Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
30 – جمادى الأولى - 1438 هـ
27 – 02 – 2017 مـ
10:08 صباحاً
( بحسب التقويم الرسمي لأمّ القرى )
mengikut takwim rasmi Makkah
__________________


Balasan Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani, kepada yang dihormati Syaikh Sulaiman Al 'Ajlan, yang membuat perang media terhadap Al Imam Al Mahdi di channel Shafa..


Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani, sholawat dan salam ke atas seluruh nabi dan rasul, dari yang pertama hingga Penutup mereka, Muhammad Rasulullah, kami tidak membeza-bezakan seorangpun dari rasul-rasul Allah, dan kami berserah diri hanya pada Allah, selanjutnya..


Ini adalah balasan Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani kepada yang terutama, Syaikh Dr. Sulaiman 'Ajlan Ibrahim Al 'Ajlan, imam dan khatib Masjid Abdul Rahman bin 'Auf di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi, aku katakan:

Wahai kekasihku di jalan Allah, syaikh yang dihormati, bagaimana engkau mahu aku buktikan kepada semua ulama umat Islam, bahawa aku adalah Al Imam Al Mahdi, pemimpin yang diberi petunjuk untuk membimbing ke jalan yang lurus, sedangkan engkau memberikan persyaratan agar hiwar kami denganmu jauh dari persoalan-persoalan syariah agama
?
Bermakna engkau mahu hiwar kita jauh dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah yang hak, aduhai anehnya! Adakah engkau mahu aku mengada-adakan kedustaan terhadap Allah dengan kitab baru dan sunnah baru dari diriku sendiri? Aku berlindung kepada Allah dari termasuk kalangan yang mengada-adakan kebohongan

Jauh, jauh sekali bagi Al Mahdi yang hak untuk mengikuti kemauan hawa nafsu kalian, tidak ada di antara aku dan kalian melainkan firman Allah dalam muhkam Al Quran, dan sabda Rasul-Nya dalam Sunnah Nabawiyah yang hak, aku bersaksikan Allah dan cukuplah bagiku Allah sebagai saksi, seandainya aku berhiwar dengan kalian selama limapuluh ribu tahun, pasti aku tidak akan berdebat dan membantah kalian kecuali dengan Kitabullah Al Quran, dan dengan hadits-hadits Sunnah Nabawiyah yang benar-benar dari sabda Muhammad Rasulullah, tanpa syak dan ragu lagi

Aku tidak mengatakan kepada umat Islam sebagaimana yang kalian lakukan pada setiap kali mengakhiri khutbah kalian di mimbar-mimbar rumah Allah, kerana aku dengar setiap alim dari ulama umat Islam akan berkata dalam setiap khutbah dan fatwa mereka mengenai agama Allah:
"Jika aku benar maka ianya dari Allah, dan jika aku salah maka ianya dari diriku dan dari syaitan"

Untuk itu Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani menegakkan hujjah terhadap kalian, aku katakan: Wahai sekalian ulama umat Islam, jika fatwa-fatwa yang kalian nyatakan mengenai agama Allah untuk umat Islam ini, datangnya dari diri kalian dan dari syaitan, lantas apa pula kesudahan dan tempat kembalinya umat Islam, jika perkara yang kalian ajarkan pada mereka adalah dari diri kalian sendiri dan dari syaitan, bukannya dari sisi Ar Rahman
?
Tidakkah kalian lihat bahawa kalian ini telah mengikuti suruhan syaitan, supaya kalian menyatakan terhadap Allah pada perkara yang tidak kalian ketahui, lalu kalian menyesatkan diri kalian sendiri dan menyesatkan umat kalian
?
Akan tetapi aku Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani, sudah selayaknya aku tidak mengatakan terhadap Allah dan Rasul-Nya melainkan kebenaran, semoga kutukan Allah tetap ke atas orang-orang yang berdusta, siapakah yang lebih zalim dari orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah, atau terhadap ayat-ayat-Nya dalam muhkam Al Quran? Mereka itulah yang akan mendapatkan bahagian mereka dari azab siksaan Allah


Barangkali ulama umat Islam mahu mengatakan: "Wahai Nasser Mohammed, kami seluruh ulama kaum muslimin tidak mendustakan Kitabullah Al Quran; bahkan kami ini beriman kepada Al Quran"

Untuk itu Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed membalas kalian, aku katakan: Adakah keimanan kalian pada Al Quran menyuruh kalian untuk tidak mengikuti muhkam Kitabullah, untuk tidak mengikuti Sunnah Nabawiyah yang hak dari Muhammad Rasulullah -shollalaahu 'alayhi wasallam-? Bahkan kami lihat kalian ini mengikuti perkara yang bertentangan dengan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah yang hak, lalu kalian menyangka kalian mendapat petunjuk, betapa buruknya perkara yang diperintahkan kepada kalian oleh keimanan kalian itu

Namun aku Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani, aku seru kalian untuk mengikuti Kitabullah Al Quran dan Sunnah Rasulullah yang benar, yang tidak bertentangan dengan muhkam Kitabullah, sudah selayaknya aku tidak mengikuti selain Al Quran dan Sunnah Nabi yang hak, yang benar dari Muhammad Rasulullah, kerana aku tahu hadits yang diucapkan oleh Muhammad Rasulullah, dan aku tahu hadits palsu yang tidak diucapkan oleh Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wasallam-, demikian itu kerana akulah Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed (pembela Muhammad), aku bukan pembuat bid'ah, bahkan aku pengikut Kitabullah dan Sunnah Rasulullah yang hak; cahaya di atas cahaya


Kelak aku akan berjihad dan berjuang bersungguh-sungguh terhadap kalian dengan Kitabullah dan sunnah Rasulullah yang hak, sehinggalah aku membuatkan kalian berada di antara dua pilihan tiada pilihan yang ketiga, sama ada kalian mengikuti Kitabullah dan sunnah Rasulullah yang hak, ataupun kalian menolak keduanya lantas kalian mengikuti hadits-hadits syaitan yang direjam, yang telah menyesatkan kalian dari jalan yang lurus, lalu Allah mengazab kalian dengan azab siksaan yang tiada taranya, dan kalian tidak akan temukan seorangpun penolong atau pembela untuk kalian dari selain Allah

Laknat Allah ke atas Nasser Mohammed jika dia bukan Al Mahdi Al Muntadhar yang sesungguhnya dari Tuhan kalian, atau laknat Allah ke atas orang yang telah kami tegakkan hujjah terhadapnya dari muhkam Kitabullah dan sunnah Rasulullah yang hak, lalu dia enggan, menolak dan menyombongkan diri untuk mengikuti muhkam Kitabullah dan sunnah Rasulullah yang benar, dan tetap berpegang teguh pada hadits-hadits syaitan yang berupa rekayasa kebohongan terhadap Allah dan Rasul-Nya

Bagaimana pula Allah tidak melaknatnya dengan sebenar-benarnya dan memasukkannya ke dalam neraka yang menyala-nyala
?!

