النتائج 1 إلى 1 من 1

الموضوع: Fatwa Al-Mahdi dari kitab mengenai kisah Dawud dalam Mihrab yang Allah berikan kecakapan berbicara dan penjelasan hukum, sebagai peringatan bagi orang-orang yang memikirkan (Ulil Albab)

هذا أحد المواقع الثانوية الخاصة بتبليغ دعوة الإمام المهدي المنتظر ناصر محمد اليماني والتي لا تتضمن أية أقسام خاصة ولا رسائل ولا عضويات وبالتالي لا يمكن المشاركة فيها ولا استرجاع الحسابات المفقودة عبرها، يوجد هنا فقط موسوعة البيانات مع الترجمة لبعضها إلى مختلف اللغات، ولا يتواجد الإمام المهدي إلا في الموقع الرسمي الوحيد منتديات البشرى الإسلامية والنبإ العظيم، وهناك يمكنكم التسجيل والمشاركة والمراسلة الخاصة وأهلاً وسهلاً بكم.

مصدر الموضوع
  1. Fatwa Al-Mahdi dari kitab mengenai kisah Dawud dalam Mihrab yang Allah berikan kecakapan berbicara dan penjelasan hukum, sebagai peringatan bagi orang-orang yang memikirkan (Ulil Albab)

    مصدر المشاركة
    الإمام ناصر محمد اليماني
    22 - 11 - 1430 هـ
    10 - 11 - 2009 مـ
    11:31 مساءً
    ـــــــــــــــــــ

    Imam Nasser Mohammad Al-Yamani
    22 - 11 - 1430 AH
    10 - 11 - 2009 AD
    11:31 pm
    ـــــــــــــــــــ



    فتوى المهديّ بالكتاب عن قصة داوود في المحراب الذي آتاه الله الفصاحة وفصل الخطاب ذكرى لأولي الألباب ..

    Fatwa Al-Mahdi dari kitab mengenai kisah Dawud dalam Mihrab yang Allah berikan kecakapan berbicara dan penjelasan hukum, sebagai peringatan bagi orang-orang yang memikirkan (Ulil Albab)



    Posting oleh Korak
    المشاركة الأصلية كتبت بواسطة كوارك
    السلام عليكم يا امامنا ورحمة الله وبركاته
    ارجو توضيح قصة الخصمين عندما دخلوا على نبي الله داوود ليحكم بينهم في امر اصرار احدهما على ضمّ نعجة الآخر له في حين ان له تسع وتسعون نعجة حيث ان هناك إسرائيليات تقول ان لنى الله داوود 99 زوجة وكان يطمع في زوجة احد الرعية ولما تاب داوود وسجد فما هوة الذنب الذي فعله وهل هما ملكان يعلمون النّبي الحكم ام ماذا حيث ان كل التفاسير عجزت عن معرفة سبب نزول تلك الآية
    والسلام عليكم ورحمة الله.


    Salamullah alaikum warahmatullah wa barakatuh...
    Wahai Imam kami saya berharap penjelasan mengenai kisah dua orang yang berselisih ketika mereka masuk mereka datang kepada Dawud untuk berhukum diantara mereka tentang masalah dan memaksa seorang dari mereka untuk menyatukan (mengumpulkan) kambing orang lain kepada kambingnya yang ketika itu dia memiliki 99 kambing yang mana ada kisah dari orang-orang Israel mengatakan bahwa Dawud memiliki 99 istri dan dia menginginkan seorang istri dari seorang penduduk warga, dan ketika dia bertobat dan bersujud maka apakah kesalahan yang dia lakukan? Apakah kedua orang yang berselisih itu adalah para malaikat yang mengajarkan pada nabi bagaimana berhukum? Atau apa? Dimana semua penjelasan tidak dapat memutuskan alasan diturunkannya ayat itu. Wassalamu alaikum…



    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على خاتم الأنبياء والمُرسلين وآله التّوابين المُتطهرين والتابعين للحقّ إلى يوم الدّين..
    قال الله تعالى:
    {وَدَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِي الْحَرْ‌ثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَاهِدِينَ ﴿٧٨﴾ فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ} صدق الله العظيم [الأنبياء:78-79].

    Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, sholawat dan salam kepada penutup para nabi dan rasul, dan keluarganya yang disucikan dan bertobat, dan para pengikut kebenaran hingga hari penghakiman…
    Allah Swt berfirman:

    وَدَاوُۥدَ وَسُلَيْمَـٰنَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِى ٱلْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ ٱلْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَـٰهِدِينَ ﴿٧٨﴾ فَفَهَّمْنَـٰهَا سُلَيْمَـٰنَ … ﴿٧٩﴾
    صدق الله العظيم [الأنبياء:79-78]

    Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, (78)

    maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman… (79)

    Maha benar Allah
    [Al-Anbiyaa:78-79]


    وهذه قصة رجلين أخوين، أحدهما كان غنياً لديه أغنامٌ كثيرةٌ ومزرعةٌ، وأمّا الآخر فهو فقيرٌ ولديه قليلٌ من الغنم لا تساوي إلا بنسبة 1% نسبةً إلى غنم أخيه، ولهُ أولادٌ كثيرون وغنمه القليلة هي مصدر عيشهم هو وأولاده، وهو جار أخيه قرباً وجُنباً، ودخلت غُنيماته مزرعة أخيه الغني ونفشت فيها ولذلك قال الله تعالى:{فِي الْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ } صدق الله العظيم [الأنبياء:78].

