بـــيانــات هـــامّـة وعــــاجــلة

العربية  فارسى  اردو  English  Français  Español  Türk  Deutsh  Italiano  русский  Melayu  Kurdî  Kiswahili

تحذيرٌ إلى كافة المؤمنين بالله ثم ألبسوا إيمانهم بظلمِ الشرك بالله؛ إنّ الشرك لظلمٌ عظيمٌ

Warning to the entire believers in Allah then they cover their belief with wrongdoing of association with Allah; indeed polytheism is a grievous injustice

The Awaited Mahdi is calling to the global peace among the human populations

The fact of Planet-X, the planet of chastisement from the decisive Book as a reminder to the possessors of understanding-minds

A brief word about The Insolent (Antichrist) the Liar Messiah

Donald Trump is an enemy to the original American people, and an enemy to all Muslim and Christian people and their Governments, and an enemy to human populations altogether except the human satans the extremest ones in satan’s party

عــــاجل: تحذيرٌ ونذيرٌ لكافة البشر

تذكيـرٌ من محكم الذّكر لصُنّاع القرار من المسلمين

الإمام المهديّ يعلن غرّة الصيام الشرعيّة لعامكم هذا 1439 بناء على ثبوت هلال رمضان شرعاً

الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني يحذّر الذين يخالفون أمر الله ورسوله من غضب الله ومقته وعذابه

سوف تدرك الشمس القمر أكبر وأكبر في هلال رمضان لعامكم هذا 1439 تصديق شرطٍ من أشراط الساعة الكُبر وآية التصديق للمهديّ المنتظَر ناصر محمد اليماني

إعلان مفاجأةٌ كبرى إلى كافة البشر لمن شاء منهم أن يتقدّم أو يتأخّر، والأمر لله الواحد القهار

صفحة 2 من 2 الأولىالأولى 12
النتائج 11 إلى 14 من 14

الموضوع: Pernyataan Ringkas Mengenai Al Masih Ad Dajjal Yang Sangat Pendusta..

  1. الترتيب #11 الرقم والرابط: 294034 أدوات الاقتباس نسخ النص
    تاريخ التسجيل
    Oct 2012
    الدولة
    ملقا أرض الملايو نوسانتارا
    المشاركات
    559

    افتراضي Kebangkitan Pertama..

    Kebangkitan Pertama..

    اقتباس المشاركة: 294003 من الموضوع: القول المُختصر في المسيح الكذاب الأشِر ..


    sumber

    -11-

    Al Imam Naser Mohammed Al Yamani
    25 Syawal 1428H
    07-10-2007
    04:00 pagi
    (Mengikut takwim rasmi Makkah)
    ــــــــــــــــــ


    Pernyataan Ringkas Mengenai Al Masih Ad Dajjal Yang Sangat Pendusta
    Kebangkitan Pertama..


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim
    Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (56)
    Maha Benar Allah
    [Al Ahzaab]

    Shalawat dan salam ke atas utusan Allah yang terakhir untuk seluruh umat, juga ke atas para nabi dan rasul sebelumnya beserta orang-orang yang mengikuti mereka dengan kebaikan hingga Hari Pembalasan, aku tidak membeza-bezakan antara seorangpun dari para utusan Allah, dan aku termasuk kalangan umat Islam yang berserah diri hanya kepada Allah, selanjutnya..


    Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah Imam Mahdi, khalifah Allah yang terakhir, Allah telah menjadikanku sebagai pemimpin untuk membimbing manusia dan menuntun mereka ke jalan yang lurus; jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, dan Allah telah menjadikanku sebagai penyelamat bagi orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati dari kalangan kaum kafir, untuk menyelamatkan mereka dari fitnah dan tipudaya Dajjal, yang mahu mengatakan dialah ‘Al Masih Isa Putra Maryam’, lalu dia akan mengatakan dialah
    ‘Allah Tuhan Semesta Alam’
    !
    Padahal Al Masih Isa Putra Maryam bukan pendusta, kerana itu Al Masih Ad Dajjal diberi gelaran Al Masih Al Kadzdzaab, Sang Pendusta, sebenarnya dialah syaitan yang direjam, Iblis, maka janganlah kalian dapat ditipu oleh syaitan itu sebagaimana dia telah mengeluarkan kedua ibubapa kalian -Adam dan Hawa- dari syurga

    Sesungguhnya Iblis dan pengikut-pengikutnya dari kalangan syaitan-syaitan campuran dan kacukan dari Yakjuj dan Makjuj, mereka melihat kalian dari suatu tempat yang kalian tidak dapat melihat mereka dari syurga fitnah ujian; sebuah syurga milik Allah di bawah tanah sepertimana yang telah kami jelaskan sebelum ini, dan tatkala Yakjuj dan Makjuj keluar menemui kalian, maka kalian akan dapat melihat mereka

    Adapun syaitan-syaitan murni yang bukan kacukan dari keturunan Iblis, maka mereka adalah roh-roh jahat yang kalian dapat lihat ada di antara mereka mendatangi sesiapa di antara kalian di jalanan, lantas dia mengatakan sebagaimana yang telah Allah ajarkan kepadanya:

    Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, (1) dari kejahatan makhluk-Nya, (2)dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,(3) dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, (4) dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki". (5)
    Maha Benar Allah
    [Al Falaq]


    Sesungguhnya Iblis tahu benar mengenai kebangkitan pertama di dunia, kerana itu dia mengatakan:
    "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan"
    [Al A’raaf:14]
    Maksudnya adalah menangguhkannya berada di syurga dan menunda hayat kehidupannya, kerana itu dia mengatakan:
    "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil"
    [Al Israa:62]


    Adalah Adam dan Hawa sebelum keluar, mereka berada di bumi itu, di syurga Allah dalam bumi.
    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Dari bumi (tanah) itulah Kami menjadikan kamu dan kepadanya Kami akan mengembalikan kamu dan daripadanya Kami akan mengeluarkan kamu pada kali yang lain
    Maha Benar Allah [Tha Ha:55]


    Kami telah menjelaskan kepada kalian mengenai hakikat syurga Allah yang berada di bawah tanah, syurga tempat Adam dan Hawa, lalu syaitan mengeluarkan mereka dengan makar tipudayanya, dari sebaik-baik tempat penghidupan ke serendah-rendah tempat penghidupan

    Sesungguhnya kami menjelaskan kepada kalian mengenai tanda-tanda kekuasaan Allah, kalian akan dapati bayan keterangannya benar-benar dalam kenyataan, maka janganlah kalian mengatakan Adam dan Hawa berada dalam syurga Al Ma’wa di dekat Sidratul Muntaha, sesungguhnya turun yang dimaksudkan adalah dalam penghidupan, dari sebaik-baiknya ke serendah-rendahnya, hakikatnya adalah keluar dari dari dalam bumi ke permukaan bumi.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.
    Maha Benar Allah
    [Tha Ha:117]


    Adapun mengenai kebangkitan pertama, maka kebangkitan itu terjadi terhadap orang-orang yang dikehendaki Allah, dari kalangan orang-orang kafir dari umat-umat yang mendustakan para rasul mereka dan Allah membinasakan mereka, akan tetapi, tatkala telah tiba hari kebangkitan mereka, syaitan yang direjam keluar bersama tentera-tenteranya Yakjuj dan Makjuj, untuk melakukan fitnah tipudaya terhadap orang-orang yang hidup dan mati

    Demikian itu, kerana syaitan diberi tangguh hingga hari kebangkitan, sebab itu kalian akan dapati rahasia kembali bagi kebangkitan pertama, berhubungkait dengan keluarnya Yakjuj dan Makjuj.

    Firman Allah Ta’ala:
    Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami). (95) Hingga apabila dibukakan (tembok) Yakjuj dan Makjuj. (96)
    Maha Benar Allah
    [Al Anbiyaa]



    Itulah perjanjian hari mereka keluar, kerana ianya adalah penghabisan tempoh penangguhan hingga hari kebangkitan pertama, sebab itu dalam kisah Al Qur’an Dzulqarnain mengatakan:

    Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar". (98) Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup pada para makhluk (dibangkitkan), lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (99)
    Maha Benar Allah
    [Al Kahfi]


    Maksud kebangkitan orang-orang yang dikehendaki oleh Allah dari kalangan mereka yang mengingkari kesemuanya, adalah untuk merealisasikan cita-cita dan tujuan Al Mahdi Al Muntadhar, yang demikian itu kerana dia mengabdi kepada keredhaan Allah dalam Dzat-Nya, itulah hakikat nama Allah yang teragung, rahsia hakikat nama Allah yang teragung itu ada pada keredhaan Dzat-Nya; yakni sifat redha Diri-Nya Yang Maha Luhur, adalah kenikmatan yang lebih besar dari syurga.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keredhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.(72)
    Maha Benar Allah
    [At Taubah]



    Akan tetapi Nama Allah Yang Terbesar ini telah menghilang dari Diri-Nya disebabkan kemurkaan-Nya terhadap para hamba, tidak akan terlaksana kenikmatan rohani yang terbesar sehinggalah Allah redha dalam Diri-Nya, dan Allah tidak akan redha dalam Diri-Nya sehinggalah tiap-tiap sesuatu masuk ke dalam rahmat-Nya, itulah panji perjuanganku dan maksud tujuanku, namun kebanyakan manusia tidak mengetahuinya


    Akulah yang paling mengetahui tentang Ar Rahman, percayalah kalian padaku, aku tidak menjadikan keredhaan Allah An Naeem Al A’dhom -Kenikmatan Teragung- sebagai wasilah buat mendapatkan kenikmatan syurga yang lebih kecil, namun aku menginginkan agar Allah redha dalam Diri-Nya, tiada duka dan murka ke atas hamba-hamba-Nya

    Aduhai betapa mengherankanku terhadap kalangan orang-orang yang menyangka mereka mencintai Tuhan mereka, bagaimana mereka dapat bersukaria dengan syurga dan bidadari, sedang Tuhan mereka tidak redha dalam Diri-Nya, tidak senang dan gembira? Demikian itu kerana Dia-lah Yang Paling Pengasih dari sekalian yang mengasihani
    !
    Ataukah kalian menyangka Allah senang dan bahagia dengan azab seksaan yang menimpa hamba-hamba-Nya, meskipun merekalah sebenarnya yang menzalimi diri mereka sendiri, sedang Allah tiada menganiaya diri mereka sedikitpun
    ?
    Sungguhpun begitu, aku dapati Yang Paling Pengasih dari sekalian yang mengasihani, kesal dan duka terhadap hamba-hamba-Nya tatkala Dia telah membinasakan mereka, disebabkan mereka telah mendustakan para rasul Allah dan mendustakan ayat-ayat Tuhan mereka, lantas Tuhan mereka menghancurkan mereka sehancur-hancurnya, sehinggalah bilamana Allah telah membinasakan mereka, Dia berfirman di dalam Diri-Nya, dengan firman yang tidak didengari oleh para malaikat-Nya, tidak pula didengari oleh kalangan Al Muqarrabin, kalangan yang didekatkan dari hamba-hamba-Nya:

    Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. (30) Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.(31)
    Maha Benar Allah
    [Yaa Siin]



    Demi Allah terhadap kalian ini, seberapa besarkah kekesalan dan kedukaan seorang ibu terhadap anaknya, sekiranya anaknya itu dicampakkan ke dalam neraka Jahannam
    ?
    Ketahuilah oleh kalian, bahawasanya kekesalan dan kedukaan Allah terhadap hamba-Nya, adalah lebih besar lagi dari kesalan dan kedukaan seorang ibu terhadap anaknya, sebabnya, kerana Allah-lah Yang Paling Pengasih dari sekalian yang mengasihani

    Demikianlah suatu yang tidak diketahui oleh Muhammad Rasulullah -shollallaahu ‘alayhi wasallam-, suatu yang terjadi dalam Diri Tuhannya, sedang Nabi sahaja hampir-hampir mencelakakan dirinya sendiri kerana merasa kesal dan duka terhadap manusia, lalu, sebesar apa pula dan sehebat mana pula kekesalan dan kedukaan Dzat Yang Paling Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya dari Muhammad Rasulullah
    -shollallaahu ‘alayhi wasallam-

    Akan tetapi, kekesalan dan kedukaan Muhammad Rasulullah terhadap manusia telah mengalihkan perhatiannya, dari bertafakkur buat merenungkan kadar kekesalan dan kedukaan Dzat Yang Lebih Mengasihani hamba-hamba-Nya dari Nabi, kerana itu Allah berfirman kepada Nabi-Nya:
    Sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang jahil (35)
    [Al An’aam]

    Yakni termasuk orang-orang yang tidak mengetahui dan tidak mengenali Allah Yang Paling Pengasih dari sekalian yang mengasihi, dan Allah telah menegur Nabi-Nya dengan lembut, disebabkan kekesalan dan kedukaan yang hebat dalam diri Nabi-Nya terhadap manusia, Allah berfirman kepada Nabi, menegurnya dengan lembut:
    Maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka
    Maha Benar Allah
    [Faathir]



    Allah Ta’ala berfirman:
    Thaahaa. (1) Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah; (2) tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), (3)
    Maha Benar Allah
    [Tha Ha]



    Firman Allah Ta’ala:
    Boleh jadi kamu (Muhammad) akan membinasakan dirimu, karena mereka tidak beriman.(3)
    Maha Benar Allah
    [Asy Syu’araa]


    Firman Allah Ta’ala:
    Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran). (6)
    Maha Benar Allah
    [Al Kahfi]



    Namun Muhammad Rasulullah tidak menyadari rahsia dan kadar dari teguran lembut untuknya dari Tuhannya! Jika keadaanmu sahaja begini wahai Muhammad Rasulullah, yang Allah utus sebagai rahmat buat sekalian alam, lalu sebesar apa pula kekesalan dan kedukaan Dzat Yang Lebih Pengasih darimu terhadap hamba-hamba-Nya, Allah Yang Maha Pengasih dari sekalian yang mengasihani
    ?
    Akan tetapi Muhammad Rasulullah -shollallaahu ‘alayhi wasallam- ketika itu tidak mengetahui yang demikian, kerana itu Tuhannya menegurnya dengan teguran lemah lembut yang menusuk, agar Nabi-Nya tidak termasuk kalangan jahil yang tiada mengetahui dan tiada mengenal akan Tuhan mereka.

    Allah Ta’ala berfirman:
    Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki, tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang jahil (35)
    Maha Benar Allah
    [Al An’aam]



    Kerana itu Allah Ta’ala berfirman:
    (Dialah) Ar Rahman -Yang Maha Pemurah-, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui tentang Dia. (59)
    Maha Benar Allah


    Sesungguhnya Muhammad Rasulullah -shollallaahu ‘alayhi wasallam- mengetahui bahawa pada umatnya, ada orang yang lebih mengetahui dari dirinya tentang Ar Rahman, kerana itu Rasulullah -shollallaahu ‘alayhi wasallam- telah bersabda:

    Iman ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman
    Benar sabda Rasulullah -shollallaahu ‘alayhi wasallam-



    Barangkali kebanyakan dari umat Islam jadi berang dan marah terhadap kami, padahal aku ini lebih utama dengan nendaku dari mereka, semangatku dan kecemburuanku lebih hebat terhadap Nabi dari mereka dengan kebenaran, mengapa mereka menjadikan derajat keilmuan yang tertinggi itu terbatas hanya untuk para nabi dan rasul, adakah kalian yang membahagi-bahagikan rahmat Allah
    ?
    Tahukah kalian mengapa adanya sesi keilmuan bagi Musa, Kalimullah, bersama seorang hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang sholeh? Demikian itu adalah disebabkan sangkaan Musa, bahawa dialah manusia yang paling tahu, lantaran Allah telah berkata-kata kepadanya secara langsung, sebab itu Allah mengutusnya untuk menemui seorang lelaki sholeh, supaya umat Islam tidak membatasi ilmu pengetahuan hanya untuk para nabi dan rasul tanpa menyertakan orang-orang sholeh
    !
    Mungkin sahaja ada seorang lelaki sholeh yang lebih tahu dari seorang nabi atau rasul.

    Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip".
    [An Naml:40]



    Demikian juga umat Nasrani, kelak mereka akan berang dan marah terhadap kami, dengan mengatakan:

    “Bagaimana engkau ini menyangka dirimu adalah Imam, pemimpin bagi Rasulullah Al Masih Isa Putra Maryam”

    Padahal itulah pernyataan yang hak, yang dapat jadi penyebab fitnah ujian bagi kebanyakan umat Nasrani, tiadalah mereka beriman sampailah mereka lihat azab seksaan yang memedihkan, maka bertakwalah kalian kepada Allah wahai sekalian umat Nasrani dan umat Islam, semoga ibu-ibu kalian kehilangan kalian, aku bersumpah demi Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, sesungguhnya Al Mahdi Al Muntadhar adalah Imam, pemimpin umat yang satu, Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, sembahlah kalian akan Allah Yang Mahaesa lagi tiada sekutu bagi-Nya, Maha Suci Dia dari perkara yang mereka persekutukan, Dia Maha Tinggi, Maha Luhur lagi Maha Besar

    Aku tidak mengatakan kepada manusia jadikanlah aku ‘tuhan’ selain Allah, namun yang aku katakan, hendaklah kalian semua menjadi orang-orang Rabbaniyin, para pengabdi Allah, hamba-hamba Allah yang mengabdi kepada-Nya dengan ilmu dan amal yang benar, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhan kalian sebagaimana layaknya Dia berhak untuk disembah, mudah-mudahan kalian dirahmati Allah


    Wahai kaumku, sesungguhnya Allah telah menjadikanku sebagai Imam yang memimpin seluruh umat, untuk menjadikan kalian semua sebagai umat yang satu.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya.
    Maha Benar Allah
    [Ar Ra’d:31]



    Juga sebagai pembenaran terhadap firman Allah Ta’ala:
    Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (118) kecuali orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.
    Maha Benar Allah
    [Hud]



    Namun Allah hanya memberikan petunjuk-Nya kepada sesiapa yang Dia kehendaki dari kalangan manusia, bagaimanapun, manusia tidak mampu mengendalikan dan mengawal takdirku dan rahsia ibadahku untuk Tuhanku, kerana itu kelak kaum yang kafir dari umat-umat akan dibangkitkan, untuk kami tuntun mereka ke jalan yang lurus, supaya Allah jadikan mereka semuanya sebagai umat yang satu, dari kalangan yang terdahulu di antara mereka dan dari kalangan yang terkemudian, agar Allah merealisasikan Keredhaan Diri-Nya untuk hamba-Nya, akan tetapi kalian tidak mengetahui takdirku dan tidak mengetahui rahsiaku
    !
    Salah seorang dari para penolongku berkata padaku:

    “Berlaku baik dan berlemah lembutlah engkau kepada umat Islam, sedikit demi sedikit, ini pernyataan yang besar, mungkin akal fikiran mereka tidak dapat memahaminya, bayi itu pada permulaannya diberi susu, baru kemudian roti, kemudian lagi baru diberi daging”

    Lalu kami katakan: Wahai Ibn ‘Omar, sesungguhnya aku ini telah menyeru dari sejak bulan Muharram 1426H, dan sekarang kita ini di penghujung tahun 1428H, anak kecil akan mula makan roti dan daging selepas dua tahun, dan kita telah lebih dari dua tahun, demikian juga padaku ada dalil-dalil dari Al Qur’an yang membuktikan urusanku dan kedudukanku di sisi Tuhanku

    Lantas mengapa pula sekiranya para ulama umat Islam berpendapat pernyataanku batil, mengapa mereka tidak menghentikanku sebatas ini, mereka membungkam dan menutup mulutku dengan hujjah Al Qur’an dengan sebenar-benarnya, jauh, jauh sekali.. aku tantang seluruh ulama para ilmuwan agama-agama samawi kesemuanya, aku cabar mereka dengan firman Tuhanku dalam Al Qur’an


    Adapun perbezaan antara jinn dan syaitan-syaitan, maka sesungguhnya Iblis dari kalangan jinn, Allah telah memberikan penghormatan kepadanya dengan menjadikannya termasuk malaikat dari kalangan jinn, sebagai perlambang dari tanda kekuasaan-Nya, sebagaimana Dia menjadikan Jibril sebagai manusia, sedangkan Jibril termasuk dari kalangan para malaikat, begitu juga jika Allah menghendaki, nescaya Dia jadikan di antara manusia sebagai malaikat di bumi turun temurun

    Akan tetapi Iblis menyombongkan dirinya dan terpedaya, dia tidak menjadi hamba yang bersyukur, dia mendurhakai perintah Tuhannya untuk sujud (tunduk hormat) kepada Adam, kerana dia melihat dirinya lebih baik dari Adam, Allah telah menciptakannya sebagai malaikat dari api, sedang Allah menciptakan Adam dari tanah kering seperti tembikar.