Aku katakan: Wahai Syaikh yang dihormati Dr. Sulaiman 'Ajlan Ibrahim Al 'Ajlan, imam dan khatib masjid Abdul Rahman bin 'Aus di Riyadh, Kerajaan Arab Saudi, yang mengumumkan perang media terhadap Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani: Jika sungguh engkau benar-benar lelaki, tujukan perang mediamu itu di sini, inilah kudanya dan inilah arenanya, bukan dengan mengutuk dan menghina; namun dengan dalil bukti ilmu pengetahuan

Kalahkan dan tundukkan Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani di rumahnya sendiri, di meja bundar hiwarnya di sini, di antara para ansharnya di website Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani, forum berita gembira umat Islam

Para anshar dari berbagai belahan dunia di meja bundar hiwar antarabangsa adalah dilarang untuk masuk campur dalam hiwarku denganmu, atau dengan sesiapa sahaja dari ulama kaum muslimin yang datang kepada kami, dengan nama dan gambarnya yang sebenar, dan kami arahkan supaya membuka bahagian khas untuknya agar berhiwar di antara aku dan dia, dengan dalil hujjah ilmu pengetahuan yang membungkam lawan dengan sebenar-benarnya

Maka wajib ke atas semua ulama umat Islam yang senior sepertimu dari kalangan para khatib masjid, untuk mulai sibuk mempertahankan agama Islam jika mereka menganggap Nasser Mohammed Al Yamani mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dan Rasul-Nya, atau dia mengatakan perkara yang tidak dinyatakan oleh Allah dan Rasul-Nya -shollalllaahu 'alayhi wa usallimu tasliima-

Sesungguhnya kami telah membuatkan laman web Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani, sebagai meja bundar hiwar yang terbuka antara aku dan kalian, yang dapat memuatkan jutaan ulama kaum muslimin, kerana tiada ruang pada mana-mana majlis yang dapat mencukupi untuk aku dan kalian buat berhiwar di seluruh dunia, selain di meja bundr hiwar ini yang dapat memuatkan semua ulama umat Islam, Nasrani dan Yahudi, dengan pena yang senyap tanpa ada keributan, gangguan atau bercampur-aduk dengan gurauan

Ini kerana aku tidak dapat mencelah ucapan kalian dan kalian juga tidak dapat mencelah ucapanku, masing-masing dapat membuat pernyataan dengan dalil hujjah ilmu pengetahuan, jika kalian dapati Nasser Mohammed Al Yamani menguasai, mengungguli dan mengalahkan kalian semua dengan dalil hujjah ilmu pengetahuan dari muhkam Al Quran, dia bantah kalian dengan dalil hujjah ilmu pengetahuan dari muhkam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah yang hak, dia bungkam kalian dengan sebenar-benarnya;

Jika aku melakukannya, maka terbuktilah bahawa Nasser Mohammed Al Yamani benar-benar Al Mahdi Al Muntadhar Nasser Mohammed (pembela Muhammad) yang sesungguhnya, namun jika kalian yang mengalahkan Nasser Mohammed Al Yamani walaupun dalam satu permasalahan sahaja mengenai agama Allah, maka telah layaklah ke atas Nasser Mohammed Al Yamani untuk ditimpakan kutukan Allah, para malaikat-Nya dan kutukan dari manusia semua, demikian itulah balasan bagi orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dan Rasul-Nya, hendaklah mereka mempersiapkan tempat duduk mereka dari api neraka, itulah seburuk-buruk tempat kediaman


Barangkali Syaikh Dr. Sulaiman bin 'Ajlan mahu mengatakan: "Aneh urusanmu ini wahai Nasser Mohammed Al Yamani! Apa yang membuatkan engkau begitu yakin bahwa kami tidak mampu untuk membantahmu walau dalam satu permasalahan dalam agama
?"

Untuk itu Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani membalasnya, aku katakan:
Demikian itu kerana Allah telah menyatakan padaku dalam mimpi yang benar,
bahawa aku adalah Al Imam Al Mahdi Al Muntadhar Nasser Mohammed Al Yamani, bahawa kelak Allah akan menganugerahkanku ilmu pengetahuan Kitabullah Al Quran, bahawa tiada seorang alim yang mendebatku mengenai Al Quran kecuali pasti aku mengalahkannya
selesai


Sekiranya kalian dapati Allah membuatkan mimpiku benar dalam kenyataannya, maka percayalah pada Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani, dan jika kalian dapati ada seorang dari kalangan ulama umat Islam dapat menyanggah dan menegakkan hujjah terhadap Nasser Mohammed Al Yamani, walaupun hanya dalam satu permasalahan sahaja, maka jadilah Nasser Mohammed Al Yamani seorang yang amat pendusta lagi sombong, dia bukanlah Al Mahdi Al Muntadhar, dia mengada-adakan kebohongan terhadap Allah dan Rasul-Nya dengan mimpi yang benar, kalian sedikitpun tidak akan dapat menolongku dari balasan Allah, demikian itulah balasan bagi orang yang mengadakan kedustaan terhadap Allah, yaitu kehinaan di dunia dan azab siksaan yang berat di akhirat

Maka jadilah kalian sebagai saksi terhadap yang demikian ini wahai sekalian yang mengikuti hiwar Nasser Mohammed Al Yamani di meja bundar hiwar antarabangsa, inilah kudanya dan inilah arenanya


Barangkali yang dihormati Dr. Sulaiman 'Ajlan mahu mengatakan: "Wahai Nasser Mohammed, apa jaminannya untuk kami ini para ulama umat Islam, bahawa engkau tidak membuang balasan kami terhadapmu dan meninggalkan balasanmu sahaja, atau engkau mengubah balasan kami terhadapmu dengan kata-kata yang tidak kami ucapkan
?"
Untuk itu Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani membalasnya, aku katakan: Sekiranya benar sangkaan kalian ini, maka aku bukanlah Al Imam Al Mahdi Al Muntadhar, tentu sahaja semua anshar dari pelbagai belahan dunia akan meninggalkanku, andai aku mengingkari janjiku pada kalian, akan tetapi aku bersaksikan Allah, bahawa hak-hak ulama umat Islam pada kami terjaga dan terpelihara dari dibuang, diubah atau dipalsukan, maka jadilah kalian sebagai saksi terhadap yang demikian wahai sekalian anggota meja bundar hiwar dan semua pengunjung laman web ini, dan pastinya kutukan Allah tetap ke atas para pendusta


Wahai yang dihormati Syaikh Sulaiman 'Ajlan Ibrahim, seolah-olah engkau ini tidak tahu bahawa Allah mengutus Al Mahdi Al Muntadhar Nasser Mohammed sebagai pembela (nasser) bagi ajaran yang dibawa oleh Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wasallam-! Seakan-akan engkau ini tidak tahu apa tugas dan kewajiban Al Mahdi Al Muntadhar Nasser Mohammed -pembela Muhammad-
!
Maka aku katakan padamu: Sesungguhnya tugas kewajibanku adalah memberikan keputusan hukum di antara kalian pada semua perkara yang kalian perselisihkan dalam Kitabullah dan sunnah Rasulullah, maka aku tolak keputusan hukum kalian yang salah, aku kuasai dan kendalikan kalian semua dengan dalil hujjah ilmu pengetahuan dari muhkam Al Quran, dengan ayat-ayat muhkamat yang jelas lagi menjelaskan untuk yang terpelajar maupun kalangan awam umat Islam

Tiada yang mengingkarinya atau berpaling menghindarinya kecuali orang-orang yang fasik, yaitu orang-orang munafik yang menampakkan keimanan dan menyembunyikan makar tipu daya untuk menghalangi manusia dari mengikuti muhkam Al Quran

Maka demi Allah, demi Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, kami benar-benar akan buatkan kalian berada antara dua pilihan tiada pilihan yang ketiga, sama ada kalian mengikuti Kitabullah dan sunnah Rasulullah yang hak, cahaya di atas cahaya, atau kalian mengingkari Al Quran dan Sunnah Nabi yang benar

Kalian sama sekali tidak mampu untuk menghujjah hadits-hadits yang benar dari Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wasallam-, meskipun kalian saling bantu membantu, kerana Allah dan Rasul-Nya tidak memerintahkan kalian untuk berpegang pada tsiqah atau tidak tsiqahnya hadits-hadits dan riwayat-riwayat;

Namun Allah dan Rasul-Nya memerintahkan kalian agar menghadapkan hadits-hadits dan riwayat-riwayat dalam Sunnah Nabawiyah, lalu membandingkannya dengan ayat-ayat muhkamat yang jelas lagi menjelaskan buat ulama umat dan kalangan awam

