ke atas umat yang sebelum mereka

Allah Ta'ala berfirman:
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan. (112)
Maha Benar Allah
[Al An'aam]


Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayat-Ku dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata: "Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri", kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir. (130)
Maha Benar Allah
[Al An'aam]


Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka". Allah berfirman: "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui". (38)
Maha Benar Allah
[Al A'raaf]


Syaitan mengatakan pada mereka (ahli neraka), jangan kalian mencercaku, aku tidak ada kekuasaan terhadap kalian, melainkan aku hanya menyeru kalian lalu kalian mematuhi seruanku, namun cercalah diri kalian sendiri kerana kalian tidak menggunakan akal fikiran kalian

Allah Ta'ala berfirman:
Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: "Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: "Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri". (21) Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu". Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.(22)
Maha Benar Allah
[Ibrahim]


Lantaran itu semua orang-orang kafir menyadari akan perkara yang menyebabkan mereka sesat dari jalan kebenaran, ianya bukan disebabkan oleh syaitan yang sebenarnya tidak punya kekuasaan terhadap mereka, dan bukan pula disebabkan oleh umat-umat sebelum mereka; namun mereka mengetahui bahawa penyebab mereka tersesat dari jalan kebenaran, adalah kerana mereka tidak menggunakan akal fikiran mereka

Mereka hanya mengikuti secara membuta tuli dan berpaling dari seruan dakwah yang hak dari Tuhan, seruan dakwah yang dapat diterima akal fikiran dan logik

Kerana itu mereka mengatakan:
Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". (10) Mereka mengakui dosa mereka. Maka kebinasaanlah bagi penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala. (11)
Maha Benar Allah
[Al Mulk]


Maka dari itu kalian dapati Al Mahdi Al Muntadhar yang hak dari Tuhan kalian, melarang kalian dari mengikuti secara membuta tuli, Al Mahdi menyeru kalian untuk menggunakan akal fikiran kalian buat memikirkan, adakah orang yang menyeru ini, Nasser Mohammed Al Yamani, benar-benar telah diteguhkan oleh Allah dengan dalil hujjah ilmu pengetahuan yang dapat diterima akal fikiran dan logik
?
Kerana itu kalian dapati aku menyatakan bahawasanya, sama sekali tidak akan ada yang membenarkan Al Mahdi Al Muntadhar yang hak dari Tuhan kalian, melainkan orang-orang yang mempergunakan akal fikiran mereka di antara kalian, mereka memikirkan perkara yang menjadi hujjah Nasser Mohammed Al Yamani terhadap mereka, hingga memikirkan pada perkara yang mereka dapatkan dari nenek moyang mereka, mana di antaranya yang dapat diterima akal fikiran dan logik, kemudian mereka mengikutinya setelah memikirkan dan merenungkan, mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk Allah pada setiap umat dalam Al Kitab

Aku tidak temukan orang yang diberi petunjuk pada kebenaran, kecuali orang-orang yang menggunakan akal fikiran mereka, dari kalangan orang-orang yang tidak menghukumi sebelum mereka mendengarkan perkataan, dan mereka merenungkannya serta memikirkannya, baru kemudian mereka membuat keputusan dan mengikuti yang terbaik darinya

Allah tidak memberikan petunjuk-Nya pada semua umat, melainkan pada orang-orang yang mempergunakan akal fikiran, dan mereka tidak menghukumi sebelum mereka memikirkan dan merenungkan perkataan orang yang menyeru mereka; bahkan mereka memikirkan ucapannya terlebih dahulu sebelum memutuskan, baru kemudian mereka mengikuti yang terbaik di antaranya

Allah Ta'ala berfirman:
Sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku, (17) yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi Allah petunjuk dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal. (18)
Maha Benar Allah
[Az Zumar]


Maka apakah mereka tidak memperhatikan perkataan (Al Quran), atau apakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka dahulu? (68)
Maha Benar Allah
[Al Mukminun]


Akan tetapi syaitan-syaitan manusia melarang umat Islam dari bertadabbur merenungkan Al Quran, mereka mengatakan: "Tiada yang mengetahui takwilnya selain Allah, bahkan hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnah sahaja, tinggalkan Al Quran kerana tiada yang tahu takwilnya selain Allah, dan Rasul-Nya telah menjelaskan Al Quran pada kalian dalam sunnahnya, cukuplah yang demikian buat kalian", sebagaimana yang dilakukan oleh Ahlus Sunnah

Manakala Syi'ah pula, mereka mengatakan: "Cukuplah bagi kami perkara yang kami dapatkan dari imam-imam kami kalangan Ahlul Bayt"; dan mereka tidak saling menghubungkannya dengan muhkam Kitabullah