    Allah Ta’ala berfirman:
    Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, (30) kecuali Iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu. (31) Allah berfirman: "Hai Iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?"(32) Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk" (33) Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, (34) dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai Hari Kiamat". (35)

    Berkata Iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan, (36) Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, (37) sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan, (38) Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, (39) kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". (40)

    Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus, kewajiban Aku-lah (menjaganya). (41) Sesungguhnya hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikut kamu, yaitu orang-orang yang sesat. (42) Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut syaitan) semuanya. (43) Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka. (44)
    Maha Benar Allah
    [Al Hijr]



    Sesungguhnya Iblis dan seluruh syaitan jinn dan manusia, mereka itu adalah para musuh bagi semua manusia dan jinn, Iblis berkata “Aku benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba-Mu bahagian yang sudah ditentukan!”, kita tidak akan jadikan ada bahagian untuknya dengan izin Allah, kecuali orang-orang yang menyembah syaitan, sedang mereka tahu dia itu syaitan Iblis yang terkutuk

    Mereka bukanlah orang-orang yang tersesat, bahkan mereka tahu Allah-lah Al Haq, Dia-lah kebenaran, akan tetapi mereka itu benci dan tidak suka terhadap kebenaran, bilamana mereka lihat jalan kebenaran, mereka tidak mengikuti jalan kebenaran itu, kerana mereka tahu itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka, dan bilamana mereka lihat jalan dosa, jalan kebatilan dan kesesatan, mereka mengikuti jalan itu, kerana mereka tahu ianya jalan Iblis, syaitan yang direjam;

    Mereka itulah bahagian syaitan yang ditentukan dengan izin Allah, makar tipudaya jahat tidak menimpa kecuali kepada pembuatnya, sesungguhnya kita akan berkuasa penuh ke atas mereka, dan sesungguhnya tentera Allah-lah yang akan menang, maka penyatuan mereka tiadalah berguna buat mereka, begitu juga semua makar tipudaya yang mereka lakukan tidak berguna buat mereka

    Sesungguhnya dia telah mempersiapkan tentera yang banyak jumlahnya dari kalangan Yakjuj dan Makjuj, yang bapa-bapa mereka dari kalangan syaitan-syaitan manusia dan ibu-ibu mereka dari kalangan syaitan-syaitan betina, akan tetapi tentera Al Mahdi Al Muntadhar adalah keseluruhan para tentera Allah di langit dan bumi, sesungguhnya kita akan berkuasa penuh dan mengalahkan mereka

    Itulah janji Allah, tiadalah Allah menyalahi janji-Nya, namun kebanyakan manusia itu tidak mensyukuri, sesungguhnya kita ini milik Allah, dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kita akan kembali.


    Saudara umat Islam yang bersikap rendah diri terhadap mereka, semata-mata kerana tawadlu’, untuk merendahkan diri kerana Allah Tuhan Semesta Alam; seorang pemimpin yang rendah lagi hina di hadapan Allah Tuhan Semesta Alam; Al Mahdi Al Muntadhar, sang pembela bagi Muhammad Rasulullah dan Al Qur’an; Al Imam Naser Mohammed Al Yamani
    ________________

    Himpunan bayan keterangan yang terperinci, mengenai Kebangkitan Pertama bagi sesiapa yang dikehendaki oleh Allah dari orang-orang kafir:
    http://www.mahdi-alumma.com/showthread.php?9061


    اقتباس المشاركة: 39428 من الموضوع: القول المُختصر في المسيح الكذاب الأشِر ..






    - 11 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    25 - شوال- 1428 هـ
    07 - 10 - 2007 مـ
    04:00 صباحاً
    ( بحسب التقويم الرسمي لأمّ القرى )
    ــــــــــــــــــ


    القول المختصر في المسيح الكذاب الأشر
    البعث الأول ..



    بسم الله الرحمن الرحيم {إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا} صدق الله العظيم [الأحزاب:٥٦]. والصلاة والسلام على رسول الله الخاتم إلى جميع الأمم وعلى النبيّين والمُرسلين من قبله والتابعين لهم بإحسانٍ إلى يوم الدين ولا أفرّق بين أحدٍ من رُسله وأنا من المُسلمين، ثمّ أمّا بعد..

    يا أيُّها النّاس إنّي أنا المهديّ المنتظَر خاتمُ خُلفاء الله أجمعين، جعلني الله إماماً لأهدي الناس صراطاً مستقيماً؛ صراط العزيز الحميد، ومُنقذاً للأحياء والأموات من الكفار من فتنة المسيح الدجال والذي يريد أن يقول إنّه المسيح عيسى ابن مريم ويقول إنّه الله ربّ العالمين! وما كان المسيح ابن مريم كذاباً لذلك يُسمّى المسيح بالكذاب، وإنه الشيطان الرجيم فلا يفتنكم كما أخرج أبويكم من الجنة إنّه يراكم وقبيله من شياطين الهجين من يأجوج ومأجوج من حيث لا ترونهم من جنّة الفتنة؛ جنة لله من تحت الثرى كما بيّنا لكم من قبل، وإذا خرج إليكم يأجوج ومأجوج رأيتموهم، وأما الشياطين الخالصين من ذرية إبليس فأرواحٌ خبيثةٌ ترون من وقب منهم لأحدكم على الطريق، ثم يقول كما علمه ربّه أن يقول:
    {قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ ﴿١﴾ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾} صدق الله العظيم [الفلق].

    وإنه ليعلم بالبعث الأول في الدُنيا لذلك قال:
    {أَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ} [الأعراف:14]، ويقصد الإنظار في الجنّة وتأخيراً لحياته لذلك قال: {أَرَأَيْتَكَ هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا} [الإسراء:62].

    وآدم وحواء كانوا في الأرض في جنة الله في الأرض. تصديقاً لقوله تعالى:
    {مِنْهَا خَلَقْنَاكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ} صدق الله العظيم [طه:٥٥].

    وسبق وأن بيّنّا لكم حقيقة جنة الله من تحت الثرى والتي كان فيها آدم وحواء فأخرجهم الشيطان بمكره من أحسن تقويم في المعيشة إلى أسفل سافلين في المعيشة وإنّما أُبيِّن لكم آياتٍ ترون بيانها الحقّ على الواقع الحقيقي فلا تقولوا إنّما كان آدم وحواء في جنّة المأوى عند سدرة المُنتهى وإنّما الهبوط في المعيشة من أحسن تقويمٍ إلى أسفل سافلين والحقيقة هو الخروج من الداخل إلى الخارج. تصديقاً لقوله تعالى:
    {فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ} صدق الله العظيم [طه:١١٧].

    وأما بالنسبة للبعث الأول فهو بعثٌ لمن يشاء الله من الكفار من الأمم التي كذّبت رسلها فأهلكهم الله، ولكن إذا جاء يوم بعثهم خرج الشيطان الرجيم وجنوده من يأجوج ومأجوج لفتنة الأحياء والأموات، وذلك لأنّ الشيطان مُنظَرٌ إلى يوم البعث ولذلك سوف تجدون سرّ الرجعة للبعث الأول مرتبطاً بخروج يأجوج ومأجوج. وقال الله تعالى:
    {وَحَرَامٌ عَلَىٰ قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُونَ ﴿٩٥﴾ حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ} صدق الله العظيم [الأنبياء:95-96].

    وذلك وعد يوم الخروج لأنّه انتهاء موعد الإنظار إلى يوم يبعثون لذلك قال ذو القرنين في قصص القرآن العظيم:
    {قَالَ هَٰذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقًّا ﴿٩٨﴾ وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا ﴿٩٩﴾} صدق الله العظيم [الكهف].

    ويقصد بعث ما شاء الله من الكافرين أجمعين من أجل تحقيق هدف المهديّ المنتظَر وذلك لأنه يعبد رضوان الله في نفسه وذلك حقيقة اسم الله الأعظم وسرّ حقيقة اسم الله الأعظم في رضوان نفسه؛ أي صفة رضوان نفسه تعالى نعيم أعظم من الجنة. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِنَ اللَّهِ أَكْبَرُ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ﴿٧٢﴾} صدق الله العظيم [التوبة].

    ولكن هذا الاسم ذهب من نفسه تعالى بسبب غضبه على العباد فلا يتحقق نعيمي الأعظم حتى يكون الله راضياً في نفسه ولن يكون الله راضياً في نفسه حتى يُدخل كُلّ شيء في رحمته، وتلك هي رايتي وغايتي ولكن أكثر الناس لا يعلمون.

    وأنا الخبير بالرحمن فصدِّقوا، ولم أتخذ رضوان الله النعيم الأعظم وسيلةً لتحقيق نعيم الجنة الأصغر بل أريد الله أن يكون هو راضٍ في نفسه ليس مُتحسراً على عباده ولا غضبان، فيا عجبي ممّن يزعمون بأنّهم يحبّون ربَّهم فكيف يهنأون بالجنّة والحور العين وربُّهم ليس راضياً في نفسه وليس سعيداً ولا فرحاناً؟ وذلك لأنه أرحم الراحمين! أم تظنّون بأنّ الله يسعد بتعذيب عباده برغم أنّهم ظلموا أنفسهم وما ظلمهم الله شيئاً؟ وبرغم ذلك أجد أرحم الراحمين يتحسّر على عباده إذا أهلكهم بسبب التكذيب برسله والتكذيب بآيات ربِّهم يُدمِّرهم تدميراً وحتى إذا أهلكهم يقول في نفسه قولاً لا تسمعه ملائكته ولا المقربين من عباده:
    {يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ مَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ ﴿٣٠﴾ أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ ﴿٣١﴾} صدق الله العظيم [يس].

    وبالله عليكم كم مدى حسرة الأمّ على وليدها إن أُلقي به في نار جهنم؟ وعليكم أن تعلموا بأنّ حسرة الله على عبده أعظم من حسرة الأمّ على ابنها والسبب لأنّ الله أرحم الراحمين وذلك ما جهله محمدٌ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم في نفس ربّه وكاد أن يذهب نفسه حسراتٍ على الناس فكيف بعظمة حسرة من هو أرحم بعباده من محمدٍ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم ولكن حسرة محمدٍ رسول الله على الناس ألهته عن التفكّر بمدى حسرة من هو أرحم بعباده منه، لذلك قال الله تعالى مُخاطباً نبيّه:
    {فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ} [الأنعام:35]؛ أي الجاهلين عن معرفة الله أرحم الراحمين وسبق وأن عاتب الله نبيّه بسبب شدّة الحسرة في نفس نبيّه على الناس، وقال له ربه مُعاتباً لنبيّه: {فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ} صدق الله العظيم [فاطر:٨].

    وقال:
    {طه ﴿١﴾ مَا أَنْزَلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْآنَ لِتَشْقَىٰ ﴿٢﴾ إِلَّا تَذْكِرَةً لِمَنْ يَخْشَىٰ ﴿٣﴾} صدق الله العظيم [طه].

    وقال:
    {لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ أَلَّا يَكُونُوا مُؤْمِنِينَ} صدق الله العظيم [الشعراء:٣].

    وقال:
    {فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَفْسَكَ عَلَىٰ آثَارِهِمْ إِنْ لَمْ يُؤْمِنُوا بِهَٰذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا} صدق الله العظيم [الكهف:٦].

    ولكنّ محمداً رسول الله لم يدرك سرّ ومدى هذا العتاب له من ربه! فإذا كان هذا حالك يا محمد رسول الله الذي أرسله الله رحمةً للعالمين فكيف بمدى حسرة من هو أرحم منك بعباده الله أرحم الراحمين؟ ولكن محمداً رسولَ الله صلى الله عليه وسلم كان يجهل ذلك ولذلك عاتبه ربَّه عتاباً لاذعاً وأن لا يكون من الجاهلين عن معرفة ربهم. وقال الله تعالى:
    {وَإِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِي الْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِي السَّمَاءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِآيَةٍ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَىٰ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ} صدق الله العظيم [الأنعام:٣٥].

    لذلك قال الله تعالى:
    {الرَّحْمَٰنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا} صدق الله العظيم [الفرقان:٥٩].

    وقد علم محمدٌ رسول الله صلى الله عليه وسلم بأنّه يوجد في أمّتِه من هو أعلم بالرحمن منه لذلك قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم:
    [الإيمان يمان والحكمة يمانية] صدق رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم.

    ولربما يغضب علينا كثيرٌ من المسلمين وأنا أولَى بجدّي منهم وأشدّ غيرة عليه منهم بالحقّ، فلماذا تجعلون أعلى درجات العلم حصرياً على الأنبياء والمرسلين فهل أنتم من يُقسّم رحمة الله؟ فهل تدرون ما سبب الدورة العلميّة لكليم الله موسى مع عبد من عباد الله الصالحين؟ وذلك ظنّه بأنّه من أعلم الناس نظراً لأنّ الله كلّمه تكليماً لذلك ابتعثه الله إلى الرجل الصالح لكي لا يحصر المسلمون العلم على أنبيائهم ورسلهم من دون الصالحين! ولربما رجلٌ صالحٌ أعلمُ من نبيٍّ ورسولٍ،
    {قَالَ الَّذِي عِندَهُ عِلْمٌ مِّنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَن يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ} [النمل:40].

    وكذلك النصارى سوف يغضبون علينا فيقولون: كيف تظنّ نفسك إماماً لرسول الله المسيح عيسى ابن مريم وذلك القول الحقّ قد يكون سببَ فتنة كثيرٍ من النصارى فلا يؤمنون حتى يروا العذاب الأليم، فاتّقوا الله يا معشر النّصارى والمُسلمين ثكلتكم أمهاتكم، وأُقسم بالله العلي العظيم بأنّ المهديّ المنتظَر إمامَ الأمّة الواحدة والله ربي وربكم فاعبدوه وحده لا شريك له سبحانه عمّا يُشركون وتعالى علواً كبيراً، ولا أقول للناس اتّخذوني إلهاً من دون الله بل كونوا ربانيّين واعبدوا الله ربّي وربّكم كما ينبغي أن يُعبد لعلكم تُرحمون.

    ويا قوم لقد جعلني الله إمام الأمم ليجعلكم أمّةً واحدةً. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {أَفَلَمْ يَيْأَسِ الَّذِينَ آمَنُوا أَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًا} صدق الله العظيم [الرعد:٣١].

    وتصديقاً لقوله تعالى:
    {وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أمّة واحدة وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ ﴿١١٨﴾ إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ} صدق الله العظيم [هود:118-119].

    ولكن الله يهدي من يشاء من الناس الى الهدى، ولكن ما كان للناس أن يتحكّموا في مصيري وسرّ عبادتي لربّي ولذلك سوف يبعث الكفار من الأمم لنهديهم صراطاً مُستقيماً فيجعلهم أمّةً واحدةً الأولين منهم والآخرين ليحقق لعبده رضوان نفسه ولكنّكم تجهلون قدري ولا تحيطون بسري! وقال لي أحد الأولياء: "ارفق بالمسلمين شيئاً فشيئاً فهذا كلامٌ كبيرٌ قد لا تفهمه عقولهم فإن الطفل يعطوه بادئ الرأي لبناً ومن ثمّ خبزاً ومن ثم اللحم"، فنقول: يا ابن عُمر لقد صار لي من شهر محرم 1426 وها نحن الآن في نهاية عام 1428 والطفل يأكل الخبز واللحم من بعد عامين وصار لنا أكثر من عامين، وكذلك لديَّ ما يثبت شأني ودرجتي عند ربي من القرآن العظيم فلماذا إذا كان يرى علماءُ المسلمين في قولي باطلاً لا يوقفوني عند حدّي فيلجموني بالقرآن العظيم إلجاماً، وهيهات وهيهات.. فإنّي أتحدّى جميعَ عُلماء الديانات السماويّة كلّهم أجمعين بحديث ربي في القرآن العظيم.

    وأما الفرق بين الجنّ والشياطين، فقد كان إبليس من الجنّ وكرّمه الله بأنّ جعله ملكاً من الجنّ مثالاً لقدرته كما يجعل جبريلَ بشراً وهو من الملائكة، وكذلك لو شاء الله لجعل من البشر ملائكةً في الأرض يخلفون ولكنّ إبليس تكبّر واغترّ ولم يكن عبداً شكوراً وعصى أمر ربه بالسجود لآدم لأنه يرى نفسه خيراً من آدمَ خلقه ملكاً من نارٍ وخلق آدمَ من صَلصالٍ كالفخّار. وقال الله تعالى:
    {فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٣٠﴾ إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣١﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣٢﴾ قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ ﴿٣٣﴾ قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ ﴿٣٤﴾ وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٣٥﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿٣٦﴾ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ ﴿٣٧﴾ إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ ﴿٣٨﴾ قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٣٩﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ ﴿٤٠﴾ قَالَ هَٰذَا صِرَاطٌ عَلَيَّ مُسْتَقِيمٌ ﴿٤١﴾ إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ ﴿٤٢﴾ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ أَجْمَعِينَ ﴿٤٣﴾ لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ لِكُلِّ بَابٍ مِنْهُمْ جُزْءٌ مَقْسُومٌ ﴿٤٤﴾} صدق الله العظيم [الحجر].

    وإن إبليس وجميع شياطين الجنّ والإنس هم أعداء لجميع الإنس والجنّ، وقال إبليس لأتخذنَّ من عبادك نصيباً مفروضاً! ولن نجعل نصيبه بإذن الله غير الذين يعبدون الشيطان وهم يعلمون أنّه الشيطان الرجيم ولم يكونوا ضالّين بل يعلمون بأنّ الله هو الحقّ وهم للحقّ كارهون، وإذا رأوا سبيل الحقّ لا يتّخذونه سبيلاً لأنّهم يعلمون أنّه الحقّ من ربِّهم وإذا رأوا سبيل الغيِّ والباطلِ والضلالِ اتّخذوه سبيلاً لأنّهم يعلمون أنّه سبيل الشيطان الرجيم؛ أولئك هم نصيبه المفروض بإذن الله ولا يحيق المكر السيئ إلا بأهله وإنا فوقهم قاهرون وإنّ جندَ الله لهم الغالبون فلن يُغني عنهم جمعهم وما كانوا يمكرون، وقد أعدّ جيشاً كثيرَ العدد من يأجوج ومأجوج آباؤهم من شياطين البشر وأمّهاتهم من إناث الشياطين ولكنّ جيش المهديّ المنتظَر جميع جنود الله في السماوات والأرض وإنّا فوقهم قاهرون، وعد الله لا يخلف الله وعده ولكنّ أكثر النّاس لا يشكرون، وإنا لله وإنا إليه لراجعون.

    أخو المسلمين الذليل عليهم تواضعاً لله ربّ العالمين؛ الإمام الحقير الصغير بين يدي الله ربّ العالمين؛ المهديّ المنتظَر الناصر لمحمد رسول الله والقرآن العظيم؛ الإمام ناصر محمد اليماني.
    ________________

    البيانات المفصلة عن البعث الأول لمن يشاء الله من الكافرين:
    http://www.mahdi-alumma.com/showthread.php?9061



  2. الترتيب #12 الرقم والرابط: 303927 أدوات الاقتباس نسخ النص
    Risalah Allah غير متواجد حالياً من الأنصار السابقين الأخيار
    تاريخ التسجيل
    Mar 2013
    المشاركات
    43

    افتراضي

    ..Tambahan Keterangan Mengenai Waktu Keluarnya Syaitan Secara Terhina Lagi Terusir

    اقتباس المشاركة: 303923 من الموضوع: القول المُختصر في المسيح الكذاب الأشِر ..


    sumber

    -12-
    Al Imam Nasser Mohammed Al Yamani
    Dzulqa'dah 8 1432H
    September 7 2011

    (Mengikut takwim rasmi Ummul Qura)


    Pernyataan Ringkas Mengenai Al Masih Ad Dajjal Yang Sangat Pendusta
    Tambahan Keterangan Mengenai Waktu Keluarnya Syaitan Secara Terhina Lagi Terusir Dari Jannatul Fitnah
    Syurga Yang Menjadi Fitnah Ujian


    Dengan nama Allah Ar Rahman Ar Rahim, sholawat dan salam ke atas nendaku Muhammad Rasulullah beserta keluarganya yang suci bersih dari syirik dan ke atas seluruh Ansal Allah, para penolong Allah di setiap zaman dan tempat hingga Hari Pembalasan..