    Kisah ini mengenai dua lelaki yang bersaudara, satu dari mereka adalah orang kaya yang memiliki banyak kambing dan tanaman, adapun yang satunya lagi dia adalah orang miskin dan memiliki sedikit kambing tidak sampai 1% daripada kambing saudaranya.

    Orang miskin itu memiliki banyak anak dan sedikit kambing dan hanya itulah sumber dari kehidupan selama bersama anak-anaknya, dan dia adalah tetangga (jiran) bersebelahan dengan saudaranya, dan kambingnya telah memasuki kebun saudaranya yang kaya, dan tersesat di dalamnya.

    Adapun firman Allah Swt:

    ... فِي الْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ ...
    صدق الله العظيم [الأنبياء:78]

    {mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya}
    Maha benar Allah
    [Al-Anbiyaa:78]


    وذلك لأنها مصدر رزق القوم وهو الرجل الفقير وأولاده، ومن ثمّ أخذ الغنمَ صاحبُ المزرعة الغني وهو يعلم أنّه ليس لدى أخيه مالٌ ليقوم بتعويضه وقال له: "لقد ضممت غنمك إلى غنمي لأنها أكلت بضعف ثمنها" . ولكنّ أخاه فقيرٌ وليس لديه إلا هذه الغنم القليلة وهي مصدر قوته الوحيد هو وأولاده، ولكن أخاه ضمّ غُنيماته إلى غنمه بحجّة إتلاف الحرث، ويُطالب أخاه أن يفيه عليها مالاً لأنه يقول إنّها قد أتلفت ضعف ثمنها.

    Dan karena ia adalah sumber kehidupan bagi kaumnya dan mereka adalah orang-orang miskin dan anak-anaknya, lalu orang kaya pemilik tanaman mengambil kambingnya padahal dia mengetahui bahwa saudaranya tidak memiliki uang untuk menggantinya, dan dia mengatakan padanya:

    “Aku memasukkan kambingmu ke dalam kambing-kambingku karena ia memakan melebihi dari harganya”

    Tetapi saudaranya yang miskin tidak memiliki kecuali sedikit kambing dan ia satu-satunya sumber kehidupan makanan bagi dia dan anak-anaknya, namun saudaranya menyatukan (mengambil) kambingnya kepada kambing miliknya dengan alasan merusak tanaman, dia meminta saudaranya untuk membayarnya kembali dengan uang tambahan karena ia merusak dua kali lipat dari harganya.


    فمن ثمّ اختصما إلى داوود -عليه الصلاة والسلام- حتى يحكم بينهما بالحقّ كما يرجو الفقير، وكان الغني فصيح اللسان بليغ الكلام تكلم بين يدي الحاكم داوود وعزّ أخيه الفقير بالخطاب بين يدي الحاكم داوود -عليه الصلاة والسلام- وهو يرفع الدعوى على أخيه أن يفيه مالاً فوق غنمه لأنّ الغنم كما يقول قد أكلت بضعف ثمنها، وأمّا أخوه فهو ليس مُنكراً أنّ غنمه نفشت في حرث أخيه ولذلك كان مُنصتاً فظنّ داوود أنّ إنصاته يُعتبر اعترافاً منه بما قاله المُدّعي ولم يُنكر أي شيء من دعوى أخيه، فلما رأى داوود أنّ صاحب الغنم مُنصتٌ ولم يردّ على الادّعاء بشيءٍ من الإنكار فظنّ داوود أن ذلك اعترافٌ من صاحب الأغنام بأنّ الغنم حقاً قد نفشت بالمزرعة وأنّها حقاً أكلت ضعف أثمانها، وإنّما عزّه بالكلام بين يدي الحاكم.

    Kemudian mereka meminta keputusan hukum kepada Dawud alaihissalam, sehingga dia akan berhukum diantara mereka secara adil sebagaimana yang diminta oleh orang yang miskin, sementara orang yang kaya fasih dengan lidah yang tajam berbicara diantara kedua tangan raja Dawud.

    Si kaya telah mendominasi saudaranya yang miskin dalam berbicara diantara kedua tangan aturan-hukum Dawud alaihissalam sementara dia menggugat saudaranya agar membayar kembali uangnya atas harga kambingnya seperti yang dia katakan bahwa ia memakan dua kali dari harganya.

    Adapun saudaranya, dia tidak mengingkari bahwa kambingnya tersesat ke dalam tanaman saudaranya, karena itu dia mendengarkan dengan tenang maka Dawud menyangka bahwa ketenangannya adalah mempertimbangkan pengakuan darinya terhadap apa yang dikatakan penuntut, dan dia tidak menolak apapun dari pernyataan saudaranya tanpa bukti.

    Maka ketika Dawud mendapati bahwa pemilik kambing diam dan tidak menjawab atas pernyataan tanpa bukti dengan segala penolakan, maka Dawud menyangka bahwa ini adalah pengakuan dari pemilik kambing bahwa kambing itu benar-benar tersesat ke dalam kebun dan ia benar-benar memakan dua kali dari harganya, dan dia membenarkan secara lisan terhadapnya secara hukum.