Allah menyatakan kepada kalian dalam muhkam Kitab-Nya, dan Rasul-Nya juga menyatakan kepada kalian dalam Sunnah Nabawiyah yang hak, bahawasanya, bilamana kalian temukan ada hadits yang diriwayatkan dari Nabi, yang bertentangan dengan muhkam ayat-ayat Ummul Kitab yang jelas lagi menjelaskan, maka ketahuilah oleh kalian bahawa hadits itu datangnya dari selain Allah, dan tidak diucapkan oleh Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wasallam-


Sesungguhnya aku Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani, aku larang untuk mencemarkan nama baik, menghina dan mengutuk perawi hadits dari kalangan sahabat Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wasallam-, kerana perawi mendengarkannya dari orang-orang yang tidak pernah luput sekalipun dari menghadiri majlis-majlis pertemuan dengan nabi, akan tetapi para penuntut ilmu dalam majlis Rasulullah, ada di antara mereka segolongan kecil dari para munafik; dan ada di antara para munafik itu yang tidak diketahui kemunafikannya bahkan oleh Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihii wasallam-.

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. (101)
Maha Benar Allah
[At Taubah]


Mereka itulah kaum yang beriman secara luaran sahaja, mereka menyatakan ketaatan pada Allah dan Rasul-Nya, mereka tidak luput dari menghadiri majlis Rasulullah yang memberikan penerangan dengan Sunnah Nabawiyah, mereka menghadirinya dengan sekelompok dari para sahabat yang mulia dari kalangan penuntut ilmu

Akan tetapi terdapat sekelompok para munafik yang hadir, mereka menampakkan keimanan dan ketaatan, menyembunyikan makar tipudaya untuk menghalang-halangi manusia dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah yang hak, supaya mereka dapat membuatkan umat Islam menyimpang dari Kitabullah dan sunnah Rasulullah, lantaran itu mereka mengatur siasat di malam hari sampai waktu yang ditentukan, mereka merencanakan hadits-hadits yang bertentangan dengan muhkam Al Quran, dan bertentangan dengan hadits-hadits yang hak dalam sunnah Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa usallimu tasliimaa-

Kerana itulah Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihi wasallam- memerintahkan kalian untuk tidak mengandalkan tsiqah atau tidak; namun baginda memerintahkan kalian untuk menghadapkan dan mengemukakan hadits-hadits yang diriwayatkan dari Nabi itu pada muhkam Al Quran untuk perbandingan, Muhammad Rasulullah mengajarkan pada kalian, bahawa bilamana kalian temukan apa sahaja hadits yang datang bertentangan dengan muhkam Al Quran, maka Muhammad Rasulullah menyatakan pada kalian bahawa baginda tidak mengatakannya

Ini kerana baginda tidak berkata-kata mengikut kemauan hawa nafsunya dalam Sunnah Nabawiyah, sebab Sunnah Nabawiyah juga dari sisi Allah sebagaimana Al Quran itu dari sisi Allah

Muhammad Rasulullah –shollallaahu 'alayhii wa aalihii wasallam- bersabda:
Ingatlah, sesungguhnya aku telah dianugerahi Al-Qur’an dan yang serupa dengan Al-Qur’an itu bersamanya
Benar sabda Nabi -shollallaahu 'alayhi wasallam-


Bahkan Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihi wasallam- mengajarkan kalian bahawa Al Quran itu terjaga dan pelihara dari perubahan, sementara hadits-hadits sunnah tidak terjaga dan tidak terpelihara dari perubahan, pemalsuan dan penambahan pada hadits yang hak, yang mana kaum munafik memasukkan perkara batil yang tidak diucapkan oleh Nabi pada hadits yang benar

Makanya di antara hadits-hadits itu ada yang benar dan tiada penambahan sedikitpun padanya, kerana ianya diriwayatkan dari sekelompok dari penuntut ilmu yang jujur sepenuh hati dan jiwa, dan di antara hadits-hadits itu pula ada kebohongan yang direkayasa terhadap Nabi -shollallaahu 'alayhi wasallam-, padahal baginda sedikitpun tidak mengatakannya


Wahai sekalian ulama kaum muslimin yang berselisih dalam agama Allah, agama Islam; Demi Allah, tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, seandainya kalian berpegang teguh pada Kitabullah dan sunnah Rasulullah yang benar, nescaya kalian tidak akan tersesat selama-lamanya setelah Nabi wafat hinggalah Hari Kiamat

Pembenaran terhadap hadits yang hak dari Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-, Nabi bersabda:
Sesungguhnya akan datang pada kalian hadits-hadits yang berbeza dariku, mana hadits yang sejalan dengan Kitabullah dan sunnahku, maka ianya benar dariku, dan mana hadits yang bertentangan dengan Kitabullah dan sunnahku, maka hadits itu bukan dariku
Benar sabda Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-

Nabi bersabda:
Aku telah tinggalkan pada kalian perkara yang sekiranya kalian berpegang teguh padanya, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya setelah aku wafat, yaitu Kitabullah dan sunnahku
Benar sabda Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-


Begitu juga Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- bersabda:
Aku telah tinggalkan pada kalian dua perkara, yang mana kalian tidak akan tersesat selagi kalian berpegang teguh pada keduanya: yaitu Kitabullah dan sunnahku, dan keduanya tidak berpisah
Benar sabda Nabi -shollallaahu 'alayhi wasallam-

Nabi maksudkan dengan sabdanya:
dan keduanya tidak berpisah, yakni keduanya tidak bertentangan dalam hukum, kerana tidak sepatutnya bagi Nabi untuk mengatakan suatu hadits yang bertentangan dengan firman Allah dalam muhkam Kitab-Nya, maka berhati-hatilah kalian dari mengikuti perkara-perkara dalam Sunnah Nabawiyah yang bertentangan dengan muhkam Al Quran

Ketahuilah dengan pasti, bahawa semua perkara dari hadits-hadits sunnah yang datang pada kalian, yang bertentangan dengan muhkam Al Quran, maka ketahuilah oleh kalian bahawa hadits itu datang pada kalian dari selain Allah, dan ianya tidak diucapkan oleh Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-

Pembenaran terhadap pernyataan Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-, baginda bersabda:
Perkara yang datang pada kalian dariku, maka ajukannya pada Kitabullah, mana yang sejalan dengannya, maka aku yang mengatakannya, dan mana yang bertentangan dengan Kitabullah, maka aku tidak mengatakannya, benar sabda Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- kerana syarat hadits-hadits yang hak dari Nabi adalah ianya tidak bertentangan dengan muhkam Al Quran


Sabda Nabi -shollallaahu 'alayhi wasallam-
Sesungguhnya hadits akan tersebar atas namaku, maka hadits yang datang pada kalian dariku yang sejalan dengan Al Quran, maka ianya benar dariku, manakala hadits yang datang pada kalian dariku yang bertentangan dengan Al Quran, maka hadits itu bukan dariku
Benar sabda Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-



Wahai manusia, hadits yang datang pada kalian dariku, yang sejalan dengan Kitabullah, maka aku yang mengatakannya, manakala hadits yang datang pada kalian, yang bertentangan dengan Kitabullah, maka aku tidak mengatakannya

Benar sabda Rasulullah -'alayhish sholaatu wassalaam-


Hadits yang datang pada kalian dariku, maka ajukannya pada Kitabullah, hadits yang sejalan dengan Kitabullah, maka aku yang mengatakannya, dan hadits yang bertentangan dengan Kitabullah, maka aku tidak mengatakannya
Benar sabda Rasulullah -'alayhish sholaatu wassalaam-


Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- bersabda, dari Zir bin Hubaisy, dari Ali bin Ali Thalib, sabda Nabi:
Sesungguhnya akan ada periwayat-periwayat yang menceritakan hadits dariku, maka hendaklah kalian mengajukan hadits mereka pada al Quran, mana yaang sejalan dengannya maka terimalah, dan mana yang tidak sejalan dengan Al Quran maka janganlah kalian terima
Benar sabda Rasulullah -'alayhish sholaatu wassalaam-


Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- bersabda:
Haditsku yang datang pada kalian, maka bacalah Kitabullah dan perhatikannya, hadits yang sejalan dengan Kitabullah, maka aku yang mengatakannya, hadits yang tidak sesuai dengan Kitabullah, maka aku tidak mengatakannya
Benar sabda Rasulullah -'alayhish sholaatu wassalaam-


Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- bersabda:
Hadits dariku ada tiga macam, mana hadits yang sampai pada kalian dariku, yang kalian mengetahuinya dengan Kitabullah, maka terimalah, dan mana hadits yang sampai pada kalian dariku, yang tidak kalian temukan dalam Al Quran suatu perkara yang menolak hadits itu, namun kalian tidak tahu kedudukannya dalam Al Quran, maka terimalah hadits itu, dan mana hadits yang sampai pada kalian dariku, yang membuat hati kalian rasa muak dan tidak suka, dan kalian temukan dalam Al Quran perkara yang bertentangan dengannya, maka tinggalkanlah


Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- bersabda:
Akan datang pada kalian dariku hadits-hadits yang berbeza, mana hadits yang sejalan dengan Kitabullah dan sunnahku, maka ianya dariku, mana hadits yang bertentangan dengan Kitabullah, maka ianya bukan dariku
Benar sabda Rasulullah -'alayhish sholaatu wassalaam-


Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam- bersabda:
Aku tidak menghalalkan selain perkara yang Allah halalkan dalam Kitab-Nya, dan aku tidak mengharamkan selain perkara yang Allah haramkan dalam Kitab-Nya
Benar sabda Rasulullah -'alayhish sholaatu wassalaam-


Sesungguhnya aku Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani, aku bersaksikan Allah dan cukuplah bagiku Allah sebagai saksi, bahawasanya aku tidak menolak hadits-hadits Sunnah Nabawiyah, kecuali yang bertentangan dengan muhkam Al Quran, kerana hadits Nabi yang hak adalah hadits yang sejalan dengan Al Quran, atau tidak bertentangan dengan Al Quran, seperti hadits siwak

Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihi wasallam-:
Seandainya aku tidak khuatir memberatkan umatku, nescaya aku perintahkan untuk bersiwak pada setiap kali ingin bersholat
Benar sabda Muhammad Rasulullah -'alayhish sholaatu wassalaam-

Ini hadits yang hak, dapat diterima akal fikiran dan logik, sedikitpun tidak bertentangan dengan Al Quran

Aku ulangi pernyataanku untuk semua ulama umat Islam, bahawasanya aku tidak mengingkari selain hadits yang bertentangan dengan muhkam Al Quran, aku katakan kepada ulama umat, sesungguhnya mengemukakan hadits-hadits pada Al Quran untuk memeriksanya, bukanlah syaratnya hadits-hadits itu mesti sejalan dengan Al Quran; namun syaratnya hendaklah ianya tidak bertentangan dengan Al Quran, kerana hadits yang bertentangan dengan muhkam Al Quran, maka hadits itu datang pada kalian dari sisi selain Allah


Adapun sekarang ini, maka kita akan mengemukakan hadits-hadits ini pada muhkam Al Quran, adakah kita akan dapati ianya sejalan dengan Kitabullah dan tidak bertentangan dengannya, ataupun ianya bertentangan dengan Kitabullah dan tidak sejalan dengannya
?
Kelak kalian akan temukan perintah Rasulullah untuk mengajukan hadits-hadits pada Al Quran, demikian juga perintah dari Allah dalam muhkam Al Quran

Allah Ta'ala berfirman:
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka. (80) Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung. (81) Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (82) Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (83)
Maha Benar Allah
[An Nisaa]


Kita dapat putuskan beberapa perkara dari ayat-ayat muhkamat ini seperti berikut:

1-
Sesungguhnya ayat-ayat ini Allah tujukan pada kaum muslimin di sekitar Nabi
Berdasarkan dalil dari firman Allah Ta'ala:
Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat"

2-
Kita dapat menyimpulkan bahawa hadits-hadits Sunnah Nabawiyah tidaklah benar semuanya, namun di antaranya ada yang benar, dan di antaranya ada yang direkayasa dari Nabi, berdasarkan dalil dari firman Allah Ta'ala:
Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung. (81)
Maha Benar Allah

3-
Kita juga dapat menyimpulkan bahawa hadits-hadits Sunnah Nabawiyah yang benar itu adalah dari sisi Allah, sebagaimana Al Quran dari sisi Allah, kerana Allah memerintahkan kalian untuk mengajukan hadits-hadits Nabi pada Al Quran untuk mengesahkannya, Allah mengajarkan kalian bahawa mana hadits yang datangnya dari sisi selain Allah, maka kelak kalian akan menemukan banyak pertentangan antara hadits itu dengan muhkam Al Quran, yakni dengan nisbah seratus persen

Ini berdasarkan dalil dari firman Allah Ta'ala:
Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi apabila mereka telah pergi dari sisimu, sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah menulis siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglah kamu dari mereka dan tawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah menjadi Pelindung. (81) Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. (82) Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu). (83)
Maha Benar Allah


Maka jelaslah bagi kalian hadits yang hak dari sabda Muhammad Rasulullah:
Ingatlah, sesungguhnya aku telah dianugerahi Al-Qur’an dan yang serupa dengan Al-Qur’an itu bersamanya
Benar sabda Nabi -shollallaahu 'alayhi wasallam-


Demikian juga jelas buat kalian hadits yang hak dari Nabi -shollallaahu 'alayhi wa aalihi wasallam-:
Aku telah tinggalkan pada kalian perkara yang sekiranya kalian berpegang teguh padanya, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya setelah aku wafat, yaitu Kitabullah dan sunnahku
Benar sabda Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-


Barangkali ada seorang Syi'ah Itsnaa 'Asyr mahu mengatakan: "Bahkan hadits yang hak adalah,
aku telah tinggalkan pada kalian perkara yang sekiranya kalian berpegang teguh padanya, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya setelah aku wafat, yaitu Kitabullah dan keturunanku ahlul baytku."

Untuk itu Al Imam al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani membalasnya, aku katakan:
Masih ada banyak ilmu pengetahuan dari muhkam Al Quran pada kami, sesungguhnya hadits yang hak adalah:
Aku telah tinggalkan pada kalian perkara yang sekiranya kalian berpegang teguh padanya, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya setelah aku wafat, yaitu Kitabullah dan sunnahku
Benar sabda Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wasallam-

Siapakah orangnya yang mahu membantah Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani mengenai Al Quran, kecuali aku pasti mengalahkannya dengan bayan keterangan yang hak bagi Al Quran dengan Al Quran? Ketahuilah demi Allah, seandainya semua ulama Syi'ah, ulama Ahlus Sunnah, semua ulama mazhab-mazhab yang lain dalam golongan dan kelompok mereka yang berbeza-beza, begitu juga semua ulama Nasrani dan Yahudi, seandainya kesemua mereka berkumpul untuk membantah Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani dalam suatu permasalahan, pasti mereka tidak akan mampu melakukannya meskipun mereka saling bantu membantu untuk menyanggahnya


Aku ulangi tantangan dengan sesungguhnya, aku katakan: Inilah kudanya dan inilah arenanya, adakah yang mahu bertarung dengan dalil hujjah ilmu pengetahuan yang membungkam lawan wahai sekalian ulama Syi'ah dan Ahlus Sunnah? Aku tidak termasuk kalangan kalian sedikitpun, tiada sedikitpun pertanggungjawaban bagiku terhadap perbuatan kalian

Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat. (159)
Maha Benar Allah
[Al An'aam]


Aku tidak menyimpang seperti kalian wahai orang-orang yang saling bunuh membunuh. Muhammad Rasulullah -shollallaahu 'alayhi wa aalihi wasallam- bersabda:
Hendaklah kalian tidak kembali pada kekafiran, saling bunuh membunuh antara satu sama lain
Benar sabda Rasulullah -'alayhish sholaatu wassalaam-


Aku tidak termasuk kalangan kalian sedikitpun, tiada sedikitpun pertanggungjawaban bagiku terhadap perbuatan kalian wahai orang-orang yang berpecah-belah menjadi beberapa kelompok dan golongan dalam agama Allah, kalian telah menyalahi perintah Allah dalam muhkam Kitab-Nya:
Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya
Maha Benar Allah
[Asy Syuuraa:13]


Kalian telah menyalahi perintah Allah Ta'ala:
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat, (105) pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu".(106) Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga); mereka kekal di dalamnya. (107) Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya. (108)
Maha Benar Allah
[Aal 'Imran]


Namun kalian berlomba-lomba bersaing untuk mendapatkan kekuasaan dan pengaruh dunia dengan mengatasnamakan agama, Allah tentu akan membinasakan kalian sebagaimana binasanya orang-orang sebelum kalian

Inilah kalian saling berkelahi hinggakan bunuh membunuh antara satu sama lain, sampaikan bilamana kalian telah sepakat untuk berhiwar, tidak ditemukan seorangpun dari kalian yang mengatakan, "Allah berfirman" ataupun "Rasul-Nya bersabda", yang ada, kalian hanya membicarakan tentang pembahagian kuasa sahaja, sungguhpun perang yang terjadi antara kalian adalah perang antar mazhab dan kelompok, lantas mengapa kalian berbuat kebohongan terhadap Allah dan terhadap rakyat kalian? Adakah kalian telah menjual agama kalian dengan dunia? Sungguh seburuk-buruk ulama adalah ulama kalian, dan seburuk-buruk pemimpin adalah pemimpin kalian
!
Maka sambutlah dan penuhilah seruan orang yang menyeru kepada Allah, terimalah khalifah-Nya agar kami berikan hukum keputusan yang adil di antara kalian dalam semua perkara yang kalian perselisihkan, kami bawakan pada kalian hukum keputusan yang hak terlebih dahulu dari muhkam Kitabullah, dan dari sunnah Rasulullah yang benar, yang tidak bertentangan dengan muhkam Al Quran

Sekiranya kalian enggan dan menolak, maka Allah akan menzahirkanku ke atas semua kaum muslimin yang tersesat dan seluruh manusia yang bertindak zalim sewenang-wenangnya, Allah akan memenangkanku hanya dalam satu malam sahaja dengan Kaukabul 'Azab, yang kelak akan terbit pada kalian dari selatan bumi secara tiba-tiba, lantas leher-leher kalian sentiasa tunduk patuh pada khalifah Allah

Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..


Khalifah Allah dan hamba-Nya Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani
______________________


اقتباس المشاركة: 251064 من الموضوع: ردّ الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني على فضيلة الشيخ سليمان عجلان صاحب حرب الإعلام على الإمام المهديّ في قناة صفا ..



[ لمتابعة رابط المشاركة الأصليّة للبيان ]

الإمام ناصر محمد اليماني
30 – جمادى الأولى - 1438 هـ
27 – 02 – 2017 مـ
10:08 صباحاً
( بحسب التقويم الرسمي لأمّ القرى )
__________________


ردّ الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني على فضيلة الشيخ سليمان عجلان صاحب حرب الإعلام على الإمام المهديّ في قناة صفا ..

بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على كافة الأنبياء والمرسلين بالكتاب المبين من أوّلهم إلى خاتمهم محمد رسول الله لا نُفرق بين أحدٍ من رُسله ونحنُ له مُسلمون، أمّا بعد..

هذا ردّ الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني إلى فضيلة الشيخ المحترم الدكتور سليمان عجلان إبراهيم العجلان إمام وخطيب جامع عبد الرحمن بن عوف بالمملكة العربيّة السعوديّة بالرياض، وأقول: يا حبيبي في الله فضيلة الشيخ المحترم، كيف تريدُ أن أثبتَ لكافة عُلماء المسلمين أني الإمام المهديّ إلى الصراط المستقيم وأنت تشترط أن يكون حوارنا معك بعيداً عن مسائل الدين الشرعيّة؟ بمعنى أنك تُريد أن يكون حوارنا بعيداً عن كتاب الله وسنّة رسوله الحقّ، فيا للعجب! فهل تُريدني أن أفتري على الله بكتابٍ جديدٍ وسُنّة جديدةٍ من عند نفسي؟ وأعوذُ بالله أن أكون من المُفترين. وهيهات هيهات أن يتبع المهديّ الحقّ أهواءكم فليس بيني وبينكم إلا قال الله تعالى في محكم القرآن العظيم وقال رسوله في السُّنة النّبويّة الحقّ، وأُشهدُ الله وكفى بالله شهيداً لو حاورتكم خمسين ألف سنةٍ لما جادلتكم إلا بكتاب الله القرآن العظيم وبأحاديث السُّنة النّبويّة التي نطق بها محمدٌ رسول الله لا شكّ ولا ريب، ولا أقول للمُسلمين كما تقولون أنتم في نهاية خُطبكم في منابر بيوت الله كوني أسمع كُلَّ عالِمٍ من عُلماء المُسلمين يقول في نهاية خُطبه وفتاويه في دين الله: "فإن أصبتُ فمن الله وإن أخطأت فمن نفسي والشيطان". فمن ثمّ يقيم الإمام المهديّ ناصر محمد عليكم الحجّة وأقول: يا معشر عُلماء المُسلمين، فإذا كانت فتاويكم في دين الله للمسلمين من عند أنفسكم والشيطان فما هو مصير أمّة الإسلام لو كان ما علمتموهم من عند أنفسكم والشيطان وليس من عند الرحمن؟ ألا ترون أنكم اتّبعتم أمر الشيطان أن تقولوا على الله ما لا تعلمون فأضللتم أنفسكم وأضللتم أمّتكم؟ ولكني الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني حقيق لا أقول على الله ورسوله إلا الحقّ ولعنة الله على الكاذبين، ومن أظلمُ ممن افترى على الله كذباً أو كذب بآياته في محكم كتابه القرآن العظيم؟ أولئك سينالهم نصيبهم من العذاب.

وربّما يودّ عُلماء المُسلمين أن يقولوا: "يا ناصر محمد، نحن كافة عُلماء المُسلمين لا نكذّب بكتاب الله القرآن العظيم؛ بل نحنُ به مؤمنون". فمن ثمّ يردُّ عليكم الإمام المهديّ ناصر محمد وأقول: فهل إيمانكم بالقرآن العظيم يأمركم ألّا تتبعوا محكم كتاب الله القرآن العظيم ولا السُّنة النّبويّة الحقّ عن محمدٍ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم؟ بل نراكم تتبعون ما يُخالف لكتاب الله وسنّة رسوله الحقّ وتحسبون أنكم مهتدون، بئس ما يأمركم به إيمانكم. ولكني الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني أدعوكم إلى اتّباع كتاب الله القرآن العظيم والسُّنة النّبويّة الحقّ التي لا تخالف لمحكم كتاب الله القرآن العظيم، حقيق لا أتّبع إلا كتاب الله وأحاديث السُّنة النّبويّة الحقّ التي عن محمدٍ رسول الله كوني أعلمُ الحديث الذي نطق به محمدٌ رسول الله وأعلمُ بالحديث الكذِب الذي لم ينطق به محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم، ذلكم كوني الإمام المهديّ ناصر محمد لستُ بمبتدعٍ بل مُتبع كتاب الله وسنّة رسوله الحقّ؛ نورٌ على نورٍ.