    Allah Ta'ala berfirman:
    Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam", maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud. (11) Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". (12) Allah berfirman: "Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina". (13) Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan". (14) Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh". (15) Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, (16) kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (17) Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya". (18) (Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim". (19)
    Maha Benar Allah
    [Al A'raaf]


    Pertanyaan yang muncul: Bukankah keluarnya Ad Dajjal itu adalah untuk menipu keturunan Adam yang mengikutinya, dengan dalil firman Allah Ta'ala: Allah berfirman:
    "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya". (18) Maha Benar Allah
    ?
    Persoalannya adalah: Bagaimana Iblis keluar kepada mereka sementara Adam dan istrinya di Syurga itu dan keturunannya masih di punggungnya -belum ada-, jadi bagaimana dia keluar kepada mereka? Bukankah kalian dapati bahawa keluarnya Iblis kepada keturunan Adam adalah untuk menipu mereka, sebagai pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, Maha Benar Allah
    ?
    Maka bertadabburlah, renungkan firman Allah Ta'ala:
    Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, akan tetapi keturunan Adam belum ada sebagaimana kalian kini ketika perintah itu Allah nyatakan, jadi bagaimana Iblis keluar untuk menipu mereka
    ?
    Makanya kalian ketahui bahawa pembenaran terhadap perintah Allah untuk mengeluarkan Iblis itu akan datang takwilannya secara nyata di akhir zaman, Iblis akan dikeluarkan dalam keadaan terhina lagi terusir, yang mana Allah akan mengutus para malaikat-Nya untuk menghalau Iblis dari Syurga itu secara terhina lagi terusir tatkala berakhirnya waktu yang dijanjikan.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan, (36) Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, (37) sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan, (38) Maha Benar Allah [Al Hijr], jadi, bila pula waktu yang ditentukan itu? Jawabannya: Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan (36), waktu yang telah ditentukan itu adalah Hari Kebangkitan Pertama


    Pertanyaan yang lain: Bila pula hari kebangkitan pertama itu? Jawabannya dalam muhkam Kitabullah:
    Sungguh tidak mungkin atas (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami). (95) Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya'juj dan Ma'juj
    Maha Benar Allah
    [Al Anbiya]


    Pertanyaan yang lain: Bila pula tembok Ya'juj dan Ma'juj itu dibukakan? Jawabannya dalam muhkam Kitabullah, di hari melintasnya Kaukabul 'Azab neraka Jahannam, di hari Allah menampakkannya kepada orang-orang ingkar yang mendustakan, di malam melintasnya di atas bumi manusia ini, lintasan yang paling dekat dengan bumi dalam sejarah dunia dan manusia.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (94) Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, (95)berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu". (96) Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. (97) Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar". (98) Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, dan ditiupkan kepada makhluk (tiupan kebangkitan), lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (99) dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, (100)
    Maha Benar Allah
    [Al Kahfi]


    Mungkin ada seorang penanya mahu menyelaku dengan mengatakan: "Apa bukti ilmu pengetahuanmu bagi maksud dari firman Allah Ta'ala:
    dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, (100) Maha Benar Allah; bahawa yang dimaksudkan adalah lintasan Jahannam di depan manusia dan mereka dapat melihatnya", untuk itu kami balasnya dengan kebenaran, kami katakan:

    Sesungguhnya penampakan Jahannam pada situasi ini yang dimaksudkan lintasannya di depan mata mereka, sebagaimana tampaknya kuda-kuda Sulaiman -'alayhissalaam- yang diperlihatkan kepadanya kuda-kuda yang tenang sebagai pertunjukkan ketenteraan, Allah Ta'ala berfirman:
    Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya), (30) (ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore, (31) maka ia berkata: "Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan". (32)
    Maha Benar Allah
    [Shaad]

    Kami menyimpulkan makna yang dimaksudkan bagi kalimah Jahannam ditampakkan:
    dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, Maha Benar Allah, hari tembok penghalang yang dibina oleh Dzulqarnayn jadi hancur disebabkan melintasnya Jahannam, lintasan yang terdekat dengan dunia yang dihuni manusia dalam sejarah penciptaan bumi

    Kerana itu ia menimbulkan dampak dan kesan yang amat besar terhadap bumi ini dalam sejarah lintasannya, yang menyebabkan terbaliknya putaran bumi hingga malam mendahului siang, timur menjadi barat dan barat menjadi timur, membuatkan matahari terbit dari arah terbenamnya.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar". (98) Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, dan ditiupkan kepada makhluk (tiupan kebangkitan), lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (99) dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, (100)
    Maha Benar Allah
    [Al Kahfi]


    Demikian juga pada hari itu akan terjadi kebangkitan pertama bagi orang-orang yang mengingkari dari kalangan mereka yang terdahulu dan yang terkemudian.

    Pembenaran terhadap firman Allah Ta'ala:
    Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar". (98) Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, dan ditiupkan kepada makhluk (tiupan kebangkitan), lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya, (99) dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu kepada orang-orang kafir dengan jelas, (100)
    Maha Benar Allah

    Dan keluarnya Dajjal -Iblis- untuk memfitnah sesiapa yang mengikutinya dari keturunan Adam juga akan terjadi pada hari yang telah ditentukan itu, kerana Iblis telah ditunda dalam syurga hingga hari kebangkitan pertama, sebab itu Allah Ta'ala berfirman:
    Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan, (36) Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, (37) sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan, (38)
    Maha Benar Allah
    [Al Hijr]


    Pada hari itu Allah akan mengutus para malaikat-Nya untuk mengeluarkan syaitan dan para penolongnya dari syurga dalam keadaan hina lagi terusir, maka tahulah syaitan bahawa hari yang ditentukan untuk kebangkitan pertama telah tiba, tahulah ia bahawa tempoh penantiannya dalam syurga telah tamat, maka para malaikat Allah akan mengeluarkan Iblis dan para penolongnya secara hina lagi terusir, maka dia akan keluar ke permukaan bumi menemui kalian untuk memfitnah orang-orang yang hidup dan orang-orang mati yang dibangkitkan pada hari tersebut

    Demikian itulah bayan keterangan yang benar bagi firman Allah Ta'ala:
    Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya". (18) (Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim". (19)
    Maha Benar Allah
    [Al A'raaf]


    Pembenaran terhadap perintah keluarnya Iblis dari syurga tidak terjadi di hari dia mendurhakai Tuhannya dengan menolak untuk sujud menghormati Adam, kerana Allah telah memberinya tangguh hingga hari manusia dibangkitkan pada hari kebangkitan pertama, Iblis masih belum dikeluarkan dari syurga itu setelah dia diperintahkan untuk keluar, kerana dia diberi tangguh oleh Allah hingga hari kebangkitan pertama;

    Bahkan Allah membiarkannya tinggal dalam syurga Allah di bumi itu sehinggalah hari kebangkitan pertama, dalil bukti yang menunjukkan Iblis tetap tinggal dalam syurga itu adalah firman Allah Ta'ala:
    Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.(117)
    Maha Benar Allah
    [Thaahaa]


    Bukankah telah jelas buat kalian bayan keterangan yang hak bagi tetapnya Iblis berada di Jannatul Fitnah -syurga ujian- itu sehingga hari orang-orang yang mengingkari dibangkitkan pada hari kebangkitan pertama
    ?
    Iblis akan mengatakan dia miliki syurga dan neraka yang telah diperlihatkan kepada kalian, dia akan mengatakan: "Ini adalah hari keabadian, hari kebangkitan, aku miliki syurga dan neraka sebagaiimana yang telah aku janjikan kepada kalian, akulah 'Allah' Al Masih 'Isa Putra Maryam", padahal dia berdusta, dia bukanlah 'Isa Putera Maryam yang sebenar! Kerana itu Dajjal dinamakan Al-Kadzdzab -yang sangat pendusta-, sebab dia bukan 'Isa Putera Maryam lalu mendakwa dirinya tuhan, 'Isa Putera Maryam tidak akan mengatakan seperti ucapan Iblis itu, bahkan yang akan mengaku seperti itu adalah Al Masih Al Kadzdzab si Dajjal.


    Maka bertakwalah kalian kepada Allah, merasa takutlah kalian terhadap-Nya wahai orang-orang yang memikirkan, ketahuilah oleh kalian demi Allah, tidaklah para nabi Allah dan para rasul-Nya miliki ilmu pengetahuan untuk menerangkan perkara Dajjal ini, kerana Allah telah mengkhususkan bayan keterangan yang terperinci mengenai fitnah Dajjal kepada hamba-Nya yang telah dijadikan oleh Allah sebagai penentang Dajjal, Al Mahdi Al Muntadhar, yang memiliki ilmu pengetahuan Al-Quran, musuh sengit si Dajjal


    Salam ke atas para rasul dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam..

    Khalifah Allah dan hamba-Nya; Al Imam Al Mahdi Nasser Mohammed Al Yamani
    _____________




    اقتباس المشاركة: 39429 من الموضوع: القول المُختصر في المسيح الكذاب الأشِر ..






    - 12 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    08 - ذو القعدة - 1432 هـ
    07 - 09 - 2011 مـ
    08:17 مساءً
    ( بحسب التقويم الرسمي لأمّ القرى )
    ــــــــــــــــ



    القول المختصر في المسيح الكذاب الأشر

    مزيدٌ من التفصيل عن موعد خروج الشيطان من جنَّة الفتنة التي بباطن أرضكم مَذْءُومًا مدحوراً ..


    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على جدّي محمد رسول الله وآله الأطهار وجميع أنصار الله في كل زمانٍ ومكانٍ إلى يوم الدين..

    قال الله تعالى:
    {وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْ‌نَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ السَّاجِدِينَ ﴿١١﴾ قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْ‌تُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ‌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِي مِن نَّارٍ‌ وَخَلَقْتَهُ مِن طِينٍ ﴿١٢﴾ قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ‌ فِيهَا فَاخْرُ‌جْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِ‌ينَ ﴿١٣﴾ قَالَ أَنظِرْ‌نِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿١٤﴾ قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِ‌ينَ ﴿١٥﴾ قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَ‌اطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦﴾ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَ‌هُمْ شَاكِرِ‌ينَ ﴿١٧﴾ قَالَ اخْرُ‌جْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورً‌ا لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿١٨﴾ وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَ‌بَا هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ ﴿١٩﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

    والسؤال الذي يطرح نفسه هو: أليس خروجه من الجنة هو لفتنة من تَبِعهُ من ذريّة آدم بدليل قول الله تعالى:
    {قَالَ اخْرُ‌جْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورً‌ا لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿١٨﴾} صدق الله العظيم؟ والسؤال هو: فكيف يخرج إليهم وآدم وذريّته في ظهره وزوجته في الجنة فكيف يخرج إليهم؟ ألم تجدوا خروجه إليهم لفتنتهم تصديقاً لقول الله تعالى: {قَالَ اخْرُ‌جْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورً‌ا لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ} صدق الله العظيم؟ فتدبّروا قول الله تعالى: {لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ}، ولكنهم غير موجودين حيث أنتم حين صدور الأمر فكيف يخرج لفتنتهم؟ ومن ثم تعلمون أنّ تصديق هذا الأمر من الله بإخراجه يأتي تأويله على الواقع الحقيقي في آخر الزمان سيتمّ إخراجه مَذْءُومًا مدحوراً فيرسل الله عليه ملائكته ليخرجوه منها مَذْءُومًا مدحوراً حين انتهاء الوقت المعلوم. تصديقاً لقول الله تعالى: {قَالَ ربّ فَأَنظِرْ‌نِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿٣٦﴾ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِ‌ينَ ﴿٣٧﴾ إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الحجر]، فمتى هو الوقت المعلوم؟ والجواب: {قَالَ ربّ فَأَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ} والوقت المعلوم هو يوم البعث الأول.

    وسؤال آخر: فمتى اليوم المعلوم؟ والجواب في محكم الكتاب:
    {وَحَرَ‌امٌ عَلَىٰ قَرْ‌يَةٍ أَهْلَكْنَاهَا أَنَّهُمْ لَا يَرْ‌جِعُونَ ﴿٩٥﴾ حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ} صدق الله العظيم [الأنبياء:95-96].

    وسؤال آخر: متى يكون فتح يأجوج ومأجوج؟ والجواب في محكم الكتاب، يوم مرور كوكب العذاب نار جهنم يوم يعرضها الله للكافرين المكذبين ليلة مرورها على أرض البشر المرور الأقرب في تاريخ الأرض والبشر. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {قَالُوا يَا ذَا الْقَرْ‌نَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْ‌ضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْ‌جًا عَلَىٰ أَن تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا ﴿٩٤﴾ قَالَ مَا مَكَّنِّي فِيهِ رَ‌بِّي خَيْرٌ‌ فَأَعِينُونِي بِقُوَّةٍ أَجْعَلْ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ رَ‌دْمًا ﴿٩٥﴾ آتُونِي زُبَرَ‌ الْحَدِيدِ حَتَّىٰ إِذَا سَاوَىٰ بَيْنَ الصَّدَفَيْنِ قَالَ انفُخُوا حَتَّىٰ إِذَا جَعَلَهُ نَارً‌ا قَالَ آتُونِي أُفْرِ‌غْ عَلَيْهِ قِطْرً‌ا ﴿٩٦﴾ فَمَا اسْطَاعُوا أَن يَظْهَرُ‌وهُ وَمَا اسْتَطَاعُوا لَهُ نَقْبًا ﴿٩٧﴾ قَالَ هَـٰذَا رَ‌حْمَةٌ مِّن رَّ‌بِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَ‌بِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَ‌بِّي حَقًّا ﴿٩٨﴾ وَتَرَ‌كْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ‌ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا ﴿٩٩﴾ وَعَرَ‌ضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِّلْكَافِرِ‌ينَ عَرْ‌ضًا ﴿١٠٠﴾} صدق الله العظيم [الكهف].

    ولربّما يودّ أن يقاطعني أحد السائلين فيقول: "فما هو سلطان علمك للمقصود من قول الله تعالى:
    {وَعَرَ‌ضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِّلْكَافِرِ‌ينَ عَرْ‌ضًا ﴿١٠٠﴾} صدق الله العظيم؛ أنه يقصد مرورها أمام أعينهم وهم ينظرون إليها"، ومن ثمّ نردّ عليه بالحقِّ ونقول: إنما عرض جهنم في هذا الموضع يقصد به مرورها أمام أعينهم كعرض خيول سليمان عليه الصلاة والسلام حين عرض عليه الخيول الصافنات كعرضٍ عسكريٍّ، وقال الله تعالى: {وَوَهَبْنَا لِدَاوُودَ سُلَيْمَانَ نِعْمَ الْعَبْدُ إِنَّهُ أَوَّابٌ ﴿٣٠﴾ إِذْ عُرِ‌ضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصَّافِنَاتُ الْجِيَادُ ﴿٣١﴾ فَقَالَ إِنِّي أَحْبَبْتُ حُبَّ الْخَيْرِ‌ عَن ذِكْرِ‌ رَ‌بِّي حَتَّىٰ تَوَارَ‌تْ بِالْحِجَابِ﴿٣٢﴾} صدق الله العظيم [ص]. ونستنبط المعنى المقصود لكلمة عرض جهنم: {وَعَرَ‌ضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِّلْكَافِرِ‌ينَ عَرْ‌ضًا ﴿١٠٠﴾} صدق الله العظيم، يوم تَهَدُّم سدّ ذي القرنين بسبب مرورها الأقرب في تاريخ خلق الأرض، لذلك تتأثر الأرض التأثر الأكبر في تاريخ مرور كوكب جهنم، ويسبب انعكاس دوران الأرض فيسبق الليل النهار فيصير الشرق غرباً والغرب شرقاً فتطلع الشمس من مغربها. تصديقاً لقول الله تعالى: {قَالَ هَـٰذَا رَ‌حْمَةٌ مِّن رَّ‌بِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَ‌بِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَ‌بِّي حَقًّا ﴿٩٨﴾ وَتَرَ‌كْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ‌ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا ﴿٩٩﴾ وَعَرَ‌ضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِّلْكَافِرِ‌ينَ عَرْ‌ضًا ﴿١٠٠﴾} صدق الله العظيم [الكهف].

    وكذلك يحدث في ذلك اليوم البعث الأول للكافرين الأولين والآخرين. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {قَالَ هَـٰذَا رَ‌حْمَةٌ مِّن رَّ‌بِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَ‌بِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَ‌بِّي حَقًّا ﴿٩٨﴾ وَتَرَ‌كْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ وَنُفِخَ فِي الصُّورِ‌ فَجَمَعْنَاهُمْ جَمْعًا ﴿٩٩﴾ وَعَرَ‌ضْنَا جَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لِّلْكَافِرِ‌ينَ عَرْ‌ضًا ﴿١٠٠﴾} صدق الله العظيم، وخروج المسيح الكذاب - إبليس - لفتنة من تبِعه من ذرية آدم يحدث في ذلك اليوم المعلوم كونه مُنظَر في الجنة إلى يوم البعث الأول، ولذلك قال الله تعالى: {قَالَ ربّ فَأَنظِرْ‌نِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿٣٦﴾ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِ‌ينَ ﴿٣٧﴾ إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الحجر].

    وفي ذلك اليوم يرسل الله ملائكته ليُخرِجوا الشيطان وأولياءه مذءوماً مدحوراً، فعلم الشيطان أنّه جاء الوقت المعلوم للبعث الأول، وأنه انتهى زمن انتظاره في الجنة، فيُخرِجوه منها مذءوماً مدحوراً هو وجنده فيخرج إليكم إبليس لفتنة الأحياء والأموات المبعوثين في ذلك اليوم، وذلك هو البيان الحقّ لقول الله تعالى:
    {قَالَ اخْرُ‌جْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورً‌ا لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿١٨﴾ وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَ‌بَا هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ ﴿١٩﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

    وليس تصديق أمر إخراجه قد حَدَثَ يوم عصى الشيطان ربه فأبى السجود لآدم كون الله أنظره إلى يوم يبعثون في البعث الأول، ولم يتمّ إخراجه من بعد صدور الأمر كونه منظور فيها إلى يوم البعث؛ بل أبقاه الله في جنته في الأرض إلى يوم البعث الأول ودليل بقائه في الجنة قول الله تعالى:
    {فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَى} صدق الله العظيم [طه:117].

    فهل تبيَّن لكم البيان الحقّ لبقاء إبليس في جنة الفتنة إلى يوم يبعثون في البعث الأول؟ فيقول إنَّ لديه جنّة ونار قد تمّ عرضها عليكم، ويقول: "هذا يوم الخلود يوم البعث ولديّ جنة ونار كما وعدتكم، وأنا الله المسيح عيسى ابن مريم"، بل هو كذاب وما كان ابن مريم! ولذلك يسمّى المسيح الكذاب كونه ليس المسيح عيسى ابن مريم صلى الله عليه وعلى أمّه وسلم تسليماً. ولذلك تبيَّنت لكم الحكمة من عودة رسول الله المسيح عيسى ابن مريم كون الشيطان يريد أن ينتحل شخصيّة المسيح عيسى ابن مريم فيدّعي الربوبيّة وما كان للمسيح أن يقول قوله بل هو المسيح الكذاب.

    فاتقوا الله يا أولي الألباب، ألا والله لا يحيط أنبياء الله ورسله بتفصيل شأن المسيح الكذاب كون الله اختص بالبيان التفصيلي لفتنة المسيح الكذاب من جعله الله خصماً له، المهديّ المنتظَر صاحب علم الكتاب العدو اللدود للمسيح الكذاب.

    وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين..
    خليفة الله وعبده؛ الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    _____________



  3. الترتيب #13 الرقم والرابط: 303962 أدوات الاقتباس نسخ النص
    تاريخ التسجيل
    Oct 2012
    الدولة
    ملقا أرض الملايو نوسانتارا
    المشاركات
    559

    افتراضي Tentang Kemampuan Jinn, Malaikat Dan Fitnah (Kebohongan) Dajjal..


    -13-

    اقتباس المشاركة: 80873 من الموضوع: Tentang Kemampuan Jinn, Malaikat Dan Fitnah (Kebohongan) Dajjal


    >المصدر<


    الإمام ناصر محمد اليماني
    Imam Nasser Muhammad Al-Yamani
    10 - 09 - 2011
    12 - 10 - 1432
    10:58 am
    ـــــــــــــــــــــــــ ــــــــــــ


    بيانٌ من الإمام المهدي المنتظر عن قدرات وصفات الجنّ والملائكة، وعن فتنة المسيح الدجّال..

    PERNYATAAN DARI IMAM MAHDI AL-MUNTAZHAR TENTANG KEMAMPUAN JINN, MALAIKAT DAN FITNAH (KEBOHONGAN) DAJJAL


    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على جدّي النبيّ الخاتم ورحمة الله وبركاته وعليه وعلى آله الأطهار وجميع أنصار الله في خلقه إلى يوم الدين..

    Dengan nama Allah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengasih, damai dan berkah atas nendaku nabi yang terakhir (beserta Ahlul Bayt). Semoga kasih & berkah Allah atasnya dan semua semua keturunannya yang disucikan dan semua yang mengikuti jalan Allah sampai hari penghakiman.


    ويا حبيبي في الله أبو روان لقد أفتاكم الرحمن في محكم القرآن أنه خلق الجانّ من نار السَّموم، وقال سبحانه في محكم القرآن: {وَالْجَآنَّ خَلَقْناهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ} صدق الله العظيم [الحجر:27]. والسَّموم هي نار جهنم. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ ﴿٤١﴾ فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ ﴿٤٢﴾} صدق الله العظيم [الواقعة].

    Allah Maha Pengasih telah memberikan anda fatwa (aturan) dalam Al-Qur’an bahwa Dia menciptakan jin dari api (Al-Samoom) dan Dia mengatakan dalam Al-Qur’an.

    وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ [١٥:٢٧]

    Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.


    Al-Samoom adalah api neraka, sesuai firman Allah :

    وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ [٥٦:٤١]

    Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?

    فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ [٥٦:٤٢]

    Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih


    والجانّ الذي خلق الله أباهم من نارٍ وأكرم لمن يشاء منهم بصفاتٍ ملائكيّةٍ بقدرة التحوّل في خلقهم بالتشبه بخلقٍ آخر فتنةً لهم أيشكرون أم يكفرون ويستكبرون ويغترون بخلقهم. كمثل إبليس وذريته يحملون صفاتاً من صفات الملائكة، أي يحمل من صفات الملائكة بقدرة التحوّل من خَلْقِ الجنّ إلى التمثل بخَلْقٍ آخر. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ يَا مُوسَى أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ} صدق الله العظيم [القصص:31].

    Jin yang ayahnya diciptakan oleh Allah dari api, dengan kehendak Allah mereka telah diberi sifat malaikat, yang kemampuannya bisa merubah tubuhnya menyerupai ciptaan yang lainnya, untuk menguji mereka (untuk mencoba mereka) apakah mereka akan bersyukur kepada Allah atau terlalu bangga terhadap dirinya sendiri.

    Setan (Lucifer-Iblis) dan anak cucunya telah memiliki sifat-sifat malaikat yang kemampuannya merubah dari bentuk jin ke bentuk ciptaan yang lainnya sesuai dengan firman Allah:

    وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ ۖ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ [٢٨:٣١]

    Dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): "Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.


    ويقصد الله تعالى بقوله: {وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ} أي أنها تحولت من عصا إلى ثعبانٍ، ونستنبط من ذلك صفة تَميَّز بها الجنّ بقدرة التحوّل من خلقهم فيتشبهون بخلقٍ آخر. ولذلك قال الله تعالى: {وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ} صدق الله العظيم، ونستنبط من ذلك قدرة الجنّ على التحوّل بإذن الله من خلقهم فيتمثلون بخلقٍ آخر، وكذلك الملائكة من النور ميّزهم الله كذلك بهذه الصفة وهي قدرة التمثل، ولذلك قال الله تعالى: {فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا} صدق الله العظيم [مريم:17].