    ومن ثمّ حكم داوود بغنم الفقير للغني وهي بما أكلت دونما يزيده مالاً فهو جاره قُرباً وجُنباً، وكان سُليمان -عليه الصلاة والسلام- إلى جانب أبيه فنظر من بعد الحُكم إلى وجّه الفقير فرآه مُنخنقاً يكاد أن يبكي من ظلم أخيه له فليس لديه هو وأولاده غير تلك الغُنيمات وهي مصدر عيشه الوحيد هو وأولاده، وأمّا أخوه فهو غنيٌ ولديه أغنام كثيرة ومزرعةٌ، ولكنّ المظلوم أناب إلى الله في نفسه يشكو إليه ظُلم أخيه له فكيف يريد أن يضمّ غنمه القليلة إلى أغنامه وهي لا تساوي إلى غنم أخيه الكثيرة إلا بنسبة واحدٍ في المائة فلا يزال يحسده عليها نظراً لأنه أحبّ إلى النّاس منه، ولكن المُتقين يجعل لهم الرحمن ودّاً وهو يعلمُ بحاله ويعلمُ أنها مصدر عيشه هو وأولاده.

    Kemudian Dawud berhukum dengan kambing orang yang miskin yang diserahkan kepada orang yang kaya yaitu sesuai dengan yang (kambing) itu makan tanpa dia tambahkan uangnya yang sesungguhnya dia adalah tetangganya sehubungan-darah dan bersebelahan, sementara Sulaiman berada di sisi ayahnya, maka dia mendapati pada wajah orang miskin setelah berhukum;

    Sesungguhnya dia mendapatinya tidak berdaya untuk menangis dari tekanan saudaranya, sesungguhnya dia tidak memiliki bagi dirinya dan anak-anaknya kecuali kambing itu dan ia satu-satunya sumber kehidupan baginya dan anak-anaknya.

    Adapun saudaranya, dia kaya dan dia memiliki banyak kambing dan tanaman, tetapi yang ditekan (saudaranya) mengembalikan urusan kepada Allah sambil dia mengadu kepada-Nya atas ketidakadilan saudaranya kepada dirinya, bagaimana mungkin saudaranya memasukkan kambingnya yang sedikit kepada kumpulan kambing saudaranya, sementara ia tidak sebanding dengan kambing saudaranya yang banyak.

    Yaitu hanya satu persen, dan dia (yang kaya) masih iri kepadanya kerana dia (yang miskin) lebih dicintai oleh masyarakat daripada dia (yang kaya), tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Ar-Rahman mereka dijadikan saling mencintai (satu sama lain), Allah mengetahui keadaannya dan Dia mengetahui bahwa itulah sumber kehidupan yang paling utama bagi dia dan anak-anaknya.


    فألهم الله سُليمان الحكم الحقّ بأن يطلع أبوه الحاكم بنفسه ومعه خبيرٌ بالحرث لكي يتم الاطلاع على ما أتلفت الغنم في الحرث ثمّ يتم تقديره بالحقّ من غير ظُلمٍ، ثمّ تبيّن لداوود - عليه الصلاة والسلام - من بعد الاطلاع أنّه حكم على الرجل بالظنّ الذي لا يُغني من الحقّ شيئاً، وتبيّن له إنّما أعزّ المظلومَ أخوه بالكلام وليس قدر الإتلاف في المزرعة حسب دعوى أخيه، وتبيّن لهُ إنّما أعزّه في الخطاب بلحن دعوى الغني، ثمّ حكم لصاحب الحرث بقدر حقّه بالحقّ يُتم دفعه على مُكْثٍ من ذريات غنم الفقير ولبنها وسمنها ووبرها، ولذلك قال الله تعالى: {وَدَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِي الْحَرْ‌ثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ الْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَاهِدِينَ ﴿٧٨﴾ فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ} صدق الله العظيم [الأنبياء:78-79].

    Maka Allah memberitahukan kepada Sulaiman alaihissalam agar berhukum secara adil dan agar mengetahui bahwa ayahnya telah berhukum dari dirinya sendiri sementara Sulaiman alaihissalam bersama seorang ahli tanaman agar memeriksa apa yang dirusak oleh kambing itu.

    Kemudian diterangkan kepada Dawud alaihissalam setelah diteliti bahwa dia telah menghukumi seseorang hanya dengan persangkaan atau perkiraan yang tidak menambah sesuatupun pada kebenaran, dan diterangkan padanya bahwa dia menguasai saudaranya hanya dengan perkataan bukan dengan memperhitungkan nilai kerusakan tanaman seperti apa yang dituntut oleh saudaranya.

    Diterangkan juga padanya bahwa dia menguasai saudaranya (yang miskin) dengan motif litigasi (mediasi) saudaranya yang kaya, kemudian dia memutuskan bagi pemilik tanaman dengan nilai yang sesuai haknya secara adil untuk dibayarkan sesuai porsi dari keturunan kambing dari saudaranya yang miskin dan dari susunya, mentega dan wol.