Kaum yang lain pula mengatakan: "Bahkan cukup bagi kami Al Quran sahaja, tinggalkan sunnah Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-", mereka adalah kalangan anti hadits, maka mereka telah mengabaikan dua sholat fardhu dari sholat-sholat fardhu yang lima


Wahai umat Islam, aku tidak menemukan jalan selamat untuk kalian, melainkan kalian kembali berhukum dengan Kitabullah dan sunnah Rasulullah yang hak, yang tidak bertentangan dengan muhkam Kitabullah, sesungguhnya aku Al Mahdi Al Muntadhar yang hak dari Tuhan kalian, aku tidak menolak Sunnah Nabawiyah kecuali yang bertentangan dengan Kitabullah, demikian itu kerana Sunnah Nabawiyah datang untuk menambahkan bayan keterangan dan penjelasan bagi Al Quran untuk seluruh dunia

Justeru itu barangsiapa yang beriman kepada Kitabullah dan sunnah Rasulullah yang hak, dari kalangan sekalian ulama umat Islam, maka penuhilah seruan dakwah hiwar Al Mahdi Al Muntadhar di era hiwar sebelum muncul, melalui meja bundar hiwar antarabangsa,
website Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani, dan setelah adanya pembenaran, baru aku akan muncul pada kalian di dekat Ka'bah, jika sungguh kalian benar-benar mempergunakan akal fikiran


Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

Saudara kalian Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani
_______________


اقتباس المشاركة: 5296 من الموضوع: إجابة الإمام على أسئلة عمر فاروق ..

- 3 -
الإمام ناصر محمد اليماني
17 - 07 - 1430 هـ
10 - 07 - 2009 مـ
11:41 مساءً
_______



{وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّـهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ ﴿٦٩﴾}
صدق الله العظيـــم ..


بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على خاتم الأنبياء والمرسَلين وآله الطيّبين الطاهرين والتابعين للحقّ إلى يوم الدين..
أخي الكريم، ثبّتك الله على الصراط المستقيم الذي يؤدّي إلى الله العزيز الحميد. تصديقاً لقول الله تعالى: {إِنِّي تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّـهِ رَبِّي وَرَبِّكُم ۚ مَّا مِن دَابَّةٍ إِلَّا هُوَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا ۚ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿٥٦﴾} صدق الله العظيم [هود].

وسبب هُداك إلى الطريق الحقّ هو أنّك لا تريد غير الحقّ والحقّ أحقّ أن يُتّبع، ولذلك كلفتَ نفسك بالبحث عن الطريق الحقّ، وقد وعد الله الباحثين عن الحقّ من عباده أن يهديهم إلى سبيل الحقّ إليه إنّ الله لا يخلف الميعاد، وجئت إلى موقعنا بقدرٍ مقدورٍ في الكتاب المسطور في عصر الحوار للإمام المهديّ من قبل الظهور لتكون من السابقين الأخيار. تصديقاً لوعد الله الحقّ في مُحكم كتابه: {وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّـهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ ﴿٦٩﴾} صدق الله العظيم [العنكبوت].

وإن كنتَ من طُلّاب العلم فاعلم أنّ الله قد وضع شروطاً لطالب العلم كالتالي:
أن لا يتّبع ما ليس لهُ به علمٍ ما لم يُهيمن عليك العالِم بعلمٍ وسلطانٍ مُبينٍ شرط أن يقبله عقلك فيطمئن إليه قلبك، ونهاك الله أن تتّبع ناصر محمد اليماني الاتّباع الأعمى ما دُمتَ طالب العلم الحقّ فلا يكفي أن تظنّ بناصر محمد اليماني الظنّ الحسن أنّهُ لا يقول على الله إلا الحقّ، كلا.. فهذا أمرٌ خطيرٌ وعظيمٌ لا ينفع معه الظنّ الحسن ما لم تجد حُجّة الإمام ناصر محمد اليماني مؤيّدة بسلطان العلم المُقنع الذي يقبله العقل والمنطق من كتاب الله وسُنَّة رسوله الحقّ، ولذلك أمركم الله باستخدام عقولكم التي لا تعمى إذا حكّمتم عقولكم في التّفكُّر والتّدبُّر في سلطان علم الداعية هل لا يتعارض مع العقل والمنطق؟ تصديقاً لقول الله تعالى: {وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَـٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا ﴿٣٦﴾} صدق الله العظيم [الإسراء].