    Apakah yang Allah Maha Agung maksudkan pada firman-Nya:

    Dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh.

    Apakah itu merubah bentuk tongkat menjadi bentuk ular. Dari itu kami mendapatkan sifat nyata dari jin yang memiliki kemampuan berubah seperti ciptaan-ciptaan yang lainnya.

    Oleh karena itu Allah Ta'ala berfirman:

    وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ

    Dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit.

    Dari itu kita mendapati bahwa jin memiliki kemampuan berubah dengan ijin Allah ke bentuk yang berbeda. Sama pada malaikat yang diciptakan dari cahaya spiritual yang memiliki kemampuan yang sama.

    Dari itu Allah Ta'ala berfirman:

    …. فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا [١٩:١٧]

    lalu Kami mengutus roh Kami (Malaikat jibril) kepadanya (Maryam), maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.


    وبعد أن خلق الله آدم وأمر الملائكة بالسجود لآدم فسجدوا كلهم أجمعون. تصديقاً لقول لله تعالى: {وَإِذْ قَالَ رَ‌بُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرً‌ا مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٢٨﴾ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّ‌وحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ ﴿٢٩﴾ فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٣٠﴾ إِلَّا إِبْلِيسَأَبَىٰ أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣١﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣٢﴾ قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ‌ خَلَقْتَهُ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٣٣﴾ قَالَ فَاخْرُ‌جْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَ‌جِيمٌ ﴿٣٤﴾ وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٣٥﴾ قَالَ ربّ فَأَنظِرْ‌نِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿٣٦﴾ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِ‌ينَ ﴿٣٧﴾ إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الحجر].

    Allah telah menciptakan Adam dan memerintahkan semua malaikat untuk merendah kepadanya (Adam).

    Allah berfirman:

    وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ [١٥:٢٨]

    Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

    فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ [١٥:٢٩]

    Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

    فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ [١٥:٣٠]

    Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,

    إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ [١٥:٣١]

    kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.

    قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ [١٥:٣٢]

    Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?"

    قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ [١٥:٣٣]

    Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk"

    قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ [١٥:٣٤]

    Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,

    وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ [١٥:٣٥]

    dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat".

    قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ [١٥:٣٦]

    Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,

    قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ [١٥:٣٧]

    Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

    إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ [١٥:٣٨]

    sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan


    وهنا سؤالٌ يطرح نفسه فبما أنَّ إبليس استثناه الله من الملائكة أنه لم يكن من الساجدين بدليل قول الله تعالى: {وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا ﴿٦١﴾ قَالَ أَرَ‌أَيْتَكَ هَـٰذَا الَّذِي كَرَّ‌مْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْ‌تَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّ‌يَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٦٢﴾ قَالَ اذْهَبْ فَمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَّوْفُورً‌ا ﴿٦٣﴾ وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَ‌جِلِكَ وَشَارِ‌كْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُ‌ورً‌ا ﴿٦٤﴾ إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَ‌بِّكَ وَكِيلًا﴿٦٥﴾} [الإسراء].

    Allah mengeluarkan setan (Lucifer-Iblis) dari malaikat-malaikat karena dia TIDAK TERMASUK mereka yang merendahkan dirinya (sujud).

    Allah Ta'ala berfirman:

    وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا [١٧:٦١]

    Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"

    قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا [١٧:٦٢]

    Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil".

    قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَوْفُورًا [١٧:٦٣]

    Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.

    وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا [١٧:٦٤]

    Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.

    إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا [١٧:٦٥]

    Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga".


    وقال الله تعالى: {وَإِذْ قَالَ رَ‌بُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرً‌ا مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٢٨﴾ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّ‌وحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ ﴿٢٩﴾ فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٣٠﴾ إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣١﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣٢﴾ قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ‌ خَلَقْتَهُ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٣٣﴾} صدق الله العظيم [الحجر].

    Allah Ta'ala berfirman:

    وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ [١٥:٢٨]

    Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

    فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ [١٥:٢٩]

    Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

    فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ [١٥:٣٠]

    Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,

    إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ [١٥:٣١]

    kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.

    قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ [١٥:٣٢]

    Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?"

    قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ [١٥:٣٣]

    Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk"


    والسؤال الذي يطرح نفسه هو: فهل إبليس من الملائكة الذين خلقهم الله من نور أم من ملائكة الجان من نارٍ؟ وتجدون الجواب في محكم الكتاب في قول الله تعالى: {وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآِدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الجنّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلاً} صدق الله العظيم [الكهف:50].

    Sebuah pertanyaan ditanyakan disini:

    Apakah iblis (Lucifer) adalah salah satu dari malaikat yang diciptakan dari cahaya spiritual atau salah satu jin yang diciptakan dari api
    ?

    Anda menemukan jawaban di Al-Qur'an yang suci:

    وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا [١٨:٥٠]

    Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim.


    وكذلك الجنّ ينقسمون إلى صنفين اثنين بسبب التحوّل في خلقهم بالتشبه إلى خلق آخر بقدرة الله في التحوّل في الخلق بالتشبه بخلقٍ آخر بدليل قول الله تعالى: {فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا} صدق الله العظيم، وليس أنّ الجنّ ثعابين، وإنما يقصد الله أنّ موسى رآها تحولت من عصا إلى ثعبانٍ مبينٍ؛ بمعنى فلما رأى العصا تحولت من عصا إلى خلق آخر ثعبان حيّ مبين كأنها جانّ تملك قدرة التحوّل بالتشبه بخلقٍ آخر، ولذلك قال الله تعالى: {وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَ‌آهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرً‌ا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْ‌سَلُونَ﴿١٠﴾} صدق الله العظيم [النمل].

    Jin ada dua macam menurut kemampuannya untuk merubah wujudnya sehingga terlihat seperti makhluk-makhluk yang lainnya dengan ijin Allah.

    Allah Ta'ala berfirman :

    فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا[٢٧:١٠]

    dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala Musa melihatnya bergerak-gerak seperti jin, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh.

    Hal itu bukan berarti jin adalah ular tapi yang Allah Ta'ala maksudkan bahwa Musa melihatnya berubah dari tongkat menjadi ular yang besar.

    Maksudnya; Dia menunjukkan bahwa tongkat itu memiliki kemampuan merubah diri seperti jin yang memiliki kemampuan ini.

    Allah Ta'ala berfirman:

    وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَ [٢٧:١٠]

    dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular) dan Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.


    ومن خلال ذلك نستنبط فتوى الله من صفات الجنّ في الخلق: أنه منحهم قدرة التحوّل إلى خلقٍ آخر بمجرد إرادتهم في أنفسهم أن يتمثلوا بخلقٍ آخر، فيتمثلون بقدرةٍ من الله وليس من عند أنفسهم، ولكن ذلك يحدث فقط إن يشأ الله. والصفات الملائكيّة لقدرة التحوّل أكرم الله بها طرائق من عالم الجنّ وكذلك عالم الملائكة من نور، فأي ملك يريد أن يظهر للناس فإنه حتماً سوف يتمثل لهم إلى رجلٍ من البشر، والله هو الذي جعل لهم قدرة الاستواء والتمثل إلى خلقٍ آخر. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنَاهُ رَ‌جُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِم مَّا يَلْبِسُونَ﴿٩﴾} صدق الله العظيم [الأنعام]، كمثل جبريل عليه الصلاة والسلام حين أرسله إلى محمد رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم قال الله تعالى: {عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ ﴿٥﴾ ذُو مِرَّ‌ةٍ فَاسْتَوَىٰ ﴿٦﴾} صدق الله العظيم [النجم].

    Melalui kejadian tersebut kita belajar dari kata-kata Allah tentang sifat-sifat jin yang diberi kemampuan merubah wujud seperti makhluk-makhluk yang lain kapanpun mereka inginkan dengan ijin Allah dan kejadian itu hanya dengan kehendak Allah

    Perubahan sifat seperti malaikat ini diberikan kepada sekelompok jin oleh Allah. Sama seperti malaikat yang diciptakan dari cahaya spiritual yang dapat menjelma, maka setiap malaikat dapat menampakkan diri kepada orang-orang dalam bentuk seorang manusia
    .

    Allah adalah satu-satunya yang memberikan mereka kemampuan untuk menjelma dalam wujud seorang manusia.

    Allah berfirman:

    وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَجَعَلْنَاهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَا يَلْبِسُونَ [٦:٩]

    Dan kalau Kami jadikan rasul itu malaikat, tentulah Kami jadikan dia seorang laki-laki dan (kalau Kami jadikan ia seorang laki-laki), tentulah Kami meragu-ragukan atas mereka apa yang mereka ragu-ragukan atas diri mereka sendiri.

    Contoh untuk itu adalah Jibril -'alayhis salaam- saat dia diutus kepada Rasulullah Muhammad
    -shollallaahu 'alayhi wasallam-.

    Allah Ta'ala berfirman :

    عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ [٥٣:٥]

    yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.

    ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَىٰ [٥٣:٦]

    yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa manusia biasa.


    وإنما الاستواء هو التمثل إلى رجل سويٍ من البشر، فكذلك حين أرسل الله الرسول جبريل ومن معه من الملائكة إلى مريم ومن ثم تمثل لها جبريل إلى رجل لكي تراه كونه من سوف يخاطبها، وقال الله تعالى: {فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَراً سَوِيّاً} صدق الله العظيم [مريم:17].

    Perubahan ini untuk menjelma dalam wujud seseorang yang bebas dari cacat.

    Juga terjadi saat Allah mengutus Jibril -'alayhis salaam- dengan beberapa malaikat dengannya kepada Maryam, Jibril berubah dalam wujud manusia karena dia adalah sosok yang akan berbicara padanya (Maryam).

    Allah Ta'ala berfirman:

    فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا [١٩:١٧]

    ….lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.


    إذاً فالصفة الملائكيّة لقدرة التمثل جعلها للملائكة الجنّ من النار وللملائكة من النور بشكل عام، والجنّ ينقسمون إلى صنفين بسبب قدرة التحوّل في خلقهم من الله الذي خلقهم.

    Jadi kemampuan sifat malaikat untuk berubah wujud diberikan kepada sekelompok jin yang mana jin dengan kemampuan berubah wujud seperti malaikat diciptakan dari api dan telah diberikan kepada semua malaikat yang diciptakan dari cahaya. Dan Jin dibagi dalam dua kelompok dalam hal kemampuan berubah wujud.


    ولربّما يودّ أن يقاطعني أحبتي الأنصار فيقول: "يا إمامي وهل من ذرية آدم من سوف يمنحهم الله صفة التحوّل من باب التكريم إلى ملائكةٍ من النور من الذين يجعلهم الله خلفاء لخليفة ربّهم على شعوب العالمين؟". ومن ثم نترك الرد عليه من الله مباشرة: {وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ} صدق الله العظيم [الزخرف:60].

    Mungkin salah satu dari pengikut/pendukung yang saya cintai akan menyela saya untuk bertanya:

    Wahai Imam, akankah Allah memberikan kepada beberapa anak cucu adam dan memberikannya kemampuan untuk berubah menjadi malaikat dari cahaya sehingga mereka menjadi dihormati, mereka yang Allah akan jadikan para penguasa di bumi setelah /masa/zaman/waktu khalifah Allah
    ?

    Kami tinggalkan jawaban untuk pertanyaan ini untuk dijawab secara langsung dari Allah

    وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ [٤٣:٦٠]

    Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun.


    ومن ثم ننصحكم أحبتي في الله أن تدعوا الله أن لا يجعلكم ملائكة من البشر، حتى لا تكونوا سبب عودة الناس إلى الكفر بالمغالاة فيكم من بعد موتكم فيدعونكم من دون الله، فتنازلوا عن هذا التكريم العظيم لكم من ربكم من أجل تحقيق النعيم الأعظم من ذلك التكريم حتى لا تكونوا سبباً آخر في عودة الناس إلى الشرك بعد إذ هداهم الله جميعاً كونهم سوف يبالغون فيكم من بعد موتكم حتى يدعونكم من دون الله.

    Nasehatku untuk anda semua orang-orang yang kucintai adalah beribadah kepada Allah dan tidak menjadikan anda malaikat-malaikat (manusia bersifat malaikat) maka dari itu anda jangan menyebabkan orang-orang yang akan datang setelah anda untuk menyanjung anda setelah anda meninggal dan berdo’a pada anda selain berdo’a pada Allah.

    Maka merendahlah/sujudlah, kemurahan yang besar ini adalah tawaran dari Tuhanmu untuk memenuhi kesenangan yang besar (Al-Naeem Al- Aazam) dari Allah supaya tidak menjadi alasan bagi orang-orang untuk kembali syirik (Politeisme) setelah Allah akan telah membimbing semua manusia, karena orang-orang akan berdo’a kepada anda setelah kematian anda dan tidak berdo’a kepada Allah.


    أفلا تعلمون أنّ أبويكم آدم وحواء ليعلما بحدث التحوّل المنتظر من بشرٍ إلى ملائكةٍ ولذلك أوهمهما إبليس أنه قد أكل هو وزوجته من الشجرة حتى صارا ملكين؟ وأنه إذا أراد أن يملك هو وزوجته قدرة التحوّل من بشر إلى ملكين فيكونا خالدين لا يموتا ما دامت الحياة الدنيا فعليهما أن يأكلا من هذه الشجرة؟ وأوهمهما أنّ الجنّ الملائكة إنما أكلوا من هذه الشجرة فصار لديهم قدرة التحوّل من جنٍّ إلى ملائكة، ولذلك قال إبليس لآدم وزوجته: {مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ} صدق الله العظيم [الأعراف:20].

    Tidakkah anda tahu bahwa orang tua anda Adam dan Hawa telah memiliki pengetahuan dari penantian ini untuk berubah menjadi malaikat? Karena itu Iblis (Lucifer) membohongi mereka bahwa jika Adam dan istrinya memakan dari pohon (Khuldi) mereka akan menjadi malaikat.

    Dan bahwa jika Adam dan Hawa ingin memperoleh kemampuan untuk berubah dari manusia menjadi malaikat untuk menjadi abadi dan tidak pernah mati selama kehidupan pertama ini tidak selesai, mereka harus memakan (khuldi) dari pohon itu.

    Iblis (Lucifer) bercerita kepada mereka bahwa malaikat dan jin memakan dari pohon itu dan itulah alasan bahwa jin menjadi mampu merubah diri menjadi malaikat.

    Dia (Iblis/Lucifer) berkata:

    مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ [٧:٢٠]

    “Tuhanmu tidak melarang kamu, pohon ini aman, kamu seharusnya menjadi malaikat atau menjadi keabadian”
    (Surah Al-Aaraf : 20)


    فظنّ آدم وحواء أنّه سيكون السبب في الحدث المنتظر أن يجعل الله ملائكةً من البشر في الأرض يخلفون؛ ظنّوا أن السرّ هو في تلك الشجرة ولذلك نهاهم الله أن يأكلوا، وظنوا أن سرّ التحويل إلى ملائكة هو في تلك الشجرة وأنهما لو أكلا منها لصار لديهما قدرة التحوّل إلى ملائكة فيكونا كمثل إبليس وزوجته ملكين. ويا سبحان الله العظيم! ولكن آدم وحواء عليهما الصلاة والسلام يجهلان حقيقة اسم الله الأعظم ولذلك أكلا من الشجرة حتى يكونا ملكين ويكونا من الخالدين في تلك الجنة ما دامت الحياة الدنيا فخسِرا النعيم الأعظم والنعيم الأصغر. وقال الله تعالى: {وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَ‌بَا هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ ﴿١٩﴾ فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِ‌يَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَ‌بُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ ﴿٢٠﴾ وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ ﴿٢١﴾ فَدَلَّاهُمَا بِغُرُ‌ورٍ‌ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَ‌ةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَ‌قِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَ‌بُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَ‌ةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿٢٢﴾ قَالَا رَ‌بَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ‌ لَنَا وَتَرْ‌حَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِ‌ينَ ﴿٢٣﴾ قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْ‌ضِ مُسْتَقَرٌّ‌ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ ﴿٢٤﴾ قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَ‌جُونَ ﴿٢٥﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

    Maka Adam dan Hawa mengira bahwa alasan untuk peristiwa yang ditunggu, yang mana Allah membuat malaikat-malaikat dari manusia di bumi akan memakan dari pohon itu.

    Mereka berpikir bahwa alasan mengapa Allah melarang mereka untuk makan darinya dan bahwa pohon itu adalah rahasia untuk mendapatkan kemampuan untuk berubah maka mereka menjadi malaikat seperti Iblis (Lucifer) yang mampu melakukannya.

    Maha Mulia Allah Yang Maha Agung. Adam dan Hawa tidak memiliki pengetahuan mengenai kebenaran dari kebesaran nama Allah (keridhoan yang terbesar) maka mereka makan dari pohon itu dan kehilangan keridhoan yang terbesar dari Allah dan kehilangan pelajaran keridhoan untuk tinggal di kebun (surga).

    Allah Ta'ala berfirman :

    وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ [٧:١٩]

    “Dan wahai Adam, tinggallah kamu dan istrimu di kebun (surga), dan makanlah daripadanya sesuai yang kalian berdua inginkan, tapi jangan dekati pohon ini kalau kalian tidak ingin menjadi orang-rang yang dholim (tidak adil pelaku dosa)

    Kemudian Syaiton membisikkan untuk mempengaruhi mereka berdua supaya membuka yang telah disembunyikan dari mereka yaitu kemaluan mereka (bagian yang dirahasiakan); sebelumnya dia (setan/Iblis) berkata :

    مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ [٧:٢٠]

    “Tuhanmu tidak melarang kamu, pohon ini aman, kamu seharusnya menjadi malaikat atau menjadi keabadian”

    Dan dia (syaitan) bersumpah (demi Allah) kepada mereka berdua (Adam & Hawa) dan mengatakan :

    وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ [٧:٢١]

    "Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",

    فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ [٧:٢٢]

    Maka dia (setan) menyesatkan mereka dengan kebohongan. Kemudian saat mereka merasakan pohon itu, yang mana telah disembunyikan dari mereka kemaluannya (bagian tersembunyi) menjadi nyata untuk mereka dan mereka mulai menutup diri mereka dengan daun dari kebun (surga). Dan Tuhan mereka menyeru mereka dan berkata : “Tidakkah aku melarangmu mendekati pohon itu dan mengatakan padamu bahwa Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian?"

    قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ [٧:٢٣]

    Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

    قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ [٧:٢٤]

    Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebagian dari kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".

    قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ [٧:٢٥]

    Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.


    ولربّما يودّ أن يقاطعني حبيبي في الله إبراهيم فيقول: "فما يقصد الله بقوله: {اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْ‌ضِ مُسْتَقَرٌّ‌ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ ﴿٢٤﴾ قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَ‌جُونَ﴿٢٥﴾} صدق الله العظيم، فهل يمكن أن يكون الهبوط من الأرض إلى الأرض؟". ومن ثمّ يردّ عليه الإمام المهدي ناصر محمد اليماني ونفتيه بالحقّ ونقول: إنما الهبوط هو من الأرض إلى الأرض كمثل هبوط بني إسرائيل من الأرض إلى الأرض كونهم استبدلوا الذي هو أدنى بالذي هو خير. وقال الله تعالى: {وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ اهْبِطُواْ مِصْراً فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ} صدق الله العظيم [البقرة:61].

    Satu dari orang-orang tercintaku mungkin ingin menyela untuk bertanya:

    Apa yang dimaksud Allah antara lain:

    قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ [٧:٢٤]

    Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebagian dari kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".

    قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ [٧:٢٥]

    Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

    Dapat “turun” dari bumi ke bumi
    ?

    Kemudian Imam pembimbing yaitu Nasser Muhammad Al-Yamani menjawab fatwa (aturan) yang benar :

    Maksud dari “turunlah” adalah dari bumi ke bumi seperti saat anak-anak Israel turun dari bumi ke bumi karena mereka menggantinya dari yang lebih baik dengan yang lebih rendah.

    Firman Allah Ta'ala:

    وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ۚ اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ [٢:٦١]

    Dan ketika kamu (anak-anak Israel) berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. maka mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia membawakan seterusnya bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Akankah kamu mengambil yang lebih rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta".


    إذاً فالهبوط إنما يقصد الله به الخروج من الذي هو خير إلى الذي هو أدنى، كمثل خروج آدم من جنة الله في جوف الأرض إلى أرض الشقاء والتعب في طلب الرزق على سطح الأرض وقد كان في أرض لا يجوع فيها ولا يظمأ ولا يعرى، وإنما الهبوط هو الخروج من الذي هو خير إلى الذي هو أدنى، ولذلك قال الله تعالى: {وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا ﴿١١٥﴾ وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ ﴿١١٦﴾ فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَـٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِ‌جَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ ﴿١١٧﴾ إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَ‌ىٰ ﴿١١٨﴾ وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ ﴿١١٩﴾ فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَ‌ةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ ﴿١٢٠﴾ فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَ‌قِ الْجَنَّةِ وَعَصَىٰ آدَمُ رَ‌بَّهُ فَغَوَىٰ ﴿١٢١﴾ ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَ‌بُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ ﴿١٢٢﴾ قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ﴿١٢٣﴾} صدق الله العظيم [طه].