    Karena itu Allah berfirman:

    وَدَاوُۥدَ وَسُلَيْمَـٰنَ إِذْ يَحْكُمَانِ فِى ٱلْحَرْثِ إِذْ نَفَشَتْ فِيهِ غَنَمُ ٱلْقَوْمِ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شَـٰهِدِينَ ﴿٧٨﴾ فَفَهَّمْنَـٰهَا سُلَيْمَـٰنَ.... ﴿٧٩﴾
    صدق الله العظيم [الأنبياء:-7978]

    Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, di waktu keduanya memberikan keputusan mengenai tanaman, karena tanaman itu dirusak oleh kambing-kambing kepunyaan kaumnya. Dan adalah Kami menyaksikan keputusan yang diberikan oleh mereka itu, (78)

    maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)….. (79)

    Maha benar Allah
    [Al-Anbyaa:78-79]


    ولذلك قال الله تعالى: {وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا} صدق الله العظيم [الأنبياء:79].

    Dan Allah juga berfirman:

    وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا ۚ وَسَخَّرْنَا مَعَ دَاوُۥدَ ٱلْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَٱلطَّيْرَ ۚ وَكُنَّا فَـٰعِلِينَ ﴿٧٩﴾
    صدق الله العظيم [الأنبياء:79]

    maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)….. (79)
    Maha benar Allah
    [Al-Anbyaa: 79]


    ولكن داوود بادئ الأمر ظلم الفقير بسبب حُكمه بالظنّ الذي لا يُغني من الحقّ شيئاً وذلك بسبب أنّ أخاه عزّه بالكلام بين يدي داوود وظنّ داوود أن سكوت صاحب الغنم اعترافٌ بكلام أخيه بأنّه حقٌّ، إذ لم يردّ على ما ادّعاه أخوه بشيءٍ من الإنكار، ولذلك ظلم داوود الفقير بغير قصدٍ منه ولكنّ الله ألهم سليمان الحكم الحقّ بوحي التفهيم، واتّبع داوود حكم ابنه سليمان ثمّ حكم بالحقّ، ولذلك قال الله تعالى: {وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا} صدق الله العظيم [الأنبياء:79].

    Tetapi Dawud sebelumnya telah zalim kepada saudara yang miskin karena menghukumi dengan persangkaan yang tidak menambahkan apapun terhadap kebenaran, karena saudaranya yang menguasai terhadapnya dengan perkataan diantara kedua tangan Dawud.

    Sementara Dawud menyangka bahwa diamnya pemilik kambing sebagai isyarat pengakuan kepada perkataan saudaranya bahwa ianya adalah benar ketika dia tidak menjawab dengan bantahan apapun terhadap tuntutan saudaranya, karena itulah Dawud menzalimi saudara yang miskin secara tanpa disadari.

    Namun Allah memberitahu Sulaiman hukum yang adil dengan wahyu yang menjadikan seseorang dapat memahami (tafhim), dan Dawud mengikuti hukum dari anaknya kemudian dia memutuskan secara adil.

    Karena itu Allah berfirman:

    وَكُلًّا ءَاتَيْنَا حُكْمًۭا وَعِلْمًۭا …
    صدق الله العظيم [الأنبياء:79]

    maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)….. (79)
    Maha benar Allah
    [Al-Anbiyaa:79]


    وأراد الله أن لا يعود خليفته داوود إلى ذلك فلم يكن هيّناً عند الله ولو لم يكُن بغير قصدٍ من داوود فلا يجوز له أن ينطق بحكمه عن الهوى؛ بل لكُلّ دعوى بُرهان وبيّنةٌ مؤكدةٌ، وإذا لا توجد فعلى من أنكرَ اليمين، ولذلك ابتعث الله اثنين من الملائكة تسوّرا المحراب ولم يدخلا من الباب وكان داوود -عليه الصلاة والسلام- ساجداً في سجوده الأخير في صلاته فجلس من سجوده فإذا هم أمامه واقفين فأوجس منهما خيفةً فكيف دخلوا من الباب وهو مُغلقٌ! ولكنهم رأوا الخوف قد ظهر بسببهم في وجّه نبي الله داوود -عليه الصلاة والسلام- ثمّ طمأنوه: {قَالُوا لا تَخَفْ خَصْمَانِ بَغَى بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالحقّ وَلا تُشْطِطْ وَاهْدِنَا إِلَى سَوَاءِ الصِّرَاطِ} صدق الله العظيم [ص:22].

    Allah menginginkan agar Dawud tidak mengulangi lagi kesalahan ini, sesungguhnya ia bukanlah perkara kecil/remeh bagi Allah walaupun ia tidak disengaja oleh Dawud, sesungguhnya tidak diizinkan bagi dia untuk menghukum dengan aturan melalui persangkaan;

    Sesungguhnya setiap pengakuan harus ada bukti dan suatu pernyataan bukti yang jelas, jika tidak ada, maka orang yang mengingkari harus bersaksi, sebagai konsekwensinya Allah mengutus dua malaikat yang dijadikan masuk ke dalam ruangan pribadi dan mereka tidak masuk melalui pintu, dan Dawud alaihissalam sedang sujud terakhir dalam sholatnya sehingga dia duduk dari sujudnya, maha suci Allah mereka berada di depannya berdiri sehingga mereka menakutkan, bagaimanakah mereka masuk padahal pintunya telah dikunci
    ?