ولسوف أُجاهدكم بكتاب الله وسنّة رسوله الحقّ جهاداً كبيراً حتى أجعلكم بين خيارين اثنين لا ثالث لهما فإمّا أن تتبعوا كتاب الله وسنّة رسوله الحقّ أو تكفروا بكتاب الله وسنّة رسوله الحقّ وتتبعون أحاديث الشيطان الرجيم التي أضلّتكم عن الصراط المُستقيم، ثم يُعذبكم الله عذاباً نُكراً، ولن تجدوا لكم من دون الله ولياً ولا نصيراً. ولعنة الله على ناصر محمد اليماني إن لم يكُن المهديّ المنتظَر الحقّ من ربّكم أو لعنة الله على من أقمنا عليه الحجّة من محكم كتاب الله وسنّة رسوله الحقّ فأبى واستكبر عن اتّباع محكم كتاب الله وسنّة رسوله الحقّ واعتصم بأحاديث الشيطان المُفتراة على الله ورسوله. فكيف لا يلعنه الله لعناً كبيراً ويُصليه سعيراً؟!

وأقول يا فضيلة الشيخ المحترم الدكتور سليمان عجلان إبراهيم العجلان إمام وخطيب جامع عبد الرحمن بن عوف بالمملكة العربيّة السعوديّة بالرياض الذي أعلن الحرب الإعلاميّة على الإمام ناصر محمد اليماني: إن كنت رجُلاً فواجه ها هنا، فهذه الفرس وهذا الميدان، وليس بالسبّ والشتم؛ بل بسُلطان العلم. واهزِمْ الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني في عقر داره في طاولة حواره ها هنا بين أنصاره في موقع الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني منتديات البشرى الإسلاميّة. ومُحرمٌ على الأنصار من مختلف الأقطار في طاولة الحوار العالميّة التدخل في حواري معك أو مع أيٍّ من عُلماء الأمّة جاءنا باسمه الحقّ وصورته الحقّ وأمرنا له بفتح قسمٍ خاصٍ للحوار بيني وبينه بسلطان العلم المُلجم بالحقّ، ويجب على كافة عُلماء المُسلمين الكبار أمثالك من خطباء المساجد في بيوت الله أن يهبّوا للدفاع عن حياض دين الإسلام إن كانوا يرون ناصر محمد اليماني يفتري على الله ورسوله أو يقول ما لم يقلهُ الله ورسوله محمد صلّى الله عليه وأسلّمُ تسليماً، فقد جعلنا موقع الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني هي طاولة الحوار الحُرّة بيني وبينكم وتتسع لملايين علماء المُسلمين فلن يسعني وإياكم أيُّ مجلسٍ للحوار في العالمين غير طاولة الحوار هذه التي تتسع لكافة عُلماء المُسلمين والنصارى واليهود بالقلم الصامت من غير دوشةٍ وإزعاجٍ ولا تعكير مزاجٍ، فلا أستطيع أن أقاطعكم في الكلام ولا تستطيعون أن تقاطعوني، وكُلٌّ يدلو بدلوه بسلطان العلم، فإن وجدتم أنّ ناصر محمد اليماني هيمن عليكم جميعاً بسلطان العلم من محكم القرآن العظيم وأقام عليكم الحجّة بسلطان العلم من محكم كتاب الله القرآن العظيم والسُّنة النّبويّة الحقّ فألجمكم إلجاماً؛ فإن فعلتُ فقد أثبتَ ناصر محمد اليماني أنهُ حقّاً المهديّ المنتظَر ناصر محمد، وإن هيمنتم على ناصر محمد اليماني ولو في مسألةٍ واحدةٍ فقط في دين الله فقد حلّتْ على ناصر محمد اليماني لعنةُ الله والملائكة والناس أجمعين، فذلك جزاء من افترى على الله ورسوله كذباً، فليتبوأ مقعده من النار وبئس القرار.

ولربّما يودّ فضيلة الشيخ المحترم الدكتور سليمان بن عجلان أن يقول: "عجباً أمرك يا ناصر محمد اليماني! فما يُدريك أننا لا نستطيع أن نقيم عليك الحجّة ولو في مسألةٍ واحدةٍ في الدين؟". فمن ثمّ يردُّ عليه الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني وأقول: ذلك كون الله أفتاني في الرؤيا الحقّ
[أنّي الإمام المهديّ المنتظَر ناصر محمد اليماني وأنّه سوف يؤتيني علْم الكتاب القرآن العظيم وأنّه لا يجادلني عالِمٌ من القرآن إلا غلبته]. انتهى

فإن وجدتم أنّ الله أصدقني الرؤيا بالحقّ على الواقع الحقيقي فصدق الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني، وإن وجدتم أحداً من عُلماء المُسلمين أقام الحجّة على ناصر محمد اليماني ولو في مسألةٍ واحدةٍ فقط فقد أصبح ناصر محمد اليماني كذّاباً أشِراً وليس المهديّ المنتظَر ومفتريّاً على الله ورسوله بالرؤيا الحقّ، ولن تغنوا عني من الله شيئاً، وذلك جزاء من افترى على الله كذباً خزيٌ في الدُنيا وفي الآخرة عذابٌ عظيمٌ. فكونوا على ذلك من الشاهدين يا معشر المتابعين لحوار ناصر محمد اليماني في طاولة الحوار العالميّة، فهذه الفرس وهذا الميدان.

وربّما يودّ فضيلة الدكتور المحترم سليمان عجلان أن يقول: "يا ناصر محمد، وما يضمن لنا نحن معشر علماء المسلمين ألّا تقوم بحذف ردودنا عليك وتبقي ردودك، أو تُحرّف في ردودنا عليك ما لم نقله؟". فمن ثمّ يردُّ عليه الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني وأقول: لئن صدق ظنّكم هذا فلستُ الإمام المهديّ المنتظَر وحتماً سوف يرتدُّ عني كافة الأنصار في مختلف الأقطار لو أخلفتكم ما وعدتكم، ولكني أُشهد الله أنّ حقوق علماء المسلمين لدينا محفوظةٌ من الحذف والتحريف والتزييف، فكونوا يا معشر الأنصار وكافة أعضاء طاولة الحوار وكافة الزوّار من الشاهدين، ولعنة الله على الكاذبين.

ويا فضيلة الشيخ سُليمان عجلان إبراهيم، كأنك لا تعلم أنّ الله يبعث المهديّ المنتظَر ناصر محمد ناصراً لما جاء به محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم! وكأنك لا تعلم ما هي مهمة المهديّ المنتظَر ناصر محمد! فأقول لك: إنّ مهمتي هي أن أحكم بينكم في جميع ما كنتم فيه تختلفون في كتاب الله وسنّة رسوله، وأهيمن عليكم أجمعين بسلطان العلم من محكم القرآن العظيم بآياتٍ بيّنات لعالِمكم وعامة المُسلمين لا يكفر بها أو يُعرض عنها إلا الفاسقون المُنافقون الذين يُظهرون الإيمان ويبطنون المكر للصدّ عن محكم الذكر. فوالله ثم والله الذي لا إله غيره ولا يُعبدُ سواه لنجعلكم بين خيارين اثنين لا ثالث لهما إمّا أن تتبعوا كتاب الله وسنّة رسوله الحقّ نور على نور أو تكفروا بكتاب الله وسنّة رسوله الحقّ، ولا ولن تستطيعوا أن تطعنوا في الأحاديث الحقّ عن رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم ولو كان بعضكم لبعضٍ نصيراً وظهيراً، كون الله ورسوله لم يأمركم بالاعتماد على الثقات في الأحاديث والروايات؛ بل أمركم الله ورسوله بعرض الأحاديث والروايات في السُّنة النّبويّة على آيات الكتاب المحكمات البيّنات لعلماء الأمّة وعامة المُسلمين. وأفتاكم الله في محكم كتابه وأفتاكم الرسول في السُّنة النّبويّة الحقّ أنكم إذا وجدتم الحديث الوارد عن النّبيّ جاء مخالفاً لمحكم آيات أمّ الكتاب البيّنات فاعلموا أنّ ذلك الحديث جاءكم من عند غير الله ولم يقله محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم.