    Maksud Allah dengan turunlah adalah untuk mengganti yang lebih baik dengan yang lebih rendah, seperti saat Adam turun dari kebuh (surga dalam bumi) ke bumi yang melelahkan dan menyulitkan dalam mencari makan pada permukaan bumi, ketika dia berada dalam bumi dimana dia tidak akan lapar ataupun haus dan tidak juga telanjang. Untuk “Turun” adalah merubah dari yang lebih baik menjadi lebih rendah.

    Allah Ta'ala berfirman:

    وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا ﴿١١٥﴾ وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ ﴿١١٦﴾ فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ ﴿١١٧﴾ إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَىٰ ﴿١١٨﴾ وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ ﴿١١٩﴾ فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ ﴿١٢٠﴾ فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰ آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَىٰ ﴿١٢١﴾ ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ ﴿١٢٢﴾ قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿١٢٣﴾

    Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. (115)

    Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. (116)

    Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. (117)

    Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, (118)

    dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". (119)

    Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (120)

    Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. (121)

    Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. (122)

    Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (123)


    وتبيّن إنما الهبوط مجاز وهو الخروج من الذي هو خير إلى الذي هو أدنى، فأخرج الله آدم وزوجته وذريتهم في ظهره، وإنما فتنهم الشيطان بالجنة التي كانوا فيها وأوهمهم إنما نهاهم الله عن تلكما الشجرة كون فيها سرّ البقاء في الملك والخلد في الحياة فيما هم فيه إلى يوم القيامة، فلا يفتنكم الشيطان بتلك الجنة فتحرصون عليها كما حرص على البقاء فيها آدم وحواء، وإنما تلك الجنة هي فتنة المسيح الكذاب كون قصورها من الفضة وأبواب قصورها من الذهب وفيها زخرف كبير، فلا يكذب عليكم. وتالله إنّ ملائكة الرحمن سوف يخرجونه منها مذءوماً مدحوراً، وأنه لن يصدقكم بما وعدكم بها كونه سوف يتمّ إخراجه منها مذءوماً مدحوراً بجنود الله من الملائكة الذين أمرهم بطرد المسيح الكذاب من الجنة التي وعد الله بها قوماً يحبهم ويحبونه أن يستخلفهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم، فيورثهم أرضاً ودياراً لم تطأها قدم أحدٍ من المُسلمين قط. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيارَهُمْ وَأَمْوالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَؤُها} صدق الله العظيم [الأحزاب:27].

    Sekarang telah jelas apa yang dimaksud dengan “turunlah” yaitu mengganti yang lebih baik dengan yang lebih rendah, lalu Allah mengeluarkan Adam dan istrinya dari kebun (surga di dalam perut bumi) beserta keturunannya dari tulang rusuknya, dan setan menyesatkan dia dan istrinya karena mereka (Adam & hawa) menginginkan tetap di surga selamanya dan mendapatkan bisikan dari Iblis bahwa rahasia untuk mereka agar dapat tetap di dalam surga memiliki kerajaan yang kekal hingga hari penghakiman adalah memakan buah dari pohon.

    Jadi jangan biarkan diri anda dibohongi oleh setan dengan surga yang sama dan jangan terlalu peduli untuk berada di dalamnya yaitu jalan orang tua anda Adam & Hawa terlalu peduli untuk tinggal di dalamnya.

    Surga ini adalah fitnah (kebohongan/kesengsaraan) dari Dajjal dengan istana yang berkilau perak dan pintu emas mereka dan gerbang dengan hiasan/aksesoris emas, jadi jangan percaya kebohongannya.

    Aku bersumpah demi Allah bahwa malaikat-malaikat Allah Yang Maha Pengasih, akan mengeluarkan dia dari tempat itu serta dipermalukan dan ketakutan, dan setan (Lucife/Iblis) tidak akan memenuhi janjinya untuk anda yakni memberikan kebun (surga) kepada anda, karena dia akan diusir dari tempat itu dipermalukan dan ketakutan oleh tentara Allah.

    Malaikat-malaikat yang akan diperintahkan untuk mengeluarkan Dajjal dari kebun (surga) yang Allah janjikan untuk orang-orang yang Dia cintai dan yang mencintai-Nya, untuk mengatur bumi. Seperti seseorang sebelum mereka mengaturnya, dan akan mewarisi tanah yang tidak seorang muslim pun pernah menginjakkan kakinya.

    Allah Ta'ala berfirman:

    وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَّمْ تَطَئُوهَا [٣٣:٢٧]

    Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.


    فأمّا المقصود بقوله تعالى {وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيارَهُمْ وَأَمْوالَهُمْ} صدق الله العظيم، فيقصد بذلك محمداً رسول الله والمسلمين الذين معه أنه أورثهم أرض شياطين البشر من اليهود الذين ينقضون عهد الله من بعد ميثاقه ويقطعون ما أمر الله به أن يوصل ويفسدون في الأرض. وأما قول الله تعالى: {وَأَرْضًا لَمْ تَطَؤُها} صدق الله العظيم؛ فيقصد بذلك الوعد قوماً آخرين من المسلمين وهو الإمام المهدي ومن صدّق دعوته واتبعه من المسلمين، فوعدهم الله أن يورثهم أرضاً ودياراً وأموالَ عالمِ الشياطين من الجنّ والإنس ومن كل جنسٍ بأرض لم تطؤوها، وتسمى في الكتاب جنة بابل استولى عليها الشيطان الملك هاروت وقبيله ماروت وذريتهم يأجوج ومأجوج بجنة بابل، وقد عمّروا قصورها من الفضة وأبواب قصورها من الذهب ليعطونها ويصرفوا لمن يكفر بالله ويتبع الشيطان؛ المسيح الكذاب ويصدّق أنه الرب فيعطيه قصراً من الفضة وأبوابه من الذهب وزخرفاً ومعارج في القصور عليها يظهرون إلى أعلى القصر وزخرفاً كبيراً.

    Apa yang dimaksudkan dengan (dan Dia mewariskan kepada kamu tanah mereka dan rumah mereka dan kekayaan mereka?) adalah bahwa Allah bermaksud Rasulullah Muhammad dan orang-orang Muslim dengannya mewarisi tanah orang-orang Yahudi, setan berbentuk manusia yang memotong apa yang Allah perintahkan kepada mereka untuk bergabung dan mengacau di muka bumi.

    Dan dengan
    (dan tanah yang kamu tidak pernah menginjakkan kaki sebelumnya) Allah bermaksud mengijinkan kepada orang lain di antara muslim yaitu Imam Al-Mahdi (Imam Pembimbing) dan orang-orang di antara muslim yang percaya kepada Imam Al-Mahdi dan mengikutinya.

    Allah menjanjikan mereka untuk mewarisi tanah dan rumah-rumah dan kekayaan dunia dari setan antara Jin dan Manusia di sebuah tanah yang disebut kebun Babil (Babilon) yang mana setan Harut (Lucifer) dan temannya Marut dan keturunannya Yakjuj Majuj menempati dan membangun kerajaan-kerajaan perak dengan pintu-pintu emas untuk diberikan kepada mereka yang menolak Allah dan mengikuti setan (Lucifer/Dajjal) yang percaya bahwa Dajjal adalah tuhan mereka untuk diberi kerajaan-kerajaan perak dengan pintu-pintu emas dan tangga untuk mereka mendaki kerajaan-kerajaan dengan banyak hiasan-hiasan.


    وتلك هي فتنة المسيح الكذاب جنة بابل بالأرض ذات المشرقين، فلا يفتنكم الشيطان بتلك الجنة كما فتن أبويكم آدم وحواء بها، كونه أوهمهم أن لو يأكلون من الشجرة فسوف يكونون من الخالدين فيها، ولذلك أكلوا من الشجرة حرصاً منهم على البقاء فيها.

    Itu adalah fitnah (kebohongan/kesengsaraan) dari Dajjal, Taman Babilon di bumi dari dua matahari terbit. Jadi agar anda tidak dibohongi Dajjal menggunakan kebun (surga) yang sama dan jangan terlalu peduli untuk berada di dalamnya sama seperti orang tua anda Adam dan Hawa yang terlalu peduli untuk tinggal dengan abadi di dalamnya yang jadi alasan mereka memakan dari pohon.


    فلا يفتنكم الشيطان بها أنه سوف يورثكم إياها فإنه لمن الكاذبين، فسوف يهزمه الجيش الملائكي من النور بقيادة وزير المهدي المنتظر الملك جبريل عليه الصلاة والسلام، كون الله أمر الملك جبريل أن يتنزّل هو وجميع جند الله من الملائكة في السموات السبع ليكونوا ضمن جيش المهدي المنتظر، وأمرهم أن يطيعوا خليفة الله وعبده الإمام المهدي عبد النعيم الأعظم، ولسوف يقومون بمهمتهم بطرد المسيح الكذاب الملك هاروت وقبيله ماروت وذريتهم يأجوج ومأجوج من أرض بابل جنة الله في الأرض التي وضعها للأنام والراحة للجنّ والإنس. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَالْأَرْ‌ضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ ﴿١٠﴾ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ ﴿١١﴾ وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّ‌يْحَانُ ﴿١٢﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَ‌بِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾} صدق الله العظيم [الرحمن].

    Jadi agar setan tidak menyesatkan anda dengan berkata bahwa dia akan memberikannya (surga) kepada anda karena bohong. Tentara malaikat yang diciptakan dari cahaya akan melawannya dibawah perintah malaikat Jibril -'alayhis salaam- menteri dari Imam Mahdi yang dinantikan. Itu sebabnya Allah akan menurunkan seluruh tentaranya dari tujuh langit untuk menjadi tentara Imam Mahdi yang dinantikan.

    Dan Allah memerintahkan mereka untuk mentaati perintah-Nya, Khalifah (Imam), Para penyembah Allah atas kehendak-Nya. Dan segera mereka akan memenuhi misi mereka membuang Dajjal yang buruk dan terhina, malaikat Harut dan temannya Marut dan keturunannya Yakjuj Majuj dari taman Babilon yang Allah buat untuk tempat istirahat manusia dan jin. Allah Ta'ala berfirman :

    وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ [٥٥:١٠]

    Dan Bumi: Allah telah meratakan bumi untuk makhluk-Nya.

    فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ [٥٥:١١]

    Di sana ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

    وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ [٥٥:١٢]

    Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ [٥٥:١٣]

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?


    وبما أن الله وضعها للثقلين من الجنّ والإنس ولذلك يخاطبهم بالمثنى: {وَالْأَرْ‌ضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ ﴿١٠﴾ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ ﴿١١﴾ وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّ‌يْحَانُ ﴿١٢﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَ‌بِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾} صدق الله العظيم. وتلك هي جنة الفتنة. ولذلك قال الله تعالى: {يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَ‌جَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِ‌يَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَ‌اكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَ‌وْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٢٧﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

    Dan karena Allah telah membuatnya untuk manusia dan jin Dia alamatkan firman-Nya kepada mereka

    وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ [٥٥:١٠]

    Dan Bumi: Allah telah meratakan bumi untuk makhluk-Nya.

    فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ [٥٥:١١]

    Di sana ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

    وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ [٥٥:١٢]

    Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

    فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ [٥٥:١٣]

    Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

    Itu adalah kebun (surga) fitnah/kesengsaraan.

    Karena itu Allah SWT berfirman:

    يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ [٧:٢٧]

    Hai anak cucu Adam! Jangan biarkan setan membohongi kalian, seperti yang dia lakukan kepada orang tuamu (Adam & Hawa) keluar dari kebun (surga), melepaskan mereka dari pakaian, untuk menunjukkan kemaluan mereka (bagian yang tersembunyi). Sesungguhnya, dia dan Qabiluhu (temannya/Marut atau tentaranya dari jin atau sukunya) melihatmu dari tempat dimana kamu tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya, kita membuat Shayateen (setan) Aulia (pelindung dan penolong) untuk mereka yang tidak beriman).


    وسؤالٌ يطرح نفسه: فبماذا سوف يفتنهم الشيطان حتى يكفروا بالله الحق فيصدِّقوا أنّه الله؟ والجواب عن فتنة المسيح الكذاب أنها مُلكٌ ماديٌّ بجنة الفتنة وليس أن الله يمده بالمعجزات كما تزعمون، وقد أفتاكم الله في محكم الكتاب عن فتنة المسيح الكذاب في قول الله تعالى:{وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أمّةً واحدةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ‌ بِالرَّ‌حْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِ‌جَ عَلَيْهَا يَظْهَرُ‌ونَ ﴿٣٣﴾ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُ‌رً‌ا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ ﴿٣٤﴾ وَزُخْرُ‌فًا وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَ‌ةُ عِندَ رَ‌بِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٣٥﴾ وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ‌ الرَّ‌حْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِ‌ينٌ ﴿٣٦﴾ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٣٧﴾ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِ‌قَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِ‌ينُ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الزخرف].

    Pertanyaan yang ditanyakan disini;

    Apa itu Shaytan (setan) akan selalu berusaha untuk menyesatkan orang-orang sehingga mereka menjadi tidak beriman dan mempercayai dia (setan) adalah tuhan mereka?

    Jawaban adalah kepemilikan material, Kebun (surga) yang didustakan dan itu tidak berarti bahwa Allah akan mendukungnya dengan keajaiban seperti yang kalian anggap.

    Allah telah memberimu fatwa (aturan yang benar) tentang kedustaan/kebohongan dari Dajjal ketika Allah berfirman:

    وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ [٤٣:٣٣]

    Dan jika bukan karena manusia akan bersatu menjadi satu bangsa (segala cita-cita kehidupan duniawi orang-orang yang tidak beriman) kami akan menyajikan untuk mereka yang tidak beriman dalam maha kasih Allah, atap perak untuk rumah-rumah mereka, dan tangga-tangga untuk mereka naiki.

    وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ [٤٣:٣٤]

    Dan untuk rumah-rumah mereka pintu-pintu dan tahta-tahta untuk mereka bersandar

    وَزُخْرُفًا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ [٤٣:٣٥]

    Dan perhiasan-perhiasan emas. Namun semua ini tidak akan ada artinya tetapi sebuah kesenangan dari dunia ini. Dan akhirat dengan Tuhanmu adalah hanya untuk orang-orang yang bertakwa (orang-orang beriman yang takut pada Allah).

    وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ [٤٣:٣٦]

    Dan siapa saja yang berpaling dari mengingat Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an dan menyembah Allah), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) untuk menjadi teman yang selalu menyertainya.

    وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ [٤٣:٣٧]

    Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan Allah tapi mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

    حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ [٤٣:٣٨]

    Sehingga saat seseorang yang berpaling itu datang kepada kami, dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara dua timur, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".


    ويا أيها السائل عن زوجة إبليس فإنها خُلقت بكن فيكون، وذريتهم والمردة جميعهم ذرية إبليس أعداء لله ولكم، ولذلك قال الله تعالى: {وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الجنّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ‌ رَ‌بِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّ‌يَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا ﴿٥٠﴾} صدق الله العظيم [الكهف].

    Jawaban untuk anda yang bertanya tentang istri Iblis (Lucifer), bahwasanya dia diciptakan dengan kekuatan Allah (“Jadilah, maka jadi”), dan keturunan mereka dan raksasa-raksasa adalah anak-anak Iblis (Lucifer) semua dari mereka adalah musuh Allah dan musuh anda.

    Untuk itu Allah Ta'ala berfirman:

    وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا [١٨:٥٠]

    Dan ketika kami berkata kepada malaikat-malaikat: “sujudlah diri kalian kepada Adam.” Lalu mereka sujud kecuali Iblis (Luciver). Dia adalah salah satu jin, dia mengingkari perintah dari Tuhannya. Akankah kalian kemudian mengambil dia dan keturunannya sebagai pelindung dan penolong selain Aku sementara mereka adalah musuh-musuh untuk kalian? Betapa setan adalah merubah menjadi orang-orang yang dholim (politeis dan pelaku kerusakan).


    وجعلهم ملكين، ولذلك أوهم الشيطان آدم وزوجته أنهما إذا أرادا أن يكونا ملكين مثلهم خالدين طيلة الحياة الدنيا فعليهم أن يأكلا من هذه الشجرة فيكونا ملكين خالدين في هذا الملك الذي مكّنهم الله فيه، ولذلك قال لهم: {مَا نَهَاكُمَا رَ‌بُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ ﴿٢٠﴾ وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ ﴿٢١﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

    Dan mereka memberikan kemampuan untuk berubah menjadi malaikat. Itulah bagaimana setan membohongi Adam dan istrinya mengatakan bahwa jika mereka menginginkan untuk menjadi malaikat seperti dia bisa dan menjadi abadi (selama ada kehidupan) mereka harus memakan dari pohon untuk menjadi malaikat abadi di kebun (surga) mereka bahwa Allah telah memberikan kepada mereka.

    Allah Ta'ala menyatakan pada kita apa yang setan katakan kepada mereka.

    مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ [٧:٢٠]

    Dia (Iblis/Lucifer) berkata: “Tuhanmu tidak melarangmu, pohon ini aman kamu seharusnya menjadi malaikat atau menjadi yang abadi” dan dia (setan) bersumpah dengan nama Allah untuk mereka berdua (berkata):

    وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ [٧:٢١]

    “Sesungguhnya aku adalah orang yang memberi nasehat kepada kalian berdua”


    فظنَّ آدم وزوجته أنّ الذين يحملون الصفات الملائكيّة من الجنّ أنّ سر تقلبهم في الخلق إلى صفات ملائكيّة في خلقهم هو أكلهم من تلك الشجرة، ولذلك سماها الشيطان شجرة الخلد بمعنى أنّ من أكل منها صار ملكاً كريماً مخلداً؛ بل هي الشجرة الملعونة في القرآن وتم اجتثاثها وزرعها في أصل الجحيم لتكون طعام الأثيم.

    Jadi Adam dan istrinya menganggap bahwa mereka yang memiliki kualitas malaikat ini antara jin mendapatkan kemampuan mereka untuk berubah menjadi malaikat dengan memakan dari pohon.

    Itulah mengapa syaitan (setan) menyebutnya pohon keabadian, maksudnya bahwa siapa saja memakan darinya akan menjadi malaikat abadi yang terhormat.

    Tapi bukan itu melainkan pohon kutukan dalam Al-Qur'an suci itu adalah mencabut dan meremajakan inti kedalaman neraka untuk dijadikan makanan bagi pelaku dosa


    ولا يزال لدينا الكثير من بسطة العلم ونعلم من الله ما لا تعلمون، ولكن الأمر سوف يكون غريباً على الذين لا يوقنون، ولذلك لا نزال نرفق بهم ونبيّن الكتاب شيئاً فشيئاً لنثبِّت به أفئدة قومٍ يحبهم الله ويحبونه، ونزيدهم إيماناً بالبيان الحقّ للكتاب وذكرى لأولي الألباب لعلهم يتقون.

    Kami masih memiliki banyak pengetahuan dan aku tahu dari apa yang Allah ajarkan padaku apa yang anda tidak tahu. Tapi ini akan menjadi asing untuk orang-orang yang tidak memiliki kepercayaan yang kuat.

    Karena itulah aku masih berusaha untuk peduli pada anda dan mengajari anda kitab Allah langkah demi langkah untuk hati anda menjadi kuat, mereka yang mencintai Allah dan Allah mencintai mereka, sehingga keyakinan mereka dan iman mereka kepada Al-Qur'an bertambah dan mengingat di dalam pikiran orang-orang mungkin mereka menjadi di antara orang-orang bertaqwa (orang beriman yang takut pada Allah).


    وختام بياني هذا فلماذا لن يستطيع المسيح الكذاب أن يعطيَكم قصور الفضة ذات الأبواب من الذهب؟ وذلك لأن الله سوف يخرجه منها إليكم مذءوماً مدحوراً، كون الله يعلم أنه لو يتركه فيها فسوف يفتن بها الناس فيجعلهم أمّةً واحدةً على الكفر، ولذلك قال الله تعالى: {وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أمّةً واحدةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ‌ بِالرَّ‌حْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِ‌جَ عَلَيْهَا يَظْهَرُ‌ونَ ﴿٣٣﴾ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُ‌رً‌ا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ ﴿٣٤﴾ وَزُخْرُ‌فًا وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَ‌ةُ عِندَ رَ‌بِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٣٥﴾ وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ‌ الرَّ‌حْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِ‌ينٌ ﴿٣٦﴾ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٣٧﴾ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِ‌قَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِ‌ينُ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الزخرف].

    Pada kesimpulan dari pernyataanku, mengapa Dajjal tidak akan mampu memberi anda kerajaan-kerajaan perak dengan pintu-pintu emas? Itu karena dia akan dibuang dari kebun (surga).

    Itu karena jika Allah akan meninggalkannya di dalamnya dia akan membohongi semua orang dan membuatnya satu bangsa dari orang-orang tidak beriman.

    Untuk itu Allah Ta'ala berfirman:

    وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ [٤٣:٣٣]

    Dan jika bukan karena manusia akan bersatu menjadi satu bangsa (segala cita-cita kehidupan duniawi orang-orang yang tidak beriman) kami akan menyajikan untuk mereka yang tidak beriman dalam maha kasih Allah, atap perak untuk rumah-rumah mereka, dan tangga-tangga untuk mereka naiki.

    وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ [٤٣:٣٤]

    Dan untuk rumah-rumah mereka pintu-pintu dan tahta-tahta untuk mereka bersandar

    وَزُخْرُفًا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ [٤٣:٣٥]

    Dan perhiasan-perhiasan emas. Namun semua ini tidak akan ada artinya tetapi sebuah kesenangan dari dunia ini. Dan akhirat dengan Tuhanmu adalah hanya untuk orang-orang yang bertakwa (orang-orang beriman yang takut pada Allah).

    وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ [٤٣:٣٦]

    Dan siapa saja yang berpaling dari mengingat Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an dan menyembah Allah), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) untuk menjadi teman yang selalu menyertainya.

    وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ [٤٣:٣٧]

    Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan Allah tapi mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

    حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ [٤٣:٣٨]

    Sehingga saat seseorang yang berpaling itu datang kepada kami, dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara dua timur, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".


    ولكن الله سوف يورثها للإمام المهدي المنتظر الذي يريد أن يجعل الناس أمّةً واحدةً على الإيمان يعبدون الله لا يشركون به شيئاً، حتى إذا أَزِفَ الرحيل إليها والوصول إلى أبوابها سوف نجد بشراً من الملائكة ينتظرون لطاعة خليفة الله وعبده الإمام المهدي كما أمرهم الله بطاعته بقيادة الملك جبريل عليه وعليهم الصلاة والسلام، وكذلك الصالحين من الجنّ ومعنا الصالحون من الإنس. وإلى الله ترجع الأمور يعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور.

    Allah akan memberikan kebun (surga) kepada Imam Mahdi yang dinantikan untuk diwarisi, seseorang yang menginginkan untuk membuat masyarakat satu bangsa dalam naungan iman kepada Allah, menyembah Allah dan tidak menyekutukan (dalam menyembah) apapun dengan Tuhan kami sampai waktu itu.

    Saat kita akan sampai ke arah tempat itu dan menjangkau gerbangnya, kita akan menemukan malaikat-malaikat berubah menjadi manusia menunggu untuk kita mentaati hamba Allah, khalifah, seperti yang Allah Ta'ala perintahkan kepada mereka di bawah perintah malaikat Jibril -'alayhis salaam-, sebaik yang beriman di antara jin dan yang beriman di antara manusia. Bagi Allah kembalinya semua hal dan Dia tahu penghianat dari penglihatan, dan semua yang tersembunyi dalam hati


    ويا أحباب الله لربما نُعْرِضُ عن بيان بعض الآيات كون بيانها في كشف أسرارٍ للأعداء من شياطين الجنّ والإنس، ولكنكم تجبروني على ذلك بسبب إلحاحكم على إمامكم. فما أعرضنا عن بيانه من القرآن حين نُسألُ عنها فاعلموا أن ذلك ليس عجزاَ منى عن بيانها، ولكني أرى في تأخير بيانها حكمةً فلا تغضبوا، وإن أجبرتموني أنتم والسائلون فسوف نبيّنها بالحقّ إن يشأ الله، ومن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر، ولكن أخشى من بيانها أن يسيئكم فيعظم بيانها ويكبر في نظركم وعلى عقولكم، فيقول الذين لا يعلمون: فكيف يكون جبريل وكافة جند الله بالسموات العُلى فكيف يكونون من جنود المهدي المنتظر ناصر محمد اليماني فيطيعون أمره؟ ومن ثمّ نردّ عليهم بالحقّ ونقول: ألم يأمرهم الله بسجود الطاعة من قبل لخليفته آدم عليه الصلاة والسلام، فلماذا ترون ذلك كبيراً في حق الإمام المهدي المنتظر ناصر محمد اليماني الذي يريد أن يجعل الناس أمّةً واحدةً على الهدى والإيمان؟ وخصمي المسيح الكذاب الشيطان هدفه عكس هدف المهدي المنتظر، كون الشيطان المسيح الكذاب يريد أن يجعل الناس أمّةً واحدةً على الكفر بالله، فذلك هدف الشيطان. ولذلك قال الله تعالى: {وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أمّةً واحدةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ‌ بِالرَّ‌حْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِ‌جَ عَلَيْهَا يَظْهَرُ‌ونَ ﴿٣٣﴾ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُ‌رً‌ا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ ﴿٣٤﴾ وَزُخْرُ‌فًا وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَ‌ةُ عِندَ رَ‌بِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٣٥﴾ وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ‌ الرَّ‌حْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِ‌ينٌ ﴿٣٦﴾ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٣٧﴾ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِ‌قَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِ‌ينُ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الزخرف].

    Wahai kalian yang dicintai Allah, aku mungkin terlambat mengklarifikasi beberapa ayat Al-Qur'an karena mungkin itu untuk merahasiakan dari musuh kami, setan diantara jin dan manusia, tapi desakan anda memaksaku untuk membukanya.

    Ketahuilah bahwa apapun kami tidak mengklarifikasi antara ayat-ayat dari kitab adalah karena tidak diinginkan untuk membuka rahasia-rahasia kami dan itu bukan karena aku tidak mampu untuk membuat ayat-ayat jelas, tapi karena aku mempercayainya itu adalah kebijaksanaan untuk menunda penjelasan. Jadi mohon jangan marah kepada Imam kalian.

    Untuk itu, jika kalian tetap dengan tegas aku akan menjelaskannya dan membuatnya jelas dengan kebenaran Allah ketika Allah menghendaki dan kemudian siapapun yang akan beriman dan siapapun yang tidak akan beriman.

    Tapi aku kuatir bahwa saat aku membuat ayat-ayat jelas kepada anda, anda mungkin melihatnya luar biasa dan menemui kesulitan dari pikiran anda untuk percaya.

    Beberapa orang mungkin heran;

    Bagaimana bisa malaikat Jibril -'alayhis salaam- dan semua tentaranya Allah dalam tujuh langit menjadi kekuatan militer Imam yang dinantikan Nasser Muhammad Al-Yamani dan mentaatinya
    ?

    Kemudian kami menjawab mereka dan berkata: tidakkah Allah memerintahkan mereka semua untuk sujud kepada khalifah-Nya Adam -'alayhis salaam- sebelumnya?

    Kemudian mengapa anda menemukan terlalu banyak untuk dipercaya ketika datang kepada Imam Al-Mahdi yang dinantikan (seorang pembimbing) Nasser Muhammad Al-Yamani yang menginginkan semua orang menjadi satu bangsa yang terpimpin semua beriman kepada Allah
    ?

    Musuhku adalah Dajjal (Lucifer), tujuan dia adalah berlawanan dengan tujuan dari Imam yang dinantikan, sejak Dajjal menginginkan untuk membuat semua orang satu bangsa yang tidak beriman.

    Untuk itu Allah berfirman:

    وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ [٤٣:٣٣]

    Dan jika bukan karena manusia akan bersatu menjadi satu bangsa (segala cita-cita kehidupan duniawi orang-orang yang tidak beriman) kami akan menyajikan untuk mereka yang tidak beriman dalam maha kasih Allah, atap perak untuk rumah-rumah mereka, dan tangga-tangga untuk mereka naiki.

    وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ [٤٣:٣٤]

    Dan untuk rumah-rumah mereka pintu-pintu dan tahta-tahta untuk mereka bersandar

    وَزُخْرُفًا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ [٤٣:٣٥]

    Dan perhiasan-perhiasan emas. Namun semua ini tidak akan ada artinya tetapi sebuah kesenangan dari dunia ini. Dan akhirat dengan Tuhanmu adalah hanya untuk orang-orang yang bertakwa (orang-orang beriman yang takut pada Allah).

    وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ [٤٣:٣٦]

    Dan siapa saja yang berpaling dari mengingat Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an dan menyembah Allah), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) untuk menjadi teman yang selalu menyertainya.

    وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ [٤٣:٣٧]

    Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan Allah tapi mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

    حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ [٤٣:٣٨]

    Sehingga saat seseorang yang berpaling itu datang kepada kami, dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara dua timur, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".


    كونه يريد أن يُغضب الله لأنّ الله لا يرضى لعباده الكفر، وقال الله تعالى: {إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ} صدق الله العظيم [الزمر:7].

    karena dia menginginkan untuk menentang Allah dan membuat-Nya marah. Allah berfirman:

    إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ

    Jika kamu tidak beriman maka sesungguhnya Allah tidak membutuhkanmu Dia tidak menyukai hamba-hamba-Nya yang tidak beriman
    (Az-Zumar:7)


    ولذلك يريد الشيطان أن يُذهب رضوان الله في نفسه بتحقيق هدفه أن يجعل عباده أمّةً واحدةً على الكفر بالله، ولكنّ الإمام المهدي سَعيُهُ بعكس سعيّ الشيطان، ويريد أن يحقق هداية الأمة جميعاً فيجعلهم أمّةً واحدةً على صراط مستقيم يعبدون الله وحده لا شريك له فيرضى، ولن يتحقق رضوان الله في نفسه إلا أن يشكره عباده فيؤمنون به ويعبدوه وحده لا شريك له. تصديقاً لقول الله تعالى : {إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ} صدق الله العظيم [الزمر:7].

    Syaiton (setan) ingin mencegah/melawan Ridho Allah (membuat Allah tidak Ridho kepada yang tidak beriman dari hamba-hamba-Nya yang ada di dalam api neraka) dengan memenuhi tujuannya.

    Yaitu membuat masyarakat satu bangsa dari golongan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah. Sementara Imam Al-Mahdi yang ditunggu berusaha untuk melakukan sebaliknya

    إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

    Jika kamu tidak beriman maka sesungguhnya Allah tidak membutuhkanmu Dia tidak menyukai hamba-hamba-Nya yang tidak beriman, Dia meridhoi kesyukuranmu itu.
    (Az-Zumar:7)


    فكم تجهلون قدر المهدي المنتظر الذي لا تحيطون بسره وتعرضون عن أمره! وهل دعاكم إلى الكفر بالله؟ بل يدعوكم الليل والنهار إلى الشكر لله فتعبدون الله وحده لا شريك له حتى يرضى، ولذلك خلقكم لتتبعوا رضوانه إن كنتم إياه تعبدون ولذلك خلقكم. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَمَا خَلَقْتُ الجنّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} صدق الله العظيم [الذاريات:56].

    Bagaimana anda tidak sadar dengan kedudukan dari Imam Mahdi yang dinantikan dan bagaimana terlupakan anda dari rahasianya dan membuta kepadanya.

    Apakah dia mengajak anda untuk tidak beriman kepada Allah? Dia mengajak anda, siang dan malam, untuk bersyukur kepada Allah dan untuk tidak menyembah satu pun kecuali menyembah Allah sendiri sampai Allah ridho, Allah yang menciptakan anda untuk mengikuti apa yang diridhoi-Nya jika anda sungguh-sunguh menyembah-Nya, untuk itu Dia menciptakanmu. Itulah mengapa Dia menciptakan anda.

    Allah Ta'ala berfirman :

    {وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ}

    Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali bahwa mereka harus menyembah-Ku
    (Ad-Dhariyat:56)


    ونهديكم بالبيان الحق للقرآن المجيد إلى اتَّباع رضوان الله إن كنتم إياه تعبدون، فاتَّبعوني أهدكم بالقرآن المجيد إلى رضوان العزيز الحميد. تصديقاً لقول الله تعالى: {قَدْ جَاءَكُمْ رَ‌سُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرً‌ا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ‌ قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّـهِ نُورٌ‌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ ﴿١٥﴾ يَهْدِي بِهِ اللَّـهُ مَنِ اتَّبَعَ رِ‌ضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِ‌جُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ‌ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَ‌اطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿١٦﴾} صدق الله العظيم [المائدة].

    Kami membimbing anda dengan membuat Al-Qur'an yang agung jelas untuk anda sehingga anda mengikuti ridho Allah jika anda tidak menyembah apapun kecuali menyembah Allah.

    Ikutlah aku untuk membimbing anda dengan Al-Qur'an yang agung kepada ridho Allah Yang Maha Kuat, Pemilik segala pujian.

    Allah Ta'ala berfirman:

    يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ [٥:١٥]

    Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.

    يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ [٥:١٦]

    Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.


    وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين..
    أخو المؤمنين الذليل عليهم، العزيز على الكافرين الذين يريدون أن يطفئوا نور الله؛ الإمام المهدي ناصر محمد اليماني.

    Damai beserta seluruh utusan Allah dan segala puji dan syukur kepada Allah Tuhan dari semua yang ada. Saudara dari mereka yang percaya/tunduk ditujukan kepada orang-orang beriman, keburukan ditujukan kepada yang tidak beriman yang ingin mematikan cahaya Allah.

    Imam Pembimbing, Nasser Muhammad Al-Yamani


    ____________
    sumber asal

    http://www.mahdi-alumma.com/showthread.php?t=5610

    Terjemahan English-Melayu oleh (C)


    اقتباس المشاركة: 39430 من الموضوع: القول المُختصر في المسيح الكذاب الأشِر ..






    - 13 -

    الإمام ناصر محمد اليماني
    11 - ذو القعدة - 1432 هـ
    10 - 09 - 2011 مـ
    10:58 صباحاً
    ( بحسب التقويم الرسمي لأمّ القرى )
    ـــــــــــــــــــ



    بيانٌ من الإمام المهديّ المنتظَر عن قدرات وصفات الجنّ والملائكة، وعن فتنة المسيح الدجّال ..


    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على جدّي النبيّ الخاتم ورحمة الله وبركاته وعليه وعلى آله الأطهار وجميع أنصار الله في خلقه إلى يوم الدين..
    ويا حبيبي في الله أبو روان لقد أفتاكم الرحمن في محكم القرآن أنه خلق الجانّ من نار السَّموم، وقال سبحانه في محكم القرآن:
    {وَالْجَآنَّ خَلَقْناهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ} صدق الله العظيم [الحجر:27]. والسَّموم هي نار جهنم. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ ﴿٤١﴾ فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ ﴿٤٢﴾} صدق الله العظيم [الواقعة].

    والجانّ الذي خلق الله أباهم من نارٍ وأكرم لمن يشاء منهم بصفاتٍ ملائكيّةٍ بقدرة التحوّل في خلقهم بالتشبه بخلقٍ آخر فتنةً لهم أيشكرون أم يكفرون ويستكبرون ويغترون بخلقهم. كمثل إبليس وذريته يحملون صفاتاً من صفات الملائكة، أي يحمل من صفات الملائكة بقدرة التحوّل من خَلْقِ الجنّ إلى التمثل بخَلْقٍ آخر. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ يَا مُوسَى أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ} صدق الله العظيم [القصص:31].

    ويقصد الله تعالى بقوله:
    {وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ} أي أنها تحولت من عصا إلى ثعبانٍ، ونستنبط من ذلك صفة تَميَّز بها الجنّ بقدرة التحوّل من خلقهم فيتشبهون بخلقٍ آخر. ولذلك قال الله تعالى: {وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ} صدق الله العظيم، ونستنبط من ذلك قدرة الجنّ على التحوّل بإذن الله من خلقهم فيتمثلون بخلقٍ آخر، وكذلك الملائكة من النور ميّزهم الله كذلك بهذه الصفة وهي قدرة التمثل، ولذلك قال الله تعالى: {فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا} صدق الله العظيم [مريم:17].

    وبعد أن خلق الله آدم وأمر الملائكة بالسجود لآدم فسجدوا كلهم أجمعون. تصديقاً لقول لله تعالى:
    {وَإِذْ قَالَ رَ‌بُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرً‌ا مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٢٨﴾ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّ‌وحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ ﴿٢٩﴾ فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٣٠﴾ إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣١﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣٢﴾ قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ‌ خَلَقْتَهُ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٣٣﴾ قَالَ فَاخْرُ‌جْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَ‌جِيمٌ ﴿٣٤﴾ وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٣٥﴾ قَالَ ربّ فَأَنظِرْ‌نِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿٣٦﴾ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِ‌ينَ ﴿٣٧﴾ إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الحجر].

    وهنا سؤالٌ يطرح نفسه فبما أنَّ إبليس استثناه الله من الملائكة أنه لم يكن من الساجدين بدليل قول الله تعالى:
    {وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا ﴿٦١﴾ قَالَ أَرَ‌أَيْتَكَ هَـٰذَا الَّذِي كَرَّ‌مْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْ‌تَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّ‌يَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٦٢﴾ قَالَ اذْهَبْ فَمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَّوْفُورً‌ا ﴿٦٣﴾ وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَ‌جِلِكَ وَشَارِ‌كْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُ‌ورً‌ا ﴿٦٤﴾ إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَ‌بِّكَ وَكِيلًا﴿٦٥﴾} [الإسراء].

    وقال الله تعالى:
    {وَإِذْ قَالَ رَ‌بُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرً‌ا مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٢٨﴾ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّ‌وحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ ﴿٢٩﴾ فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٣٠﴾ إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣١﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣٢﴾ قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ‌ خَلَقْتَهُ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٣٣﴾} صدق الله العظيم [الحجر].

    والسؤال الذي يطرح نفسه هو: فهل إبليس من الملائكة الذين خلقهم الله من نور أم من ملائكة الجان من نارٍ؟ وتجدون الجواب في محكم الكتاب في قول الله تعالى:
    {وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآِدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الجنّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلاً} صدق الله العظيم [الكهف:50].

    وكذلك الجنّ ينقسمون إلى صنفين اثنين بسبب التحوّل في خلقهم بالتشبه إلى خلق آخر بقدرة الله في التحوّل في الخلق بالتشبه بخلقٍ آخر بدليل قول الله تعالى:
    {فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا} صدق الله العظيم، وليس أنّ الجنّ ثعابين، وإنما يقصد الله أنّ موسى رآها تحولت من عصا إلى ثعبانٍ مبينٍ؛ بمعنى فلما رأى العصا تحولت من عصا إلى خلق آخر ثعبان حيّ مبين كأنها جانّ تملك قدرة التحوّل بالتشبه بخلقٍ آخر، ولذلك قال الله تعالى: {وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَ‌آهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرً‌ا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْ‌سَلُونَ﴿١٠﴾} صدق الله العظيم [النمل].

    ومن خلال ذلك نستنبط فتوى الله من صفات الجنّ في الخلق: أنه منحهم قدرة التحوّل إلى خلقٍ آخر بمجرد إرادتهم في أنفسهم أن يتمثلوا بخلقٍ آخر، فيتمثلون بقدرةٍ من الله وليس من عند أنفسهم، ولكن ذلك يحدث فقط إن يشأ الله. والصفات الملائكيّة لقدرة التحوّل أكرم الله بها طرائق من عالم الجنّ وكذلك عالم الملائكة من نور، فأي ملك يريد أن يظهر للناس فإنه حتماً سوف يتمثل لهم إلى رجلٍ من البشر، والله هو الذي جعل لهم قدرة الاستواء والتمثل إلى خلقٍ آخر. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنَاهُ رَ‌جُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِم مَّا يَلْبِسُونَ﴿٩﴾} صدق الله العظيم [الأنعام]، كمثل جبريل عليه الصلاة والسلام حين أرسله إلى محمدٍ رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم قال الله تعالى: {عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ ﴿٥﴾ ذُو مِرَّ‌ةٍ فَاسْتَوَىٰ ﴿٦﴾} صدق الله العظيم [النجم].

    وإنما الاستواء هو التمثل إلى رجل سويٍّ من البشر، فكذلك حين أرسل الله الرسول جبريل ومن معه من الملائكة إلى مريم ومن ثم تمثل لها جبريل إلى رجلٍ لكي تراه كونه من سوف يخاطبها، وقال الله تعالى:
    {فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَراً سَوِيّاً} صدق الله العظيم [مريم:17].

    إذاً فالصفة الملائكيّة لقدرة التّمَثُّل جعلها للملائكة الجنّ من النار وللملائكة من النور بشكل عام، والجنّ ينقسمون إلى صنفين بسبب قدرة التحوّل في خلقهم من الله الذي خلقهم.

    ولربّما يودّ أن يقاطعني أحبتي الأنصار فيقول: "يا إمامي وهل من ذريّة آدم من سوف يمنحهم الله صفة التحوّل من باب التكريم إلى ملائكةٍ من النور من الذين يجعلهم الله خلفاء لخليفة ربّهم على شعوب العالمين؟". ومن ثم نترك الردّ عليه من الله مباشرة:
    {وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ} صدق الله العظيم [الزخرف:60].

    ومن ثم ننصحكم أحبتي في الله أن تدعوا الله أن لا يجعلكم ملائكةً من البشر حتى لا تكونوا سبب عودة الناس إلى الكفر بالمغالاة فيكم من بعد موتكم فيدعونكم من دون الله، فتنازلوا عن هذا التكريم العظيم لكم من ربكم من أجل تحقيق النعيم الأعظم من ذلك التكريم حتى لا تكونوا سبباً آخر في عودة الناس إلى الشرك بعد إذ هداهم الله جميعاً كونهم سوف يبالغون فيكم من بعد موتكم حتى يدعونكم من دون الله.

    أفلا تعلمون أنّ أبويكم آدم وحواء ليعلما بحدث التحوّل المنتظَر من بشرٍ إلى ملائكةٍ؟ ولذلك أوهمهما إبليس أنه قد أكل هو وزوجته من الشجرة حتى صارا مَلَكَين، وأنه إذا أراد أن يملك هو وزوجته قدرة التحوّل من بشر إلى ملكين فيكونا خالدين لا يموتا ما دامت الحياة الدنيا فعليهما أن يأكلا من هذه الشجرة، وأوهمهما أنّ الجنّ الملائكة إنما أكلوا من هذه الشجرة فصار لديهم قدرة التحوّل من جنٍّ إلى ملائكة، ولذلك قال إبليس لآدم وزوجته:
    {مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ} صدق الله العظيم [الأعراف:20].