    Tetapi mereka mendapati nabi Allah Dawud alaihissalam ketakutan disebabkan kehadiran mereka, lalu mereka meyakinkannya:

    ...قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ خَصْمَانِ بَغَىٰ بَعْضُنَا عَلَىٰ بَعْضٍۢ فَٱحْكُم بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَٱهْدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَ‌ٰطِ ﴿٢٢﴾
    صدق الله العظيم [ص:22]

    "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. (22)
    Maha benar Allah
    [Shaad:22]


    ثمّ ظنّ داوود أنّهم من الرعية المُختصمين ولم يكن يعلمُ أنّهم ملائكة وقال: ما خطبكم؟ ومن ثمّ ألقى المَلَكُ الذي يُمثل صاحب الأغنام القليلة دعواه وقال: {إِنَّ هَذَا أَخِي لَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِيَ نَعْجَةٌ وَاحِدَةٌ فَقال أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِي فِي الْخِطَابِ (23)} صدق الله العظيم [ص].

    Dawud menyangka mereka adalah penduduk yang sedang berselisih dan dia belum mengetahui bahwa mereka adalah para malaikat, dan dia berkata: Ada apa denganmu? Kemudian malaikat yang memerankan pemilik kambing yang sedikit telah mengajukan pengakuan dan berkata:

    إِنَّ هَـٰذَآ أَخِى لَهُۥ تِسْعٌۭ وَتِسْعُونَ نَعْجَةًۭ وَلِىَ نَعْجَةٌۭ وَ‌ٰحِدَةٌۭ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِى فِى ٱلْخِطَابِ ﴿٢٣﴾
    صدق الله العظيم [ص:23]

    Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata: "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan". (23)
    Maha benar Allah
    [Shaad:23]


    ويقصد أن أخيه غنيٌّ وصاحب أغنام كثيرةٍ بينما هو ليس لديه إلا نسبة واحدٍ في المائة ويقصد قلّة أغنامه فضمّ غنمه القليلة إلى غنمه الكثيرة وعزّه بالكلام عند الحاكم بينما هم ملائكة وليس لديهم أغنام، وإنّما يريد الله من داوود أن يذكّره بظلمه في حكمه على الفقير من قبل لولا أن فهَّمها الله سليمانَ عليه الصلاة والسلام. المهم إنّ داوود حكم بحكمٍ مُخالفٍ لحكمه الأول في قصة الحرث والغنم، وقال: {قال لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَى نِعَاجِهِ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ} صدق الله العظيم [ص:24].

    Maksudnya bahwa saudaranya adalah orang kaya dan pemilik banyak kambing, sementara dia hanya memiliki satu persen, yang dia maksud kambing dia hanya sedikit, lalu dia memasukkan kambingnya yang sedikit kepada kambingnya yang banyak, dan dia menguasainya hanya dengan kata-kata (tanpa bukti) di sisi hakim, padahal mereka adalah para malaikat dan mereka tidak memiliki kambing.

    Allah hanya ingin memperingatkan Dawud atas ketidak adilan terhadap saudara yang miskin sebelumnya jika bukan karena Allah menjadikan Sulaiman alaihissalam memahaminya, yang terpenting adalah bahwa Dawud telah memutuskan dengan hukum yang berlawanan dengan hukum dia yang pertama dalam kisah tanaman dan kambing, dan dikatakan:

    قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْخُلَطَآءِ لَيَبْغِى بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَقَلِيلٌۭ مَّا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّـٰهُ فَٱسْتَغْفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّ رَاكِعًۭا وَأَنَابَ ﴿٢٤﴾
    صدق الله العظيم [ص:24]

    Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; Lalu sebentar sahaja mereka (malaikat) telah tiada, dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. (24)
    Maha benar Allah
    [Shaad:24]

    قال لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَى نِعَاجِهِ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ...
    صدق الله العظيم [ص:24].

    Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh…
    Maha benar Allah
    [Shaad:24]


    وبعد أن قضى بينهما داوود بحكمه بينهم بالحقّ {وَقَلِيلٌ مَا هُمْ} [ص:24]، أي اختفوا من بين يديه، ومن ثمّ علم وأيقن داوود -عليه الصلاة والسلام- أنّهم ليسوا من البشر بل هم ملائكة، ومن ثمّ علم أنّهم يرمزون لصاحب الحرث وصاحب الغنم وإنّما يريد الله أن يذكّره بحكمه الأول وبأنّه كان فيه ظلمٌ على الفقير، وكان داوود لا يزال جالساً على السجادة ثمّ خرّ راكعاً وأناب إلى ربه ليغفر ذنبه، وقال الله تعالى: {وَظنّ دَاوُودُ إنّما فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ (24) فَغَفَرْنَا لَهُ ذَلِكَ وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَى وَحُسْنَ مَآبٍ (25) يَا دَاوُودُ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النّاس بِالحقّ وَلا تَتَّبِعْ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ (26)} صدق الله العظيم [ص].

    Setelah Dawud menetapkan keputusan diantara mereka dengan keputusan yang adil {Lalu sebentar sahaja mereka (malaikat) telah tiada} Maha benar Allah [Shaad:24], yaitu maksudnya mereka menghilang diantara kedua tangannya (dari hadapannya), lalu Dawud alaihissalam menyadari dan yakin bahwa mereka bukanlah manusia; sesungguhnya mereka adalah para malaikat.