وإنّما ضلّت الأممُ عن طريق الحقّ بسبب الاتّباع الأعمى للأمّة التي من قبلهم من آبائهم وعلمائهم فاتَّبَعوا ما ألْفَوا عليه آباءهم من غير أن يستخدموا عقولهم شيئاً؛ هل ما وجدوهم عليه يقبله العقل والمنطق؟ وعلى سبيل المثال ألفَوا آباءهم يعبدون الأصنام فاتّبعوهم الاتّباع الأعمى بحسن الظنّ فيهم أنّهم أعلم منهم وأحكم، ولذلك قال الله تعالى: {وَكَذَٰلِكَ مَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ فِي قَرْيَةٍ مِّن نَّذِيرٍ إِلَّا قَالَ مُتْرَفُوهَا إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِم مُّقْتَدُونَ ﴿٢٣﴾} صدق الله العظيم [الزخرف].

ولذلك مقتهم الله هم وآباؤهم بسبب الاتّباع الأعمى دون أن يستخدموا عقولهم التي أنعم الله بها عليهم. قال الله تعالى: {وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنزَلَ اللَّـهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۗ أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلَا يَهْتَدُونَ ﴿١٧٠﴾} صدق الله العظيم [البقرة].

ولذلك نهى الله عباده من الاتّباع الأعمى للأمم الذين من قبلهم ودعاهم إلى استخدام العقل والتفكّر فيما وجدوا عليه آباءهم هل تقبله عقولهم أم يجدون المنطق في سلطان الداعية المبعوث من ربّهم الذي يدعوهم إلى الحقّ وينهاهم عن الاتّباع الأعمى؟ وقال الله تعالى: {قُلْ إِنَّمَا أَعِظُكُم بِوَاحِدَةٍ ۖ أَن تَقُومُوا لِلَّـهِ مَثْنَىٰ وَفُرَادَىٰ ثُمَّ تَتَفَكَّرُوا ۚ مَا بِصَاحِبِكُم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ لَّكُم بَيْنَ يَدَيْ عَذَابٍ شَدِيدٍ ﴿٤٦﴾} صدق الله العظيم [سبأ].

وذلك لأنّ الشيطان لم يتركهم على الحقّ بعد إذ هداهم الله إليه في عهد الرسل فيموت أنبياء الجنّ والإنس ويستمر مكر الشيطان وأوليائه من شياطين الجنّ والإنس في صدّهم عن الصراط المستقيم عن طريق أوليائه من شياطين الإنس جيلاً بعد جيلٍ، حتى يردّوهم عن دينهم فيخرجوهم عن الصراط المستقيم. وقال الله تعالى: {وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنزَلَ اللَّـهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ ﴿٢١﴾} صدق الله العظيم [لقمان].

وذلك لأنّه أقسم ليُضِّل آدم وذريته بكُلّ حيلةٍ ووسيلةٍ إلى يوم يبعثون. وقال الله تعالى: {وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ ﴿١١﴾ قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ ﴿١٢﴾ قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ ﴿١٣﴾ قَالَ أَنظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿١٤﴾ قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ ﴿١٥﴾ قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦﴾ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ ﴿١٧﴾ قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورًا ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿١٨﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

وأضلّتِ الشياطين الأمم عبر الأجيال من بعد الرسل وكانت كُلّ أمّةٍ تتّبع الأمّةَ التي من قبلها الاتّباع الأعمى، ولذلك تجد الأمم يلقون بالحجّة على الأمّة التي من قبلها. وقال الله تعالى: {وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ ﴿١١٢﴾} صدق الله العظيم [الأنعام].

{يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِي وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَـٰذَا ۚ قَالُوا شَهِدْنَا عَلَىٰ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُوا كَافِرِينَ ﴿١٣٠﴾} صدق الله العظيم [الأنعام].

{قَالَ ادْخُلُوا فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُم مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ فِي النَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَّعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰ إِذَا ادَّارَكُوا فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَاهُمْ لِأُولَاهُمْ رَبَّنَا هَـٰؤُلَاءِ أَضَلُّونَا فَآتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِّنَ النَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَـٰكِن لَّا تَعْلَمُونَ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

وخطب فيهم الشيطان وقال لا تلوموني فليس لي عليكم من سلطانٍ إلا أن دعوتكم فاستجبتم لي بل لوموا أنفسكم لأنّكم لم تستخدموا عقولكم. وقال الله تعالى: {وَبَرَزُوا لِلَّـهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاءُ لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللَّـهِ مِن شَيْءٍ ۚ قَالُوا لَوْ هَدَانَا اللَّـهُ لَهَدَيْنَاكُمْ ۖ سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٍ ﴿٢١﴾ وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الْأَمْرُ إِنَّ اللَّـهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي ۖ فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنفُسَكُم ۖ مَّا أَنَا بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُم بِمُصْرِخِيَّ ۖ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَا أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ﴿٢٢﴾} صدق الله العظيم [إبراهيم].