وإني الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني أُحرّم الطعن والسبّ والشتم في راوي الحديث من صحابة رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم، كونه سمعه من أناس كانوا لا تفوتهم محاضرةٌ واحدةٌ في مجالس البيان، ولكن طُلاب العلم في مجالس البيان يوجد بينهم زُمرةٌ من المنافقين؛ ومن المنافقين من لا يعلمهم حتى محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم. تصديقاً لقول الله تعالى:
{وَمِمَّنْ حَوْلَكُم مِّنَ الْأَعْرَابِ مُنَافِقُونَ ۖ وَمِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ ۖ مَرَدُوا عَلَى النِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ ۖ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۚ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍ ﴿١٠١} صدق الله العظيم [التوبة].

أولئك قومٌ مؤمنون ظاهر الأمر ويقولون طاعةٌ لله ورسوله ولا تفوتهم جلسةٌ واحدةٌ من مجالس البيان بالسُّنة النّبويّة، وكانوا يحضرون مع طائفةٍ من صحابة رسول الله الكرام من طلبة العلم، ولكن طائفة من الحضور منافقون يُظهرون الإيمان والطاعة ويبطنون المكر للصدّ عن كتاب الله وسنّة رسوله الحقّ ليضلّوا المُسلمين عن كتاب الله وسنّة رسوله، فيبيّتون أحاديثَ إلى أجلٍ مسمّى مخالفةً لمحكم كتاب الله القرآن العظيم ومُخالفةً للأحاديث الحقّ في سنّة رسوله صلّى الله عليه وأسلّم تسليماً. ولذلك أمركم محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم بعدم الاعتماد على الثقات؛ بل أمركم أن تقوموا بعرض الأحاديث الواردة عن النبيّ على محكم القرآن، وعلّمكم محمدٌ رسول الله أنكم إذا وجدتم أيما حديثٍ جاء مخالفاً لمحكم القرآن العظيم فأفتاكم محمدٌ رسول الله أنه لم يقله كونه لا ينطق عن الهوى في السُّنة النّبويّة فهي كذلك من عند الله كما القرآن من عند الله. وقال محمد رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم: [ألا إني أوتيت القرآن ومثله معه] صدق عليه الصلاة والسلام.

ولكن محمد رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم علّمكم أنّ القرآن محفوظٌ من التحريف وأحاديث السّنة ليست محفوظةً من التحريف والتزييف والإدراج في الحديث الحقّ، فيُدخل المنافقون فيه باطلاً لم يقله النبيّ. ومن الأحاديث ما هو حقٌّ وليس فيه إدراجٌ شيئاً كونه ورد عن طائفةٍ من طلاب العلم الصادقين قلباً وقالباً، ومن الأحاديث ما هو مفترًى عن النبيّ ولم يقله شيئاً عليه الصلاة والسلام.

ويا معشر عُلماء المُسلمين المختلفين في دين الله الإسلام، والله الذي لا إله غيره ولا يُعبدُ سواه لو أنّكم تمسّكتم بكتاب الله وسنّة رسوله الحقّ ما ضللتم من بعده أبداً إلى يوم القيامة. تصديقاً لحديث محمد رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم الحقّ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
[إِنَّهَا سَتَأْتِيكُمْ عَنِّي أَحَادِيثُ مُخْتَلِفَةٌ، فَمَا آتَاكُمْ مُوَافِقًا لِكِتَابِ اللَّهِ وَلِسُنَّتِي فَهُوَ مِنِّي، وَمَا آتَاكُمْ مُخَالِفًا لِكِتَابِ اللَّهِ وَسُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي ] صدق عليه الصلاة والسلام وقال محمد رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم.

[ تركت فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي أبدا كتاب الله و سنتي ] صدق عليه الصلاة والسلام.

وكذلك قال محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم: [تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما إن تمسكتم بهما : كتاب الله وسنتي ولن يتفرقا] صدق عليه الصلاة والسلام. ويقصد محمدٌ رسول الله بقوله: [ولن يتفرقا] أي أنهما لن يختلفا في الحُكْمِ، كونه لا ينبغي له أن يقولَ حديثاً مخالفاً لحديث الله في محكم كتابه، فاحذروا اتّباع ما جاء مخالفاً لمحكم كتاب الله في السُّنة النّبويّة، واعلموا علم اليقين أنّ ما جاءكم مخالفاً لمحكم القرآن من أحاديث السّنة فاعلموا أنّ ذلك الحديث جاءكم من عند غير الله ولم يقله محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم. تصديقاً لفتوى محمد رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم، قال: [ما جاءكم عني فاعرضوه على كتاب الله ، فما وافقه فأنا قلته ، وما خالفه فلم أقله] صدق عليه الصلاة والسلام، كون شرط الأحاديث الحقّ عن النبيّ هو ألّا تخالف محكم القرآن العظيم.

وقال عليه الصلاة والسلام: [إنّ الحديث سيفشو عليَّ، فما أتاكم عنّي يوافق القرآن، فهو عنّي، وما أتاكم عنّي يخالف القرآن، فليس عنّي] صدق عليه الصلاة والسلام.

[ أيّها الناس، ما جاءكم عنّي يوافق كتاب الله فأنا قلته، وما جاءكم يخالف كتاب الله، فلم أقله] صدق عليه الصلاة والسلام.

[ما جاءكم عنّي فاعرضوه على كتاب الله، فما وافقه فأنا قلته، وما خالفه فلم أقله] صدق عليه الصلاة والسلام.

قال رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم عن زِرّ بن حُبيش، عن علي بن أبي طالب، قال: قال رسول الله (صلّى الله عليه وآله): [إنّها تكون رواة يروون عنّي الحديث، فاعرضوا حديثهم على القرآن، فما وافق القرآن فخذوا به، وما لم يوافق القرآن فلا تأخذوا به] صدق عليه الصلاة والسلام.

وقال محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم: [فما أتاكم من حديثي عني فاقرؤوا كتاب الله واعتبروه، فما وافق كتاب الله، فأنا قلته، وما لم يوافق كتاب الله، فلم أقله] صدق عليه الصلاة والسلام.

وقال محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم: [الحديث عنّي على ثلاث، فأيّما حديث بلغكم عنّي تعرفونه بكتاب الله فاقبلوه، وأيّما حديث بلغكم عنّي لا تجدون في القرآن ما تنكرونه به، ولا تعرفون موضعه فيه فاقبلوه، وأيّما حديث بلغكم عنّي تشمئزّ منه قلوبكم، وتجدون في القرآن خلافه، فاتركوه].

وقال رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم: [سيأتيكم عنّي أحاديث مختلفة، فما جاءكم موافقاً لكتاب الله ولسنّتي، فهو منّي، وما جاءكم مخالفاً لكتاب الله ولسنّتي، فليس منّي] صدق عليه الصلاة والسلام.