    Kemudian dia menyadari bahwa mereka adalah simbol pemilik tanaman dan pemilik kambing, dan Allah hanya ingin memperingatkan dia dengan keputusannya yang pertama yang mana ada ketidak-adilan terhadap orang miskin, dan Dawud alaihissalam masih duduk di atas karpet (sajadah) lalu menyungkur sujud dan kembali kepada Tuhannya memohon ampunan.

    Allah Swt berfirman:

    وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّـٰهُ فَٱسْتَغْفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّ رَاكِعًۭا وَأَنَابَ ﴿٢٤﴾ فَغَفَرْنَا لَهُۥ ذَ‌ٰلِكَ ۖ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَـَٔابٍۢ ﴿٢٥﴾ يَـٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلْنَـٰكَ خَلِيفَةًۭ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱحْكُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ ﴿٢٦﴾
    صدق الله العظيم [ص:24-26]

    Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat (24)

    Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (25)

    Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (26)

    Maha benar Allah
    [Shaad:24-26]


    ولكن في هذه الآيات كلمات من المُتشابهات كمثال قول الله تعالى: {فَاحْكُمْ بَيْنَ النّاس بِالحقّ وَلا تَتَّبِعْ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ (26)}صدق الله العظيم [ص]، وكلمة التشابه هو في قول الله تعالى: {وَلا تَتَّبِعْ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ}صدق الله العظيم، فظنّوه الذين لا يعلمون أنّهُ هوى فتنة النساء ومن ثمّ وضع المنافقون قصة تُشابه هذه الآية في ظاهرها: {وَلا تَتَّبِعْ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ} صدق الله العظيم [ص:26]، وقالوا إنّ داوود أحبَّ امرأة أحد قادته فأرسله ليقاتل في سبيل الله لكي يتزوج بامرأته! قاتلهم الله أنَّى يؤفكون! فكيف يفعل ذلك نبيّ الله الذي يُعلي كلمة الله وليس عبداً لشهوته حتى يبعث مُجاهداً في سبيل الله ليتزوج بامرأته؟ ولكنّ الإمام المهديّ يُبطل افتراءهم الباطل بالحقّ فيدمغه وننطق بالحقّ ونقول: إنّ الهوى في هذا الموضعلا يقصد به هوى العشق؛ بل ذلك من المُتشابهات بل يقصد الهوى الظنّ الذي لا يغني من الحقّ شيئاً. مثال قول الله تعالى: {وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ﴿٣﴾ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ ﴿٤﴾} صدق الله العظيم [النجم]؛ أي أنه لا يتبع الظنّ فيقول على الله ما لم يعلم فيضلّ نفسه ومن معه عن سبيل الله، ولذلك قال الله تعالى: {إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ ﴿٤﴾ عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ ﴿٥﴾} صدق الله العظيم [النجم].

    Tetapi dalam ayat-ayat ini terdapat ayat-ayat mutasyabihat, misalnya firman Allah Swt:

    يَـٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلْنَـٰكَ خَلِيفَةًۭ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱحْكُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ ﴿٢٦﴾
    صدق الله العظيم [ص: 26]

    Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (26)
    Maha benar Allah
    [Shaad:26]

    فَٱحْكُمبَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ ﴿٢٦﴾
    صدق الله العظيم [ص: 26]

    maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (26)
    Maha benar Allah
    [Shaad:26]

    Ayat mutasyabihat itu terdapat pada perkataan Allah Swt : {dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah} Maha benar Allah, maka mereka yang tidak mengerti menyangka bahwa itu adalah hawa nafsu terhadap perempuan.

    Lalu kaum munafikin mencari-cari kisah yang sama untuk ayat ini di luar makna yang sebenarnya {dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah} Maha benar Allah, dan mereka mengatakan bahwa Dawud mencintai perempuan istri dari seorang pemimpin (menterinya) untuk berjihad di jalan Allah agar dia menikahi istrinya
    ?

    Tetapi Imam Mahdi membatalkan pemalsuan mereka yang salah dengan kebenaran maka dia akan menghapusnya dan kami mendakwahkan dengan kebenaran dan kami katakan:

    Sesungguhnya, hawa nafsu dalam hal ini tidak bermaksud hawa nafsu kecintaan; bahkan itu adalah ayat perumpamaan (mutasyabihat) sesungguhnya yang Dia maksud adalah hawa nafsu persangkaan yang tidak menambah apapun terhadap kebenaran.