ومن ثم أدرك جميع الكافرين ما هو سبب ضلالهم عن الحقّ إنّه ليس الشيطان فليس له سلطان عليهم وليست الأمم التي من قبلهم؛ بل اكتشفوا أنّ سبب ضلالهم عن الحقّ هو عدم استخدام عقولهم فاتّبعوا الاتّباع الأعمى فأعرضوا عن دعوة الحقّ من ربّهم التي يقبلها العقل والمنطق. ولذلك قالوا: {وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴿١٠﴾ فَاعْتَرَفُوا بِذَنبِهِمْ فَسُحْقًا لِّأَصْحَابِ السَّعِيرِ ﴿١١﴾} صدق الله العظيم [الملك].

ولذلك تجدون أنّ المهديّ المنتظر الحقّ من ربّكم ينهاكم عن الاتّباع الأعمى ويدعوكم إلى استخدام عقولكم هل الداعي ناصر محمد اليماني قد أيّده الله بسلطان العلم الذي يقبله العقل والمنطق؟ ولذلك تجدونني أفتي أنّه لا ولن يُصدّق المهديّ المنتظَر الحقّ من ربّكم إلا الذين يعقلون منكم، فتفكّروا فيما يُحاجِجَهم به ناصر محمد اليماني وإلى ما وجدوا عليه آباءهم فأيّهم يقبله العقل والمنطق فيتّبعونه من بعد التّفكُّر والتّدبُّر، وأولئك الذين هداهم الله في الكتاب في جميع الأمم. فلم أجد أنّه اهتدى للحقّ إلا الذين استخدموا عقولهم من الذين لا يحكمون من قبل أن يستمعوا القول فيتدبّروا فيه ويتفكّروا ومن ثم يحكّموا فيتّبعوا أحسنه، ولم يهدِ الله من جميع الأمم إلا الذين استخدموا عقولهم ولم يحكموا من قبل التّفكُّر والتّدبُّر في قول الداعية؛ بل يتفكّرون في القول من قبل أن يحكموا ومن ثم يتّبعوا أحسنه. وقال الله تعالى: {فَبَشِّرْ عِبَادِ ﴿١٧﴾ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ ۚ أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ هَدَاهُمُ اللَّـهُ ۖ وَأُولَـٰئِكَ هُمْ أُولُو الْأَلْبَابِ ﴿١٨﴾} صدق الله العظيم [الزمر].

{أَفَلَمْ يَدَّبَّرُوا الْقَوْلَ أَمْ جَاءَهُم مَّا لَمْ يَأْتِ آبَاءَهُمُ الْأَوَّلِينَ ﴿٦٨﴾} صدق الله العظيم [المؤمنون].

ولكن شياطين البشر نهوا المسلمين عن تدبّر القرآن وقالوا: "لا يعلمُ تأويله إلا الله بل عليكم بالسُنّة وحدها فذروا القرآن فإنّه لا يعلم تأويله إلا الله وقد بيّنه لكم رسوله وحسبكم ذلك" كما يفعل أهل السُّنة، وأمّا الشيعة فقالوا: "حسبنا ما وجدنا عليه أئمتنا من آل البيت"؛ فلا يُطابقونه مع محكم كتاب الله. وآخرون قالوا: "بل حسبكم القرآن وحده فذروا سُنّة رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلّم"، وهم القرآنيون فأضاعوا فرضين من الصلوات.

ويا أمّة الإسلام لا أجد لكم سبيلاً للنجاة إلا أن تحتكموا إلى كتاب الله وسُنَّة رسوله الحقّ التي لا تخالف الكتاب، فإنّي المهديّ المنتظر الحقّ من ربّكم لا أنكر من السُنّة النّبويّة إلا ما وجدته مخالفاً لكتاب الله ذلك لأنّ السُنّة النّبويّة إنّما تأتي لتزيد القرآن بياناً وتوضيحاً للعالمين، فمن كان يؤمن بكتاب الله وسُنَّة رسوله الحقّ من كافة علماء المسلمين فليستجيبوا لدعوة الحوار للمهديّ المنتظَر في عصر الحوار من قبل الظهور عبر طاولة الحوار العالميّة (موقع الإمام ناصر محمد اليماني) ومن بعد التصديق أظهر لكم عند البيت العتيق إن كنتم تعقلون.

وسلامٌ على المرسَلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..
أخوكم الإمام المهديّ ناصر محمد اليمانيّ.
_______________