    فظنّ آدم وحواء أنّه سيكون السبب في الحدث المنتظَر أن يجعل الله ملائكةً من البشر في الأرض يخلفون؛ ظنّوا أن السرّ هو في تلك الشجرة ولذلك نهاهم الله أن يأكلوا، وظنّوا أن سرّ التحويل إلى ملائكة هو في تلك الشجرة وأنهما لو أكلا منها لصار لديهما قدرة التحوّل إلى ملائكة فيكونا كمثل إبليس وزوجته ملكين. ويا سبحان الله العظيم! ولكن آدم وحواء عليهما الصلاة والسلام يجهلان حقيقة اسم الله الأعظم ولذلك أكلا من الشجرة حتى يكونا ملكين ويكونا من الخالدين في تلك الجنة ما دامت الحياة الدنيا فخسِرا النعيم الأعظم والنعيم الأصغر. وقال الله تعالى:
    {وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَ‌بَا هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ ﴿١٩﴾ فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِ‌يَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَ‌بُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ ﴿٢٠﴾ وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ ﴿٢١﴾ فَدَلَّاهُمَا بِغُرُ‌ورٍ‌ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَ‌ةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَ‌قِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَ‌بُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَ‌ةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿٢٢﴾ قَالَا رَ‌بَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ‌ لَنَا وَتَرْ‌حَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِ‌ينَ ﴿٢٣﴾ قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْ‌ضِ مُسْتَقَرٌّ‌ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ ﴿٢٤﴾ قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَ‌جُونَ ﴿٢٥﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

    ولربّما يودّ أن يقاطعني حبيبي في الله إبراهيم فيقول: "فما يقصد الله بقوله:
    {اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْ‌ضِ مُسْتَقَرٌّ‌ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ ﴿٢٤﴾ قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَ‌جُونَ﴿٢٥﴾} صدق الله العظيم، فهل يمكن أن يكون الهبوط من الأرض إلى الأرض؟". ومن ثمّ يردّ عليه الإمام المهدي ناصر محمد اليماني ونفتيه بالحقّ ونقول: إنما الهبوط هو من الأرض إلى الأرض كمثل هبوط بني إسرائيل من الأرض إلى الأرض كونهم استبدلوا الذي هو أدنى بالذي هو خير. وقال الله تعالى: {وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ اهْبِطُواْ مِصْراً فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ} صدق الله العظيم [البقرة:61].

    إذاً فالهبوط إنما يقصد الله به الخروج من الذي هو خير إلى الذي هو أدنى، كمثل خروج آدم من جنة الله في جوف الأرض إلى أرض الشقاء والتعب في طلب الرزق على سطح الأرض وقد كان في أرض لا يجوع فيها ولا يظمأ ولا يعرى، وإنما الهبوط هو الخروج من الذي هو خير إلى الذي هو أدنى، ولذلك قال الله تعالى:
    {وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا ﴿١١٥﴾ وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ ﴿١١٦﴾ فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَـٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِ‌جَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ ﴿١١٧﴾ إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَ‌ىٰ ﴿١١٨﴾ وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ ﴿١١٩﴾ فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَ‌ةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ ﴿١٢٠﴾ فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَ‌قِ الْجَنَّةِ وَعَصَىٰ آدَمُ رَ‌بَّهُ فَغَوَىٰ ﴿١٢١﴾ ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَ‌بُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ ﴿١٢٢﴾ قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ﴿١٢٣﴾} صدق الله العظيم [طه].

    وتبيّن إنما الهبوط مجاز وهو الخروج من الذي هو خير إلى الذي هو أدنى، فأخرج الله آدم وزوجته وذريتهم في ظهره، وإنما فتنهم الشيطان بالجنة التي كانوا فيها وأوهمهم إنما نهاهم الله عن تلكما الشجرة كون فيها سرّ البقاء في الملك والخلد في الحياة فيما هم فيه إلى يوم القيامة، فلا يفتنكم الشيطان بتلك الجنة فتحرصون عليها كما حرص على البقاء فيها آدم وحواء، وإنما تلك الجنة هي فتنة المسيح الكذاب كون قصورها من الفضة وأبواب قصورها من الذهب وفيها زخرف كبير، فلا يكذب عليكم. وتالله إنّ ملائكة الرحمن سوف يخرجونه منها مذءوماً مدحوراً، وأنه لن يصدقكم بما وعدكم بها كونه سوف يتمّ إخراجه منها مذءوماً مدحوراً بجنود الله من الملائكة الذين أمرهم بطرد المسيح الكذاب من الجنة التي وعد الله بها قوماً يحبهم ويحبونه أن يستخلفهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم، فيورثهم أرضاً ودياراً لم تطأها قدم أحدٍ من المُسلمين قط. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيارَهُمْ وَأَمْوالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَؤُها} صدق الله العظيم [الأحزاب:27].

    فأمّا المقصود بقوله تعالى
    {وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيارَهُمْ وَأَمْوالَهُمْ} صدق الله العظيم، فيقصد بذلك محمداً رسول الله والمسلمين الذين معه أنه أورثهم أرض شياطين البشر من اليهود الذين ينقضون عهد الله من بعد ميثاقه ويقطعون ما أمر الله به أن يوصل ويفسدون في الأرض. وأما قول الله تعالى: {وَأَرْضًا لَمْ تَطَؤُها} صدق الله العظيم؛ فيقصد بذلك الوعد قوماً آخرين من المسلمين وهو الإمام المهدي ومن صدّق دعوته واتبعه من المسلمين، فوعدهم الله أن يورثهم أرضاً ودياراً وأموالَ عالمِ الشياطين من الجنّ والإنس ومن كل جنسٍ بأرض لم تطؤوها، وتسمى في الكتاب جنة بابل استولى عليها الشيطان الملك هاروت وقبيله ماروت وذريتهم يأجوج ومأجوج بجنة بابل، وقد عمّروا قصورها من الفضة وأبواب قصورها من الذهب ليعطونها ويصرفوا لمن يكفر بالله ويتبع الشيطان؛ المسيح الكذاب ويصدّق أنه الرب فيعطيه قصراً من الفضة وأبوابه من الذهب وزخرفاً ومعارج في القصور عليها يظهرون إلى أعلى القصر وزخرفاً كبيراً.

    وتلك هي فتنة المسيح الكذاب جنة بابل بالأرض ذات المشرقين، فلا يفتنكم الشيطان بتلك الجنة كما فتن أبويكم آدم وحواء بها، كونه أوهمهم أن لو يأكلون من الشجرة فسوف يكونون من الخالدين فيها، ولذلك أكلوا من الشجرة حرصاً منهم على البقاء فيها.

    فلا يفتنكم الشيطان بها أنه سوف يورثكم إياها فإنه لمن الكاذبين، فسوف يهزمه الجيش الملائكي من النور بقيادة وزير المهدي المنتظر الملك جبريل عليه الصلاة والسلام، كون الله أمر الملك جبريل أن يتنزّل هو وجميع جند الله من الملائكة في السموات السبع ليكونوا ضمن جيش المهدي المنتظر، وأمرهم أن يطيعوا خليفة الله وعبده الإمام المهدي عبد النعيم الأعظم، ولسوف يقومون بمهمتهم بطرد المسيح الكذاب الملك هاروت وقبيله ماروت وذريتهم يأجوج ومأجوج من أرض بابل جنة الله في الأرض التي وضعها للأنام والراحة للجنّ والإنس. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَالْأَرْ‌ضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ ﴿١٠﴾ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ ﴿١١﴾ وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّ‌يْحَانُ ﴿١٢﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَ‌بِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾} صدق الله العظيم [الرحمن].

    وبما أن الله وضعها للثقلين من الجنّ والإنس ولذلك يخاطبهم بالمثنى:
    {وَالْأَرْ‌ضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ ﴿١٠﴾ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ ﴿١١﴾ وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّ‌يْحَانُ ﴿١٢﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَ‌بِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾} صدق الله العظيم. وتلك هي جنة الفتنة. ولذلك قال الله تعالى: {يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَ‌جَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِ‌يَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَ‌اكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَ‌وْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٢٧﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

    وسؤالٌ يطرح نفسه: فبماذا سوف يفتنهم الشيطان حتى يكفروا بالله الحق فيصدِّقوا أنّه الله؟ والجواب عن فتنة المسيح الكذاب أنها مُلكٌ ماديٌّ بجنة الفتنة وليس أنّ الله يمده بالمعجزات كما تزعمون، وقد أفتاكم الله في محكم الكتاب عن فتنة المسيح الكذاب في قول الله تعالى:
    {وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أمّةً واحدةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ‌ بِالرَّ‌حْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِ‌جَ عَلَيْهَا يَظْهَرُ‌ونَ ﴿٣٣﴾ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُ‌رً‌ا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ ﴿٣٤﴾ وَزُخْرُ‌فًا وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَ‌ةُ عِندَ رَ‌بِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٣٥﴾ وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ‌ الرَّ‌حْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِ‌ينٌ ﴿٣٦﴾ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٣٧﴾ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِ‌قَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِ‌ينُ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الزخرف].

    ويا أيها السائل عن
    زوجة إبليس فإنها خُلقت بكن فيكون، وذريّتهم والمردة جميعهم ذريّة إبليس أعداء لله ولكم، ولذلك قال الله تعالى: {وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الجنّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ‌ رَ‌بِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّ‌يَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا ﴿٥٠﴾} صدق الله العظيم [الكهف].

    وجعلهما مَلَكَين، ولذلك أوهم الشيطان آدم وزوجته أنهما إذا أرادا أن يكونا مَلَكَين مثلهم خالدين طيلة الحياة الدنيا فعليهم أن يأكلا من هذه الشجرة فيكونا مَلَكَين خالدين في هذا الملك الذي مكّنهم الله فيه، ولذلك قال لهم: {مَا نَهَاكُمَا رَ‌بُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ ﴿٢٠﴾ وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ ﴿٢١﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

    فظنَّ آدم وزوجته أنّ الذين يحملون الصفات الملائكيّة من الجنّ أنّ سرّ تقلبهم في الخلق إلى صفات ملائكيّة في خلقهم هو أكلهم من تلك الشجرة، ولذلك
    سمّاها الشيطان شجرة الخلد بمعنى أنّ من أكل منها صار ملكاً كريماً مخلداً؛ بل هي الشجرة الملعونة في القرآن وتمّ اجتثاثها وزرعها في أصل الجحيم لتكون طعام الأثيم.

    ولا يزال لدينا الكثير من بسطة العلم ونعلم من الله ما لا تعلمون، ولكن الأمر سوف يكون غريباً على الذين لا يوقنون، ولذلك لا نزال نرفق بهم ونبيّن الكتاب شيئاً فشيئاً لنثبِّت به أفئدة قومٍ يحبّهم الله ويحبّونه، ونزيدهم إيماناً بالبيان الحقّ للكتاب وذكرى لأولي الألباب لعلهم يتقون.

    وختام بياني هذا فلماذا لن يستطيع المسيح الكذاب أن يعطيَكم قصور الفضة ذات الأبواب من الذهب؟ وذلك لأنّ الله سوف يخرجه منها إليكم مذءوماً مدحوراً، كون الله يعلم أنه لو يتركه فيها فسوف يفتن بها الناس فيجعلهم أمّةً واحدةً على الكفر، ولذلك قال الله تعالى:
    {وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أمّةً واحدةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ‌ بِالرَّ‌حْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِ‌جَ عَلَيْهَا يَظْهَرُ‌ونَ ﴿٣٣﴾ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُ‌رً‌ا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ ﴿٣٤﴾ وَزُخْرُ‌فًا وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَ‌ةُ عِندَ رَ‌بِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٣٥﴾ وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ‌ الرَّ‌حْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِ‌ينٌ ﴿٣٦﴾ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٣٧﴾ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِ‌قَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِ‌ينُ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الزخرف].

    ولكن الله سوف يورثها للإمام المهديّ المنتظَر الذي يريد أن يجعل الناس أمّةً واحدةً على الإيمان يعبدون الله لا يشركون به شيئاً، حتى إذا أَزِفَ الرحيل إليها والوصول إلى أبوابها سوف نجد بشراً من الملائكة ينتظرون لطاعة خليفة الله وعبده الإمام المهديّ كما أمرهم الله بطاعته بقيادة الملك جبريل عليه وعليهم الصلاة والسلام، وكذلك الصالحين من الجنّ ومَعَنا الصالحون من الإنس. وإلى الله ترجع الأمور يعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور.

    ويا أحباب الله لربما نُعْرِضُ عن بيان بعض الآيات كون بيانها في كشف أسرارٍ للأعداء من شياطين الجنّ والإنس، ولكنكم تجبروني على ذلك بسبب إلحاحكم على إمامكم. فما أعرضنا عن بيانه من القرآن حين نُسألُ عنها فاعلموا أنّ ذلك ليس عجزاَ منى عن بيانها، ولكني أرى في تأخير بيانها حكمةً فلا تغضبوا، وإن أجبرتموني أنتم والسائلون فسوف نبيّنها بالحقّ إن يشأ الله، ومن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر، ولكن أخشى من بيانها أن يسيئكم فيعظم بيانها ويكبر في نظركم وعلى عقولكم، فيقول الذين لا يعلمون: "فكيف يكون جبريل وكافة جند الله بالسموات العُلى فكيف يكونون من جنود المهديّ المنتظر ناصر محمد اليماني فيطيعون أمره؟". ومن ثمّ نردّ عليهم بالحقّ ونقول: ألم يأمرهم الله بسجود الطاعة من قبل لخليفته آدم عليه الصلاة والسلام، فلماذا ترون ذلك كبيراً في حق الإمام المهديّ المنتظَر ناصر محمد اليماني الذي يريد أن يجعل الناس أمّةً واحدةً على الهدى والإيمان؟ وخصمي المسيح الكذاب الشيطان هدفه عكس هدف المهديّ المنتظَر، كون الشيطان المسيح الكذاب يريد أن يجعل الناس أمّةً واحدةً على الكفر بالله، فذلك هدف الشيطان. ولذلك قال الله تعالى:
    {وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أمّةً واحدةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ‌ بِالرَّ‌حْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِ‌جَ عَلَيْهَا يَظْهَرُ‌ونَ ﴿٣٣﴾ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُ‌رً‌ا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ ﴿٣٤﴾ وَزُخْرُ‌فًا وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَ‌ةُ عِندَ رَ‌بِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٣٥﴾ وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ‌ الرَّ‌حْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِ‌ينٌ ﴿٣٦﴾ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٣٧﴾ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِ‌قَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِ‌ينُ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الزخرف].

    كونه يريد أن يُغضب الله لأنّ الله لا يرضى لعباده الكفر، وقال الله تعالى:
    {إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ} صدق الله العظيم [الزمر:7].

    ولذلك يريد الشيطان أن يُذهب رضوان الله في نفسه بتحقيق هدفه أن يجعل عباده أمّةً واحدةً على الكفر بالله، ولكنّ الإمام المهدي سَعيُهُ بعكس سعيّ الشيطان، ويريد أن يحقق هداية الأمّة جميعاً فيجعلهم أمّةً واحدةً على صراط مستقيم يعبدون الله وحده لا شريك له فيرضى، ولن يتحقق رضوان الله في نفسه إلا أن يشكره عباده فيؤمنون به ويعبدوه وحده لا شريك له. تصديقاً لقول الله تعالى :
    {إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ} صدق الله العظيم [الزمر:7].

    فكم تجهلون قدر المهديّ المنتظَر الذي لا تحيطون بسره وتعرضون عن أمره! وهل دعاكم إلى الكفر بالله؟ بل يدعوكم الليل والنهار إلى الشكر لله فتعبدون الله وحده لا شريك له حتى يرضى، ولذلك خلقكم لتتبعوا رضوانه إن كنتم إياه تعبدون ولذلك خلقكم. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {وَمَا خَلَقْتُ الجنّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} صدق الله العظيم [الذاريات:56].

    ونهديكم بالبيان الحقّ للقرآن المجيد إلى اتَّباع رضوان الله إن كنتم إياه تعبدون، فاتَّبعوني أهدكم بالقرآن المجيد إلى رضوان العزيز الحميد. تصديقاً لقول الله تعالى:
    {قَدْ جَاءَكُمْ رَ‌سُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرً‌ا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ‌ قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّـهِ نُورٌ‌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ ﴿١٥﴾ يَهْدِي بِهِ اللَّـهُ مَنِ اتَّبَعَ رِ‌ضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِ‌جُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ‌ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَ‌اطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿١٦﴾} صدق الله العظيم [المائدة].

    وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين..
    أخو المؤمنين الذليل عليهم، العزيز على الكافرين الذين يريدون أن يطفئوا نور الله؛ الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    ________________


  4. الترتيب #14 الرقم والرابط: 303968 أدوات الاقتباس نسخ النص
    تاريخ التسجيل
    Oct 2012
    الدولة
    ملقا أرض الملايو نوسانتارا
    المشاركات
    559

    افتراضي Jawaban dari Imam kepada Rajul Al-Bidaya Berkenaan dengan Mesiah Pembohong (Setan Antichrist); yang telah dikatakan kepada kalian bahwa dia telah dikurung? Bahkan sesungguhnya dia bebas

    Jawaban dari Imam kepada Rajul Al-Bidaya Berkenaan dengan Mesiah Pembohong (Setan Antichrist); yang telah dikatakan kepada kalian bahwa dia telah dikurung? Bahkan sesungguhnya dia bebas


    -14-

    اقتباس المشاركة: 260180 من الموضوع: Jawaban dari Imam kepada Rajul Al-Bidaya Berkenaan dengan Mesiah Pembohong (Setan Antichrist); yang telah dikatakan kepada kalian bahwa dia telah dikurung? Bahkan sesungguhnya dia bebas



    Imam Nasser Mohammad Al-Yamani
    23 - 02 - 1431 AH
    07 - 02 - 2010 AD
    03:16 am
    ــــــــــــــــــــــ



    Jawaban dari Imam kepada Rajul Al-Bidaya Berkenaan dengan Mesiah Pembohong (Setan Antichrist); yang telah dikatakan kepada kalian bahwa dia telah dikurung? Bahkan sesungguhnya dia bebas (dalam perbuatan) tidak dihalangi



    Dengan nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang, sholawat dan salam kepada kakekku Mohammad (sholawat dan salam kepadanya dan keluarganya) dan para pengikut kebenaran hingga pada hari penghakiman...

    Semoga keselamatan, rahmat dan berkah-Nya kepada Rajul Al-Bidayah Al-Jadida, salam kepada kita semua dan kepada hamba-hamba Allah yang sholeh, dan salam kepada para Rasul, segalam puji bagi Allah Tuhan sekalian alam...

    Selamat datang dan salam kepada kalian saudara-saudara yang terhormat pada free website Imam Mahdi al-Muntazhar dan meja hiwar/diskusi (Sites Imam Nasser Mohammad Al-Yamani), sesungguhnya mendapati kamu telah mengakui bahwa Imam Nasser Mohammad Al-Yamani seorang yang alim (berpengetahuan) dan karena itu kamu memberikan titel (Al-Alim Nasser Mohammad Al-Yamani), lalu Imam Nasser Mohammad Al-Yamani berterima kasih kepadamu karena memberikan sebutan Al-Alim

    Kemudian Al-Alim Nasser Mohammad Al-Yamani dengan ini melemparkan pertanyaan kepadamu dan aku katakan “Apakah ilmu itu adalah cahaya?” Dan aku mengetahui jawabanmu dengan kebenaran, maka kamu akan mengatakan “Demi Allah, ya; sesungguhnya ilmu (pengetahuan) adalah cahaya, tidak ada keraguan.” Kemudian Al-Alim Nasser Mohammad Al-Yamani mengatakan kepadamu “Apakah mungkin menyatukan kegelapan dengan cahaya dalam satu tempat
    ?”

    Dan aku mengetahui jawabanmu dengan kebenaran, kamu akan mengatakan “Bagaimana kegelapan dan cahaya bertemu dalam satu ruangan?” Sesungguhnya jika cahaya datang maka jadilah kegelapan itu hilang, dan jika cahaya meninggalkannya maka kegelapan pasti bertempat di dalamnya, maka tidaklah mungkin terjadi bahwa malam dan siang bertemu (menyatu), maka apabila cahaya siang datang dia menjadikan kegelapan pergi-menghilang; jika cahaya siang pergi-menghilang maka kegelapan akan menempati.”

    Kemudian Al-Alim Imam Nasser Mohammad Al-Yamani mengatakan kepada kamu: karena itulah bagaimana kamu menyatukan cahaya dan kegelapan di dalam hati Imam Nasser Mohammad Al-Yamani? Atau kamu hanya menginginkan Nasser Mohammad Al-Yamani mengatakan bahwa dia adalah Al-Yamani yang muncul sebelum Mahdi Al-Muntazhar sama seperti doktrin keyakinan Syi’ah Itsna Asyro
    ?

    Wahai saudaraku yang terhormat, demi Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia, aku tidak berfatwa dari diriku sendiri bahwa aku adalah Mahdi Al-Muntazhar dengan dzhan (prasangka) yang tidak menambahkan apapun terhadap kebenaran, dan aku berlindung kepada Allah bahwa aku menjadi diantara orang-orang yang jahil yaitu orang-orang yang berkata/menerangkan tentang Allah apa yang tidak mereka ketahui, dan tidaklah seharusnya aku melanggar apa yang aku melarangnya

    Maka bagaimanakah aku dapat memperingatkanmu dengan peringatan yang keras bahwa kamu (tidak boleh) mengatakan/menerangkan tentang Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya yang mana itu adalah perintah setan, kemudian aku berfatwa dari muhkam kitabullah bahwa Allah melarang kamu untuk mengatakan/menerangkan tentang Allah apa yang kalian tidak mengetahuinya.