وقال محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم: [لا أحِلّ إلاّ ما أحلّ الله في كتابه، ولا أُحرّم إلاّ ما حرّم الله في كتابه] صدق عليه الصلاة والسلام.

إني الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني أشهد الله وكفى بالله شهيداً أني لا أنفي من أحاديث السُّنة النّبويّة إلا ما جاء مخالفاً لمحكم القرآن العظيم كون الحديث النبويّ الحقّ هو إمّا أن يأتي موافقاً للقرآن أو لا يخالف القرآن، كمثل حديث السواك. قال محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم: [لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة] صدق عليه الصلاة والسلام، فهذا حديثٌ حقٌ يقبله العقل والمنطق ولا يُخالف القرآن في شيء. وأكرر الفتوى لكافة علماء المُسلمين أني لا أنكر إلا ما جاء يخالف لمحكم القرآن العظيم، وأقول لكافة عُلماء الأمّة إنّ عرض الأحاديث على القرآن ليس شرطاً أنها لا بدّ أن تأتي موافقةً للقرآن جميعاً؛ بل الشرط هو ألاّ تخالف للقرآن العظيم، كون ما جاء مخالفاً لمحكم القرآن العظيم فهو حديثٌ جاءكم من عند غير الله.

وأمّا الآن فسنقوم بعرض هذه الأحاديث على محكم القرآن العظيم فهل نجدها جاءت موافقةً لما في كتاب الله ولا تختلف مع كتاب الله أم جاءت مخالفةً لكتاب الله القرآن العظيم ولا توافقه؟ وسوف تجدون أمر رسول الله بعرض الأحاديث على القرآن كذلك أمر من الله في محكم القرآن. وقال الله تعالى:
{مَّن يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّـهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ﴿٨٠وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِندِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِّنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ ۖ وَاللَّـهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّـهِ وَكِيلًا ﴿٨١أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللَّـهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا ﴿٨٢وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّـهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٨٣} صدق الله العظيم [النساء].

ونستنبط من هذه الآيات البيانات المحكمات أحكاماً عدّة كما يلي :

1 - إنّ هذه الآيات يخاطب الله بها المُسلمين من حول النبيّ. بدليل قول الله تعالى:
{وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ}.

2 - نستنبط أن أحاديث السُّنة النّبويّة ليست حقّ جميعاً بل منها حقّ ومنها مُفترى عن النبي، بدليل قول الله تعالى: {فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِندِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِّنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ ۖ وَاللَّـهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّـهِ وَكِيلًا} صدق الله العظيم.

3 - نستنبط أنّ أحاديث السُّنة النّبويّة الحقّ هي من عند الله كما القرآن من عند الله كون الله أمركم بعرض الأحاديث النبويّة على القرآن وعلّمكم الله أنّ ما كان منها من عند غير الله فإنكم سوف تجدون بينه وبين محكم القرآن اختلافاً كثيراً، أي بنسبة مائة في المائة. بدليل قول الله تعالى: {وَيَقُولُونَ طَاعَةٌ فَإِذَا بَرَزُوا مِنْ عِندِكَ بَيَّتَ طَائِفَةٌ مِّنْهُمْ غَيْرَ الَّذِي تَقُولُ ۖ وَاللَّـهُ يَكْتُبُ مَا يُبَيِّتُونَ ۖ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّـهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّـهِ وَكِيلًا ﴿٨١أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللَّـهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا ﴿٨٢وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ ۖ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَىٰ أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ ۗ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّـهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٨٣} صدق الله العظيم.


فمن ثم يتبيّن لكم الحديث الحقّ عن محمدٍ رسول الله قال: [ ألا إني أوتيت القرآن ومثله معه ] صدق عليه الصلاة والسلام.
وكذلك يتبيّن لكم الحديث الحقّ عن النبيّ صلّى الله عليه وآله وسلم: [ تركت فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي أبدا كتاب الله و سنتي ] صدق عليه الصلاة والسلام.

وربّما يودّ أحد الشيعة الاثني عشر أن يقول: "بل الحديث الحقّ هو [تركت فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي أبدا كتاب الله وعُترتي آل بيتي]". فمن ثمّ يردُّ عليه الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني وأقول: لا يزال لدينا الكثير من العلم من محكم القرآن العظيم أنّ الحديث الحقّ هو: [تركت فيكم ما إن تمسكتم به لن تضلوا بعدي أبدا كتاب الله وسنتي] صدق عليه الصلاة والسلام، فمن ذا الذي يجادل الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني من القرآن إلا غلبته بالبيان الحقّ للقرآن بالقرآن؟ ألا والله لو اجتمع كافة علماء الشيعة والسّنة وكافة علماء المذاهب الأخرى على مختلف فرقهم وطوائفهم وكذلك كافة علماء النصارى واليهود على أن يقيموا على الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني الحجّة في مسألةٍ واحدةٍ لا يستطيعون ولو كان بعضهم لبعضٍ ظهيراً ونصيراً.

وأكرر التحدي بالحقّ وأقول: هذه الفرس وهذا الميدان، فهل من مبارزٍ بسلطان العلم المُلجم يا معشر عُلماء الشيعة والسّنة؟ فلست منكم في شيء. تصديقاً لقول الله تعالى: {إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ ۚ إِنَّمَا أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّـهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُوا يَفْعَلُونَ ﴿١٥٩} صدق الله العظيم [الأنعام].

فلستُ ضالاً مثلكم يا من يقتل بعضكم بعضاً. وقال محمدٌ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلم: [لا ترجعوا بعدي كفارا يضرب بعضكم رقاب بعض] صدق عليه الصلاة والسلام.
فلستُ منكم في شيءٍ يا من تفرّقتم في دين الله إلى شيعٍ وأحزابٍ وخالفتم أمر الله في محكم كتابه: {أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ} صدق الله العظيم [الشورى:13].

وخالفتم قول الله تعالى: {وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَـٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿١٠٥يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ ﴿١٠٦وَأَمَّا الَّذِينَ ابْيَضَّتْ وُجُوهُهُمْ فَفِي رَحْمَةِ اللَّـهِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ﴿١٠٧تِلْكَ آيَاتُ اللَّـهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِالْحَقِّ ۗ وَمَا اللَّـهُ يُرِيدُ ظُلْمًا لِّلْعَالَمِينَ ﴿١٠٨} صدق الله العظيم [آل عمران].

بل تنافستم على سلطان الدنيا باسم الدين فأهلكتكم كما أهلكتْ الذين من قبلكم، فها أنتم يضرب بعضكم رقاب بعضٍ ويقتّل بعضكم بعضاً، حتى إذا اتّفقتم على الحوار فلا تجد أحدكم يقول قال الله أو قال رسوله؛ بل تتكلمون على تقاسم السلطة فقط، برغم أنّ حروبكم مذهبيّةٌ طائفيّةٌ، فلماذا تكذبون على الله وعلى شعوبكم؟ فهل بعتم الدين بالدنيا؟ لبئس العُلماء عُلماؤكم، ولبئس القادة قاداتكم! فأجيبوا داعي الله وخليفته لنحكم بينكم في جميع ما كنتم فيه تختلفون فنأتيكم بالحكم الحقّ أولاً من محكم كتاب الله ومن سنّة رسوله الحقّ التي لا تخالف لمحكم كتاب الله القرآن العظيم، وإن أبيتم أظهرني الله على كافة المُسلمين الضالين وعلى كافة البشر الظالمين في ليلةٍ واحدةٍ بكوكب العذاب الذي سوف يشرق عليكم من جنوب الأرض بغتةً فمن ثمّ تظلّ أعناقكم لخليفة الله خاضعةً. وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين..

خليفة الله وعبده الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
_____________