    Adapun firman Allah Swt:

    وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ ﴿٣﴾ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ ﴿٤﴾
    صدق الله العظيم

    dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. (3)

    Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (4)

    Maha benar Allah
    [An-Najm:3-4]

    yang artinya bahwa dia tidak mengikuti persangkaan lalu mengatakan terhadap Allah apa yang dia tidak tahu, lantas menyesatkan dirinya dan orang yang bersamanya, dan karena itu Allah Swt berfirman:

    إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ ﴿٤﴾ عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلْقُوَىٰ ﴿٥﴾
    صدق الله العظيم

    Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (4) yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. (5)
    Maha benar Allah
    [An-Najm:4-5]


    أي إنّه ليس قولاً عن الهوى بالظنّ الذي لا يُغني من الحقّ شيئاً؛ بل هو وحيٌ يوحى علّمه شديد القوى، وذلك لأنّ الذين ينطقون عن الهوى بالحكم بين النّاس فيما كانوا فيه يختلفون سواءٌ في قضايا المُسلمين أو في اختلافهم في الدّين فيحكمون بينهم عن الهوى الذي لا يُغني من الحقّ شيئاً من غير حجّةٍ ولا بُرهانٍ فحتماً يظلمون أنفسهم ويضلّون أمّتهم عن سبيل الله الحقّ، ولذلك قال الله تعالى لنبيه داوود: {فَاحْكُمْ بَيْنَ النّاس بِالحقّ وَلا تَتَّبِعْ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ} صدق الله العظيم [ص:26]. والآن صارت القصة مُفصلةً ومفهومةَ.

    Maksudnya dia tidak mengatakan dengan hawa nafsunya dengan persangkaan yang tidak menambahkan apapun terhadap kebenaran; sesungguhnya ia tidak lain hanyalah wahyu yang diwahyukan, seseorang yang kuat telah mengajarinya.

    Karena mereka yang berbicara dengan hawa nafsunya dalam berhukum antar manusia pada perkara yang mereka perselisihkan di dalamnya, apakah dalam masalah orang-orang Muslim atau perbedaan mereka dalam agama, maka dia akan berhukum diantara mereka dengan hawa nafsunya yang tidak menambahkan apapun terhadap kebenaran, tanpa hujjah tidak pula dengan bukti.

    Maka sudah pastilah mereka akan menzalimi diri mereka sendiri dan menyesatkan kaum mereka dari jalan Allah yang lurus. Dan karena itulah Allah Swt berfirman:

    يَـٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلْنَـٰكَ خَلِيفَةًۭ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱحْكُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ ﴿٢٦﴾
    صدق الله العظيم [ص:26]

    Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (26)
    Maha benar Allah
    [Shaad:26]

    Sekarang kisah tersebut telah menjadi jelas secara detil dan dapat difahami.


    وقال الله تعالى: { وَهَلْ أَتَاكَ نَبَأُ الْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَ (21) إِذْ دَخَلُوا عَلَى دَاوُودَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ قَالُوا لا تَخَفْ خَصْمَانِ بَغَى بَعْضُنَا عَلَى بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالحقّ وَلا تُشْطِطْ وَاهْدِنَا إِلَى سَوَاءِ الصِّرَاطِ (22) إِنَّ هَذَا أَخِي لَهُ تِسْعٌ وَتِسْعُونَ نَعْجَةً وَلِيَ نَعْجَةٌ وَاحِدَةٌ فَقال أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِي فِي الْخِطَابِ (23) قال لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَى نِعَاجِهِ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ إِلا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَقَلِيلٌ مَا هُمْ وَظنّ دَاوُودُ إنّما فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ (24) فَغَفَرْنَا لَهُ ذَلِكَ وَإِنَّ لَهُ عِنْدَنَا لَزُلْفَى وَحُسْنَ مَآبٍ (25) يَا دَاوُودّ إِنَّا جَعَلْنَاكَ خَلِيفَةً فِي الأَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النّاس بِالحقّ وَلا تَتَّبِعْ الْهَوَى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ إِنَّ الَّذِينَ يَضِلُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ بِمَا نَسُوا يَوْمَ الْحِسَابِ (26) } صدق الله العظيم [ص].

    Allah Swt berfirman:

    وَهَلْ أَتَىٰكَ نَبَؤُا۟ ٱلْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا۟ ٱلْمِحْرَابَ ﴿٢١﴾ إِذْ دَخَلُوا۟ عَلَىٰ دَاوُۥدَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ ۖ قَالُوا۟ لَا تَخَفْ ۖ خَصْمَانِ بَغَىٰ بَعْضُنَا عَلَىٰ بَعْضٍۢ فَٱحْكُم بَيْنَنَا بِٱلْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَٱهْدِنَآ إِلَىٰ سَوَآءِ ٱلصِّرَ‌ٰطِ ﴿٢٢﴾ إِنَّ هَـٰذَآ أَخِى لَهُۥ تِسْعٌۭ وَتِسْعُونَ نَعْجَةًۭ وَلِىَ نَعْجَةٌۭ وَ‌ٰحِدَةٌۭ فَقَالَ أَكْفِلْنِيهَا وَعَزَّنِى فِى ٱلْخِطَابِ ﴿٢٣﴾ قَالَ لَقَدْ ظَلَمَكَ بِسُؤَالِ نَعْجَتِكَ إِلَىٰ نِعَاجِهِۦ ۖ وَإِنَّ كَثِيرًۭا مِّنَ ٱلْخُلَطَآءِ لَيَبْغِى بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَقَلِيلٌۭ مَّا هُمْ ۗ وَظَنَّ دَاوُۥدُ أَنَّمَا فَتَنَّـٰهُ فَٱسْتَغْفَرَ رَبَّهُۥ وَخَرَّ رَاكِعًۭا وَأَنَابَ [۩] ﴿٢٤﴾ فَغَفَرْنَا لَهُۥ ذَ‌ٰلِكَ ۖ وَإِنَّ لَهُۥ عِندَنَا لَزُلْفَىٰ وَحُسْنَ مَـَٔابٍۢ ﴿٢٥﴾ يَـٰدَاوُۥدُ إِنَّا جَعَلْنَـٰكَ خَلِيفَةًۭ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱحْكُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ بِٱلْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ ٱلْهَوَىٰ فَيُضِلَّكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَضِلُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌۭ شَدِيدٌۢ بِمَا نَسُوا۟ يَوْمَ ٱلْحِسَابِ ﴿٢٦
    صدق الله العظيم [ص]

    Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar? (21)

    Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena kedatangan) mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat zalim kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. (22)

    Sesungguhnya saudaraku ini mempunyai sembilan puluh sembilan ekor kambing betina dan aku mempunyai seekor saja. Maka dia berkata: "Serahkanlah kambingmu itu kepadaku dan dia mengalahkan aku dalam perdebatan". (23)

    Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada kambingnya. Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh";
    Lalu sebentar sahaja mereka (malaikat) telah tiada. Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya; maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. [۩] (24)

    Maka Kami ampuni baginya kesalahannya itu. Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik. (25)

    Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan. (26)

    Maha benar Allah
    [Shaad:21-26]

    ويا عُلماء الأمّة احذروا ظاهر المُتشابه من القرآن، فظاهره يخالف العقل والمنطق وتأويله غير ظاهره وإنّما تغرّكم كلماتٌ مُتشابهاتٌ في الآيات فتجعلون تأويل المُتشابه كالمحكم وإنكم لخاطئون بذلك، لأنّ المُتشابه ليس ظاهره كباطنه ولذلك لا يعلمُ بتأويله إلا الله وهو من يُعلِّم من يشاء بتأويله من عباده بوحي التفهيم وليس وسوسة شيطانٍ رجيمٍ ويأتيكم بتأويله بالسُلطان المبين من مُحكم الكتاب ليتذكر أولو الألباب. فإن كنتم تريدون الحقّ فإنّي الإمام المهدي حقيق لا أقول على الله إلا الحقّ، فإذا وجدتموني أنطقُ عن الهوى بالظنّ الذي لا يُغني من الحقّ شيئاً من غير علمٍ ولا سُلطان من الرحمن فلا تتّبِعوني ما لم أهيمن عليكم بالعلم والسُلطان المُبين من مُحكم الكتاب المُبين.

    Wahai para ulama umat, berhati-hatilah terhadap makna yang nampak dari ayat-ayat mutasyabihat (ayat perumpamaan) dari Qur’an, sesungguhnya makna yang nampak tersebut dapat menyesatkan pikiran dan akal, dan tafsiran mengenainya adalah selain daripada makna yang nampak darinya.

    Sesungguhnya kalimat-kalimat perumpamaan (mutasyabihat) dalam ayat-ayat tersebut dapat menyesatkan kalian, kemudian kalian akan menjadikan ayat-ayat perumpamaan (mutasyabihat) itu sebagai ayat muhkam (jelas/nyata), dan sesungguhnya kalian telah berbuat salah terhadapnya
    .

    Karena ayat-ayat mutasyabihat, makna yang nampak daripadanya seakan-akan seperti makna yang nyata daripadanya, karena itu tidak ada yang mengetahui tafsirannya selain Allah, dan Dialah yang mengajarkan tafsirannya kepada siapa saja yang Dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya, dengan mengilhamkannya untuk menjadikan seseorang memahami dan bukannya bisikan setan yang terkutuk, demikian juga dia akan menyesuaikan tafsiran tersebut dengan bukti jelas dari Kitab untuk memberitahukan kepada orang-orang yang menggunakan akal-pikiran (ulil albab).

    Maka jika kalian menginginkan kebenaran, sesungguhnya aku adalah Imam Mahdi yang memiliki kewajiban atas diriku tidak mendakwahkan dari Allah kecuali kebenaran, jadi jika kalian menemukan diriku mendakwahkan dengan persangkaan hawa nafsu yang tidak menambahkan apapun terhadap kebenaran tanpa pengetahuan tidak pula kekuasaan dari yang Maha Merahmati, maka janganlah mengikutiku, kecuali Aku mengalahkan kalian dengan pengetahuan dan bukti nyata dari muhkam Alkitab (Qur’an).


    وسلامٌ على المُرسلين، والحمدُ لله ربّ العالمين..
    أخوكم الداعي إلى الصراط المُستقيم الإمام المهديّ؛ ناصر محمد اليماني.


    Sholawat dan salam kepada para Rasul, segala puji bagi Allah Tuhan Sekalian Alam

    Saudara kalian, penyeru kepada jalan yang lurus,
    Imam Mahdi Nasser Mohammad Al-Yamani
    ــــــــــــــــــــ

    https://www.mahdi-alumma.com/forum/showthread.php?t=2271
    https://www.mahdi-alumma.com/forum/showthread.php?t=29849

المواضيع المتشابهه

ضوابط المشاركة

  • لا تستطيع إضافة مواضيع جديدة
  • لا تستطيع الرد على المواضيع
  • لا تستطيع إرفاق ملفات
  • لا تستطيع تعديل مشاركاتك
  •