    Kemudian saudaraku yang terhormat, kamu meragukanku bahwa aku mengatakan “Akulah Mahdi Al-Muntazhar” tanpa pengetahuan dari Allah! Aku berlindung kepada Allah dari kemurkaan Allah, apakah kamu kira aku ini orang yang jahil (tidak tahu) mengenai ketetapan (takdir) Mahdi Al-Muntazhar? Bukankah Allah menjadikannya seorang Imam bagi Rasullullah Isa Al-Masih bin Maryam (sholawat dan salam kepadanya)
    ?

    Wahai Rajul Al-Bidayah Al-Jadida, tidak masalah jika kamu meyakini bahwa Imam Nasser Mohammad Al-Yamani adalah Al-Alim sedangkan dia bukan Mahdi Al-Muntazhar karena apabila Nasser Mohammad Al-Yamani bukan Mahdi Al-Muntazhar maka sesungguhnya kebohongannya kembali kepadanya, sementara kamu menanggapi seruan dari Tuhanmu, mengapakah kamu tidak mengatakan seperti perkataan seseorang yang mukmin (beriman) dari keluarga Fir’aun:

    وَقَالَ رَجُلٌۭ مُّؤْمِنٌۭ مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَـٰنَهُۥٓ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَن يَقُولَ رَبِّىَ ٱللَّهُ وَقَدْ جَآءَكُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ مِن رَّبِّكُمْ ۖ وَإِن يَكُ كَـٰذِبًۭا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُۥ ۖ وَإِن يَكُ صَادِقًۭا يُصِبْكُم بَعْضُ ٱلَّذِى يَعِدُكُمْ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَنْ هُوَ مُسْرِفٌۭ كَذَّابٌۭ
    صدق الله العظيم [غافر:٢٨]
    Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata: "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan: "Tuhanku ialah Allah padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu". Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta. (28)
    Maha benar Allah
    [Ghaafir:28]

    Sebagaimana pengetahuan (ilmu) Imam Nasser Mohammad Al-Yamani yang berdebat denganmu dengan hujjah yang terang dari Tuhanmu, maka apabila dia seorang pembohong dan bukan Mahdi Al-Muntazhar, sesungguhnya kebohongan itu dia sendiri yang menanggung, tetapi akan menjadi bencana besar jika kamu mengingkari ilmu pengetahuan Imam Nasser Mohammad Al-Yamani manakala dia adalah Mahdi Al-Muntazhar yang sebenarnya dari Tuhanmu, kemudian menjadi nyata akan jatuh kepadamu apa yang dia ancamkan dari Tuhan jika kamu mengingkari seruan yang benar dari Tuhanmu, maka janganlah menjadi diantara orang-orang yang jahil (bodoh/tidak tahu) wahai saudaraku yang terhormat sesungguhnya aku ini pemberi nasihat kepadamu yang dapat dipercaya.

    Sehubungan dengan Al-Masih Alkadzab (Dajjal/Anti christ) maka siapakah yang mengatakan bahwa dia dipenjara? sesungguhnya dia lepas bebas dalam tanah yang dihamparkan; sesungguhnya dia dapat keluar dan kembali masuk sesuka hati, tidakkah kamu mengetahui bahwa dia telah datang pada perang Badar, dan dia bersama orang-orang kafir sebagai seorang lelaki yang lebih kuat di kota itu dia telah berpengalaman dalam peperangan, Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat-melihat (berhadapan), dia (setan) melihat tiga ribu malaikat mengikuti satu pasukan yang lain (pasukan muslim), maka dia balik ke belakang (melarikan diri)?

    Allah Swt berfirman:

    وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُ أَعْمَـٰلَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلْيَوْمَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَإِنِّى جَارٌۭ لَّكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَآءَتِ ٱلْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّى بَرِىٓءٌۭ مِّنكُمْ إِنِّىٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ ۚ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

    صدق الله العظيم [الأنفال:٤٨]
    Dan ketika syaitan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: "Tidak ada seorang manusiapun yang dapat menang terhadapmu pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu". Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya. (48)
    Maha benar Allah
    [Al-Anfal:48]

    Tahukah kamu apa yang dia (setan) lihat? dia telah melihat malaikat-malaikat turun dari langit kepada pasukan Muslim tetapi pasukan kafir tidak melihatnya, dan karena itu Allah berfirman:

    {فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافَ اللَّهَ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ}
    صدق الله العظيم
    {…Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling lihat melihat (berhadapan), syaitan itu balik ke belakang seraya berkata: "Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah". Dan Allah sangat keras siksa-Nya. (48)}
    Maha benar Allah
    [Al-Anfal:48]

    Wahai Rajul Al-Bidaya, kamu masih mengawali Bayan-Keterangan Al-Qur’an Imam Nasser Mohammad Al-Yamani, dan kamu tidak memikirkan kecuali sedikit, dan karena itu kamu menyangka aku mengeluarkan fatwa bahwa setan dipenjara/dikurung dan aku tidak berfatwa mengenainya, sesungguhnya dia memiliki dua pintu gerbang dan pintu keluarnya di bagian bumi kutub utara, dan hanya dinding Dzulkarnain yang ada di tengah tanah yang dihamparkan, dan dinding itu membagi menjadi dua bagian, satu sisi membatasi Yajuj Majuj ke utara dan sisi yang lain membatasi kaum selainnya di bumi bagian selatan (kutub).

    Wahai saudaraku yang terhormat, suatu nasihat demi Ridha Allah yang kamu tidak seharusnya menghujjah terhadap seseorang sebelum kamu mendengar apa yang dia telah jadikan sebagai hujjah dan pengetahuan, dan setelah memikirkan dan merenungkan hujja seorang penyeru dan menguasai pengetahuannya, kemudian datang menghujjah, bahwa agar kamu tidak menjadi diantara orang-orang zalim sebagaimana kamu menyalahkan Imam Nasser Mohammad Al-Yamani bahwa dia bukan Mahdi Al-Muntazhar meskipun dia berpengetahuan, tetapi ini tidak berarti bahwa Nasser Mohammad Al-Yamani adalah Imam Mahdi sesungguhnya bahwa dia yang berilmu (Al-Alim)
    !

    Lalu Imam Mahdi Nasser Mohammad Al-Yamani mejawab kepadamua dan aku katakan: Demi Allah, apakah kamu menunggu Imam Mahdi datang kepadamu dengan kitab baru atau mengatakan kepadamu bahwa dia adalah Rasul dari Tuhan sekalian alam? Sesungguhnya Allah menjadikan dia berpegetahuan maka Dia melebihkan di atas kamu melimpahnya ilmu pengetahuan dan melebihi ulama-ulama kalian maka tidak ada yang berhujjah dengannya dari Qur’an kecuali dia akan memenangkannya dengan keluasan ilmu pengetahuan

    Dan karena visi penglihatan hanya urusan pemiliknya dan bukan ditetapkan sebagai hukum yang resmi bagi umat manusia sampai Allah memenuhiku dengan visi dengan kebenaran yang nyata, maka kamu akan menemukan yang sebenarnya bahwa tidak seorang pun akan mendebat Imam Nasser Mohammad Al-Yamani dari Al-Qur’an kecuali Nasser Mohammad Al-Yamani akan memenangkannya dengan keluasan ilmu pengetahuan dari muhkam kitabullah Al-Qur’an, maka jika itu terjadi; sesungguhnya Allah telah memenuhi bagiku visi dengan kebenaran dan visi itu menjadi hujjah terhadap kamu andai Allah menjadikannya benar atas kenyataan yang terjadi, dan apapun selain kebenaran maka ia adalah kesesatan.

    Wahai saudaraku yang terhormat Rajul Al-Bidaya, semoga Allah memberkatimu, sambutlah saudaramu wahai para anshar pendukung, sesungguhnya dia akan melihat kebenaran jika bukan karena riwayat-riwayat dusta yang masih menghalangi dia untuk membenarkan apa yang benar, dan Allah tidak menjadikan hujjah kepada kamu terhadap riwayat-riwayat yang kebanyakan tidak berarti yang mana Allah tidak menurunkan hujjah bagi mereka kecuali sedikit kebenaran dari apa yang didakwahkan dengannya Mohammad Rasulullah (sholawat dan salam kepadanya), dan karena itu kami memisahkannya antara kebaikannya dan keburukannya untuk menyatakan bahwa itulah yang dijadikan kenyataan.

    Dan aku menyeru kamu untuk kembali berhukum kepada kitabullah yang terjaga dari perubahan, sesungguhnya demi Allah, jika aku berdebat denganmu dengan hadits-hadits dan riwayat-riwayat aku tidak akan dapat memenangkan atas kamu tidak pula nasrani dan yahudi sampai aku berdebat denganmu menggunakan muhkam Al-Qur’an lalu kemudian aku memenangkan atas semua ulama-ulama Muslim, Nasrani dan Yahudi dengan kebenaran sampai mereka mengikuti kebenaran dengan penyerahan diri sepenuhnya atau mereka mengingkari, maka Allah akan menjadikanku menang atas mereka seluruhnya pada malam hari sementara mereka tertunduk hina

    Tetapi kebanyakan mereka jahil/tidak tahu tentang bagaimanakah terjadinya kemunculan Mahdi Al-Muntazhar dalam satu malam ketika melintasnya planet Saqar yang kalian menyebutnya Planet kesepuluh Nibiru (Planet-X) pada suatu malam ketika malam mendahului siang (matahari terbit di barat) tetapi kebanyakan kalian tidak mengetahui, sesungguhnya demi Allah Yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesungguhnya planet hukuman akan datang, tidak diragukan seperti aku tidak meragukan Allah Tuhan sekalian alam

    Kami hanyalah berusaha untuk menyelamatkan kalian dari hukuman adzab dan kami masih berusaha karena Mahdi Al-Muntazhar dan planet saqar berada dalam satu arena dengan kamu dan hari pertemuan telah mendekati sementara kebanyakan dari manusia mengingkari kebenaran dan mereka menginginkan kehadiran Imam Mahdi mengikuti keinginan mereka dan mendukung ajaran-ajaran mereka, karena itu jika kebenaran mengikuti hawa nafsu mereka maka tidak akan menambahkan kaum Muslimin kecuali perpecahan dan pengusiran, inginkah kamu dibimbing setan
    ?

    Salam kepada para Rasul, dan segala puji bagi Allah Tuhan sekalian alam.

    Saudara kalian Imam Mahdi Nasser Mohammad Al-Yamani


    ــــــــــــــــــــ

    http://www.mahdi-alumma.com/showthread.php?1085


    اقتباس المشاركة: 40552 من الموضوع: القول المُختصر في المسيح الكذاب الأشِر ..





    - 14 -
    الإمام ناصر محمد اليماني
    23 - ربيع الأول - 1431 هـ
    07 - 02 - 2010 مـ
    03:16 صباحاً
    ( بحسب التقويم الرسمي لأمّ القرى )
    ــــــــــــــــــــــ


    ردّ الامام على رجل البداية:
    بالنسبة للمسيح الكذاب فمن قال لك أنّه محبوسٌ؟ بل حرٌّ طليقٌ ..


    بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على جدّي محمد رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلّم والتابعين للحقّ إلى يوم الدّين..
    السلام على رجل البداية الجديدة ورحمة الله وبركاته، السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين، وسلامٌ على المرسلين والحمدُ لله ربّ العالمين. وأهلاً وسهلاً ومرحباً بكم أخي الكريم في موقع المهديّ المنتظَر الحُرّ وطاولة الحوار العالميّة (موقع الإمام ناصر محمد اليماني)، وإني أراك قد اعترفت أنّ ناصر محمد اليماني عالِم ولذلك جعلت عنوان البيان (العالِم ناصر محمد اليماني)، ومن ثم يشكرك الإمام ناصر محمد اليماني على وصفه بالعالِم ومن ثم يلقي إليك الإمام العالِم ناصر محمد اليماني بهذا السؤال وأقول لك: فهل العلم نور؟ وأعلم جوابك بالحقّ فسوف تقول: "اللهم نعم فإن العلم نور لا شكّ ولا ريب". ومن ثم يقول لك الإمام العالِم ناصر محمد اليماني: فهل ممكن أن تجتمع الظلمات والنّور في مكانٍ واحدٍ؟ وأعلم بجوابك بالحقّ فسوف تقول: "وكيف تجتمع الظلمات والنّور في حجرةٍ واحدةٍ؟ بل إذا جاء النّور أذهب الظلمات وإذا ذهب النّور حلت الظلمات، فلا ينبغي أن يجتمع الليل والنّهار، فإذا جاء النّهار أذهب الظلمات وإذا ذهب النّهار حلت الظلمات". ومن ثم يقول لك الإمام العالِم ناصر محمد اليماني: إذاً كيف جمعت النّور والظلمات في قلب الإمام ناصر محمد اليماني! أم تتمنى لو يقول ناصر محمد اليماني أنه اليماني الذي يظهر قبل المهديّ المنتظر حسب معتقد الشيعة الاثني عشر؟

    ويا أخي الكريم، والله الذي لا إله غيره إني لم أفتِكم بأنّني المهديّ المنتظَر بالظنّ الذي لا يغني من الحقّ شيئاً من ذات نفسي، وأعوذُ بالله أن أكون من الجاهلين من الذين يقولون على الله ما لا يعلمون ولا ينبغي لي أن أخالفكم إلى ما أنهاكم عنه، فكيف إني أحذّركم تحذيراً شديداً أن تقولوا على الله ما لا تعلمون وأنّ ذلك من أمر الشيطان، ثم أفتيكم من محكم القرآن العظيم أنّ الله حرّم عليكم أن تقولوا على الله ما لا تعلمون، ومن ثم تظنّ فينا أخي الكريم أني أقول أني المهديّ المنتظر بغير علمٍ من الله؟ وأعوذُ بالله من غضب الله فهل تظنّ أني أجهل قدر المهديّ المنتظر؟ ألم يجعله الله الإمامَ لرسول الله المسيح عيسى ابن مريم عليه الصلاة والسلام؟

    ويا رجل البداية الجديدة، ليست المشكلة لو أنكم صدّقتم الإمام العالم ناصر محمد اليماني وهو ليس المهديّ المنتظر لأنه إن يكن ناصر محمد اليماني ليس المهديّ المنتظَر فعليه كذبه وأنتم استجبتم لدعوة الحقّ من ربّكم أفلا تقول كمثل قول مؤمن آل فرعون الحكيم: {وَقَالَ رَجُلٌ مُؤْمِنٌ مِنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَكْتُمُ إِيمَانَهُ أَتَقْتُلُونَ رَجُلًا أَنْ يَقُولَ ربّي اللَّهُ وَقَدْ جَاءَكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ مِنْ ربّكم وَإِنْ يَكُ كَاذِبًا فَعَلَيْهِ كَذِبُهُ وَإِنْ يَكُ صَادِقًا يُصِبْكُمْ بَعْضُ الَّذِي يَعِدُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ مسرف كَذَّابٌ} صدق الله العظيم [غافر:٢٨].

    وكذلك الإمام العالِم ناصر محمد اليماني الذي يُحاججكم بالبيّنات من ربّكم فإن يكن كاذباً وليس المهديّ المنتظَر فعليه كذبه، ولكن الكارثة الكُبرى هو لو أنكم أعرضتم عن الإمام العالِم ناصر محمد اليماني وهو المهديّ المنتظَر الحقّ من ربّكم إذاً حتماً سوف يصيبكم بما يعدكم من ربّكم إن أعرضتم عن دعوة الحقّ من ربّكم، فلا تكن من الجاهلين أخي الكريم فإني لك ناصحٌ أمينٌ.

    وأما بالنسبة للمسيح الكذاب فمن قال لك أنه محبوسٌ؛ بل حرٌ طليقٌ في الأرض المفروشة؛ بل يخرج منها ويعود إليها، أفلا تعلم أنه حضر في غزوة بدر وكان مع الكفار كرجل غريبَ الديار لديه خبرة في الحروب، فلما تراءت الفئتان شاهد ثلاثة آلاف من الملائكة مردفين مع المسلمين فنكص على عقبيه؟
    وقال الله تعالى: {وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النّاس وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ} صدق الله العظيم [الأنفال:٤٨]. وهل تعلم ماذا شاهد؟ لقد شاهد الملائكة تتنزّل من السماء على المسلمين ولم يشاهدها الكافرون، ولذلك قال: {فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافَ اللَّهَ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ} صدق الله العظيم.

    ويا رجل البداية إنك لا تزال في بداية البيان للقرآن للإمام العالِم ناصر محمد اليماني ولم تتدبّر إلا قليلاً ولذلك ظننتَ أني أفتيتُ أنّ الشيطان محبوسٌ ولم أفتِ بذلك؛ بل له بوابته المفتوحة ومنفذها جهة القطب الشمالي الأرضي، وإنما سدّ ذي القرنين هو في وسط الأرض المفروشة فيقسمها إلى أرضين فجهةٌ تحدّ يأجوج ومأجوج شمالاً والجهة الأخرى تحدّ قوماً آخرين إلى الجنوب الأرضي.

    ويا أخي الكريم نصيحةٌ لوجه الله أن لا تحكم على أحدٍ قبل أن تسمع ما عنده من الحجّة والعلم ومن بعد التدبّر والتفكّر في حجّة الداعية وسلطان علمه ومن ثم يأتي الحُكْمُ، وذلك حتى لا تكون من الظالمين كما ظلمت الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني، إني لك لمن الناصحين. وما ظلمتني ولكنك ظلمت نفسك بسبب حكمك على ناصر محمد اليماني أنه ليس المهديّ المنتظَر برغم أنّه عالِم ولكن هذا لا يعني أنّ ناصر محمد اليماني هو الإمام المهديّ كونه عالم! ومن ثم يردّ عليك الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني وأقول: بالله عليكم فهل تنتظرون الإمام المهدي يأتيكم بكتابٍ جديدٍ أو يقول لكم إنه رسول من ربّ العالمين؟ بل يجعله الله عالِماً فيزيده عليكم بسطةً في العلم على كافة علمائكم فلا يُحاججه أحدٌ من القرآن إلا غلبه بسلطان العلم، وبما أنّ الرؤيا تخصّ صاحبها ولا يُبنى عليها حُكمٌ شرعيٌّ للأمّة حتى يُصْدِقُني الله الرؤيا بالحقّ على الواقع الحقيقي فتجدون أنه حقاً لا يحاجّ ناصر محمد اليماني عالمٌ من القرآن إلا هيمن عليه الإمام ناصر محمد اليماني ببسطة العلم الحقّ من محكم القرآن العظيم، فإذا حدث ذلك فقد أصدقني الله الرؤيا بالحقّ وأصبحت الرؤيا حجّةً عليكم إن صدقها الله على الواقع الحقيقي، وما بعد الحقّ إلا الضلال.

    بارك الله فيك يا أخي الكريم رجل البداية، فرحبوا بأخيكم يا معشر الأنصار فإنه يكاد أن يبصر الحقّ لولا الروايات المفتراة لا تزال تعسّر يقينه بالحقّ، وما جعل الله الحجّة عليكم في الروايات والتي أكثرها خزعبلات ما أنزل الله بها من سلطان إلا قليلاً من الحقّ مما نطق به فاه محمدٍ رسول الله صلّى الله عليه وآله وسلّم، ولكن قيل عنه كثيرٌ غير الذي يقوله عليه الصلاة والسلام، ولذلك أرجأناها بخيرها وشرها إلى قدر مقدور.

    وأدعوكم إلى الاحتكام إلى كتاب الله المحفوظ من التحريف ألا والله لو كنت أحاجكم بالأحاديث والروايات لما استطعت أن أهيمن عليكم ولا على النّصارى واليهود حتى أُحاجّكم بمحكم القرآن العظيم ومن ثم أهيمن على كافة علماء المسلمين والنّصارى واليهود بالحقّ حتى يسلِّموا للحقّ تسليماً أو يعرضوا فيظهرني الله عليهم جميعاً في ليلةٍ وهم صاغرون، ولكن أكثركم يجهلون كيف يكون ظهور المهديّ المنتظَر ليلة مرور كوكب سقر وهو بما تسمونه الكوكب العاشر نيبيرو ليلةً يسبق الليل النّهار ولكن أكثركم لا يعلمون، ألا والله الذي لا إله غيره إنّ كوكب العذاب قادمٌ لا شكّ ولا ريب كما ليس عندي شكّ في الله ربّ العالمين، وإنما نحاول إنقاذكم من العذاب ولا نزال نحاول ذلك لأن المهديّ المنتظَر وكوكب سقر إليكم في سباق واقترب يوم التلاق وأكثر النّاس عن الحقّ معرضين ويريدون مهديّاً منتظراً يأتي مُتَّبِعاً لأهوائهم وينصر مذهبهم، إذاً لن يزيد المسلمين إلا تفرّقاً وشتاتاً لو يتّبع الحقّ أهواءكم، أفلا تتقون؟ وسلامٌ على المرسلين والحمدُ لله ربّ العالمين..

    أخوكم الإمام المهديّ ناصر محمد اليماني.
    ______________


صفحة 2 من 2 الأولىالأولى 12

المواضيع المتشابهه

  1. مشاركات: 1
    آخر مشاركة: 01-03-2018, 11:53 AM
  2. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 20-12-2016, 11:07 AM
  3. Lebih Detil Mengenai Siapa Al-Masih Pendusta
    بواسطة chilmi hasbullah في المنتدى Melayu
    مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 26-02-2015, 04:53 PM
  4. مشاركات: 3
    آخر مشاركة: 05-04-2014, 11:15 AM
  5. مشاركات: 0
    آخر مشاركة: 31-01-2014, 09:17 PM

المفضلات

ضوابط المشاركة

  • لا تستطيع إضافة مواضيع جديدة
  • لا تستطيع الرد على المواضيع
  • لا تستطيع إرفاق ملفات
  • لا تستطيع تعديل مشاركاتك
  •